Olympus E-P1 : kualitas DSLR dalam genggaman

Saat Format Micro 4/3 diperkenalkan pada publik, Olympus sempat memamerkan protoype kamera saku yang lensanya bisa dilepas. Kini, Olympus memenuhi janjinya untuk menghadirkan kamera tersebut yang bernama Olympus E-P1, dengan inspirasi desain dari kamera lama (Olympus Pen series), sensor Four Thirds 12 MP (crop factor 2x) dan format Micro 4/3.

Olympus E-P1 (Digital Pen)
Olympus E-P1 (Digital Pen)

Olympus jadi produsen kedua setelah Panasonic yang meluncurkan kamera berformat Micro 4/3, meski Panasonic (dengan produknya Lumix G1 / GH1) menyasar desain prosumer/SLR like, dan Olympus menyasar desain retro/pocket/rangefinder style. Tanpa lensa terpasang, bodi E-P1 ini dengan mudah bisa diselipkan di saku baju atau celana. Dengan adapter khusus, semua lensa Four Thirds bisa dipasang di kamera E-P1 ini meski saya tidak bisa membayangkan bila bodi mungil E-P1 ini dipasangi lensa tele Zuiko, misalnya.

Sesuai siaran persnya, inilah headline dari E-P1 :

  • Superior DSLR Image Quality
  • In-body Image Stabilization
  • Amazing 3-inch LCD
  • Proven Dust Reduction System
  • 12 megapixels with next-generation TruePic™ V
  • HD video with high-quality stereo audio
  • In-camera creative features (for still images and video)
  • Multiple exposures
  • Multi-aspect shooting
  • Multimedia slideshows
  • Digital leveler
  • Magnified focus assist
  • 18×18 metering modes
  • Small accessories for small camera

dan berikut adalah spesifikasi dasarnya (dari DCRP review) :

  • 12.3 MP Live MOS sensor
  • Retro-styled metal body
  • Micro Four Thirds lens mount, with 2X focal length conversion ratio
    • Two new Olympus M. Zuiko lenses available: F2.8, 17 mm pancake lens and a F3.5-5.6, 14 – 42 mm zoom that can “collapse” to reduce its size when you’re on the go
    • Support for “legacy” Four Thirds lenses via optional adapter; some will support autofocus, others will not
    • Adapters also available for Olympus OM and Leica R and M-mount lenses
  • Sensor-shift image stabilization
  • New TruePic V image processor, increased detail, and better noise reduction
  • Dust reduction system
  • 3-inch LCD display with 230,000 pixels
  • Live view with contrast detect AF, face detection, and Perfect Shot Preview feature
  • Full manual controls, plus iAuto mode with automatic scene selection
  • New 324-area metering system
  • Plenty of scene modes plus art filter and multiple exposure features
  • Refined user interface uses two dials on the back of the camera
  • Can record movies at 1280 x 720 (30 fps) with stereo sound and continuous AF for up to 7 minutes
  • Optional optical viewfinder works with the 17 mm pancake lens; it is fixed-focus
  • New FL-14 external flash is designed to match the E-P1
  • SD/SDHC memory card slot (goodbye xD card….)
  • HDMI port
  • Uses the familiar BLS-1 lithium-ion battery (300 shots per charge)
  • body only price is $750; body plus 14 – 42 mm lens is $800; body plus the 17 mm pancake lens and viewfinder is $900

So, tipe pembeli seperti apa yang diharapkan oleh Olympus dari produk baru ini? Tentu adalah mereka yang tidak ingin ribet membawa kamera besar dan berat namun tetap ingin kamera bersensor DSLR, mereka yang ingin memakai kamera yang memiliki lensa khusus untuk keperluan foto yang berbeda-beda, mereka yang mencari kamera all-in-one dengan spesifikasi lengkap baik untuk foto dan video, serta mereka yang mencari kinerja dan fitur berlimpah dari sebuah kamera.

Bagi anda yang sering memotret memakai flash on-board, atau yang berbiasa melihat viewfinder optik, terpaksa harus gigit jari karena keduanya absen di kamera ini. Sebagai gantinya, tersedia flash eksternal dan juga viewfinder optik (fixed) eksternal. Anda pemakai DSLR juga mungkin akan harus membiasakan memakai contrast-detect AF saat memakai kamera ini.

Saya pribadi menyukai kamera ini, apalagi dengan lensa pancake (17mm f/2.8, atau 34mm equiv.) terpasang. Kombinasi keduanya (seharga 9 juta) tetap membuat kamera ini mungil dan tipis, namun low-light fiendly, high ISO friendly, bokeh friendly dan berkinerja tinggi layaknya memakai DSLR.

Bila dibandingkan dengan kombinasi Nikon D40 + AF-S 35mm f/1.8, mana yang lebih menarik ya???

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

9 thoughts on “Olympus E-P1 : kualitas DSLR dalam genggaman”

  1. wew trobosan neh dari olympus. tp lo disuruh bandingin d40+ AF-S 35 f/1.8 ma olympus E-p1, saya jlas memilih nikon d40 with new lens AF-S 35mm f/1.8, karena saya punya pasangan itu. slama 2 bulan pake d40 + AF-S 35mm, hasilnya sangat memuaskan. terutama di low light. plus bonus bokehnya yg creamy. E-P1 baik untuk penggunaan yg simple, untuk kwalitas….kliatannya tunggu generasi berikutnya deh.

  2. ya kalo aku sih tetap aja pilih nikon d40 + nikkor AF-S 35mm / 1.8, karena punyanya yang itu sih. Disamping itu hasilnya cakep kok

  3. Ane lagi nunggu nih lensa lensa berformat micro4/3, abisnya susah amat untuk cari lensa format itu. Ada juga zuico yang 4/3 yang harus pake adaptor yg harganya adaptornya doang capai 1.8 jeti belum lagi feature AFS dan AFC bisa diakomodasi kalo pake adaptor. Oh ya, kamera ane Lumix G1, seformat sama kamera mini ini.

    Dah ke JPC, Camzone bahkan ke Kuala lumpur, itu barang kok gak ada di pasaran ya. Kalo ada jual barang BM boleh juga tuh, asal masih dalam box utuh. Ane lagi cari Lensa G Vario 45-200 mm Mega OIS. Kirim aja ke

    SlametDuher@gmail.com

    ane tunggu ya

  4. Hidup teknologi, saatnya kamera ukuran besar, berat, berprisma dengan teknologi 60 taun lalu itu di reformasi, paling tidak udah ada Leica, Panasonic dan Olympus, kemudian samsung NX bulan juli atau agustus ini keluar. Berikutnya pentak, biarkan nikon sama canon malu-malu kucing hehehe. Saya sendiri penggemar kamera2 prosumer (istilah saya, kamera experiment) .. dengan terus pake teknologi prisma dan cermin mustahil membuat kamera2 canggih, dengan teknolgi sangat mungkin membuat kamera dengan kualitas gambar yang prima, bahkan kamera yang bisa mendeteksi suhu tubuh, sinyal atau satelit… hidup revolusi kamera..

  5. Akhirnya yang saya harapkan tiba, Camera dengan portabilitas tinggi karena kecilnya tapi masih punya rasa DSLR dengan pilihan maam macam lensa micronya.

    Tapi saya mau tunggu sainggannya keluar, rumornya Lumix GF1 akan mengusung konsep yang sama dengan EP1 ini , mudah-mudahan harganya bisa lebih bersahabat.

    Jadi siap-siap mau anggurin C 40 D nya nih

Comments are closed.