Intel Celeron Dual Core, bangkitnya kelas low-end CPU

iconBila anda menganggap generasi Celeron sudah tamat, coba pikirkan lagi. Segmen kelas bawah selalu menarik untuk dipertahankan, dan Intel pun tak ingin kehilangan pasar di kelas low-end CPU yang bernama Celeron ini. Di artikel sebelumnya yang saya buat tahun 2007, saya sudah mengulas soal sejarah Celeron hingga status update terakhir adalah hadirnya prosesor Celeron dual core (seri E1000). Daripada saya terus memperpanjang artikel tersebut, lebih baik bahasan mengenai Celeron dual core saya tempatkan di artikel ini saja. Penasaran? Baca artikel ini selengkapnya..

Intel Celeron dengan inti tunggal sudah tidak kompetitif dan diakhiri oleh Intel hingga generasi Celeron D. Produk terakhirnya adalah Celeron D 420 dengan clock 1.6 GHz yang sudah memakai FSB 800 MHz. Diatas kertas tidak ada yang salah dengan Celeron D ini, dibuat berbasis arsitektur 65 nm dengan inti Conroe, prosesor dengan L2 memori sebesar 512 kB ini sebenarnya sudah cukup bertenanga. Namun setiap peningkatan sekecil apapun perlu diapresiasi, dan keputusan Intel untuk mengakhiri generasi Celeron D ini pun disambut baik para pemakai prosesor desktop rakitan.

Era Celeron dual core diawali di tahun 2008 dengan menghadirkan Celeron seri E1000. Tidak ada yang berbeda antara E1000 dengan Celeron D kecuali jumlah intinya, karena baik Celeron D dan Celeron E1000 sama-sama memakai arsitektur 65 nm, 512 kB L2 dan FSB 800 MHz. Celeron seri E ini terbagi dalam empat macam kecepatan :

  • E1200 (1.6 GHz)
  • E1400 (2.0 GHz)
  • E1500 (2.2 GHz)
  • E1600 (2.4 GHz)

Sadar kalau jajaran awal dari Celeron dual core ini masih kurang ‘garang’, Intel lantas di tengah tahun 2009 merombak arsitektur Celeron dual core dengan manufaktur 45 nm. Artinya, proses pembuatan inti prosesor tak ada bedanya dengan semua produk Intel dual core berkode Wolfdale seperti Pentium E5000/E6000 ataupun Core2 Duo E7000/E8000. Intel menamai Celeron 45nm ini dengan nama E3000, karena seri E2000 sudah terisi oleh produk Pentium dual core ekonomis (yang awalnya sempat dianggap sebagai Celeron killer). Kini seri E2000 sudah mulai langka dan anda yang berminat akan Pentium dual core bisa menjajal E5000 yang kelasnya setingkat diatas Celeron E3000 yang akan kita bahas ini.

Sementara ini tersedia dua pilihan untuk Celeron E3000 yaitu :

  • E3200 (2,4 GHz)
  • E3300 (2.5 GHz) lihat screenshot berikut ini, CPUz mengenali E3300 sebagai Core2 duo !

CPUz
CPUz (credit : xbitlabs.com)

Hal utama yang menjadi daya tarik Celeron E3000 ini (dibanding E1000 ataupun Celeron D) adalah peningkatan signifikan pada L2 memorinya. Setelah lama mempertahankan memakai L2 512 kB, Intel akhirnya memutuskan meningkatkan memori L2 di Celeron E3000 ini menjadi 1 MB. Berkat pemakaian arsitektur 45 nm, Intel Celeron E3000 ini bisa menjaga TDP di kisaran 65 W, tidak mengalami peningkatan dibanding seri E1000. Meski sama-sama bermain di FSB 800 MHz, Celeron E3000 ini bahkan lebih unggul dari Pentium E5000 dalam hal teknologi Intel VT, dimana pada E5000 fitur ini absen alias tidak ada. Namun tentu E5000 unggul dalam hal memori L2 yang mencapai 2MB, bahkan E6000 punya FSB 1066 MHz yang sejajar dengan Core 2 Duo. Kabarnya, E3000 ini jeroannya persis sama seperti E5000, hanya saja L2 memorinya ‘dimatikan’ setengah.

Ada harga ada kualitas. Kalau anda berharap dengan harga 50 dolar Celeron E3000 ini bakal punya FSB 1066 MHz dan L2 sebesar 2 MB, rasanya kok masih terlalu muluk. Tapi bayangkan, sebuah prosesor berarsitektur 45nm, memakai dua inti, berkecepatan 2,4 – 2.5 GHz, punya L2 memori sebesar 1 MB, dan FSB 800 MHz dengan harga 50 dolar, apakah anda akan menolaknya hanya karena dia bernama Celeron? Rasanya E3000 ini sudah sangat best-buy dan mampu mengalahkan prosesor dengan harga jutaan rupiah di masa lalu, katakanlah seperti Pentium 4 ataupun Pentium D berteknologi net-burst yang kuno. E3000 ini sudah cukup memadai untuk komputasi ringan hingga sedang, punya TDP yang cukup rendah, dan diatas kertas mampu mengungguli Pentium E2000 dan Celeron E1000. Berminat?

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

11 thoughts on “Intel Celeron Dual Core, bangkitnya kelas low-end CPU”

  1. Bagaimana dengan kinerja multi taskingnya? masih mengecewakan seperti celeron-celeron yang dulu ya….

    Atau celeron sekarang punya kemampuan multi tasking yang baik?

    Dengan core2solo multi taskingnya gimana ya?

    1. Multitasking ditentukan dari banyak aspek seperti L2 memori, FSB dan jumlah core. Dgn spek yg ada, E3000 sih rasanya punya kinerja multitasking yg baik.

  2. Boss,saya ada budget 2jt an,kira2 dapt gak komputer lengkap dengan prosesor celeron dual core E3000.Tlg jawab ke emailku langsung ya

  3. di jogja kayaknya blum ad seri e 3xxx
    saya pake yg e 1400..kinerja tdk memuaskan
    baru setelah saya oc 30% jadi 2.6 baru luyaman..
    intinya celeron d oc dlu baru bisa larh..

  4. halo mas, salam kenal yah. kebetulan laptop saya pk dual core tp kyknya bukan celeron πŸ˜€
    keliatannya orang pd blng kalo celeron produk gagal, tapi yang bener celeron itu low cost CPU yah?

    oh iya kalo tidak keberatan kpn2 mampir yah ke blog saya di http://hihia.co.cc dan juga http://hihia.wordpress.com. ditunggu yah mas kedatangannya πŸ˜€

    salam dan sukses selalu πŸ˜€

  5. pa bener celeron tu produk gagal? kualitas celeron tu bagus g? celeron dual core dya sama g ma dual core?? tlong info nya di tunggu..?

    1. Kalo gagal masa yg make banyak? Namanya juga prosesor low end, kinerjanya juga pas-pasan. Sekarang mending ambil Intel Pentium E5000 untuk kelas value, udah murah kok.

Comments are closed.