Temuan Frontier consulting grup: Masyarakat Indo gaptek dan suka gengsian!

Ada artikel menarik di Harian Suara Pembaruan yang membahas tentang gagalnya kampanye cintailah produk dalam negeri. Yang menarik dalam artikel tersebut yaitu kutipan dari Chairman grup tersebut Handi Irawan, yang menyebut bahwa konsumen Indonesia berciri-ciri seperti berikut:

  • Memiliki memori jangka pendek
  • Tidak ada perencanaan
  • Suka berkumpul
  • Gagap teknologi (gaptek)
  • Mengutamakan context bukan content
  • Beragama, dan suka supranatural.
  • Suka pamer dan gengsian,
  • Memiliki kekuatan sub-culture
  • Rendah kesadaran terhadap lingkungan.

Yang menarik bagi saya dan berhubungan langsung dengan situs ini adalah gaptek, suka gengsian, dan tidak mengutamakan content. Setelah itu saya berpikir, bahwa adanya blog ini sudah tepat sebagai cure dari penyakit gaptek ini, selain itu lebih rasional dalam memakai atau membeli gadget.

Saya juga jadi berpikir kapan ya ada perusahaan elektronik Indonesia yang bisa dicintai konsumen dalam negeri dan juga luar negeri seperti Canon, Nikon, Sony, Samsung, Leica, Nokia, HP dan sebagainya?

Apakah ini karena kedodolan pemerintah atau karena rakyatnya yang masih tergolong primitif? Bagaimana pendapat kamu tentang temuan Frontier consulting group ini, dan apakah ada usulan bagaimana supaya nantinya lahir merek elektronik, kamera, cellphone dari Indonesia?

Advertisements

Published by

Enche Tjin

Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta.

14 thoughts on “Temuan Frontier consulting grup: Masyarakat Indo gaptek dan suka gengsian!”

  1. setuju…sekarang kalao hp bukan BB kayanya gengsi deh…padahal dipakenya cuman buat telp, sms & update status fb…..

  2. Hmmm saya sih bukan termasuk orang yg gaptek (seperti perihal BB).

    Tapi memang dalam urusan produk/tech dalam negeri masih belum terdengar jelas juga yah gaungnya… kurangnya kampanye & yah keGengsian masyarakat juga. Tapi kalau bisa menawarkan kualitas yg lebih atau paling tidak sebanding, pasti pelan2 bisa deh bersaing 😀

  3. Untuk mewujudkan produsen lokal yg berkualitas (seperti polytron misalnya) perlu goodwill dan insentif dari pemerintah. Investor selama ini berpikir seribu kali kalau harus mendirikan pabrik elektronik / gadget yg high cost sementara produk asing (termasuk yg selundupan) begitu banyak dan murah.

    Investor perlu jaminan keamanan (regulasi, stabilitas ekonomi, politik, infrastruktur, buruh, monopoli dan dumping) padahal kita tahu kesemua hal tadi di negeri ini sangat tidak ada kepastian. Di lain pihak mental konsumen kita sudah terlanjur gengsi pakai produk lokal dan suka sama semua yg sifatnya impor.

    Padahal yakinlah kalau urusan SDM, negeri ini tak kalah dgn negara lain. Banyak engineer hebat yg kita miliki, sayangnya mereka lalu justru bekerja di negara lain karena disini tidak bisa memaksimalkan potensi yg mereka punya..

  4. minimal kerja di perusahaan elektronik milik asing, karena gajinya lebih lumayan dibandingkan kerja di perusahaan lokal … apalagi situasi kerjanya kalau di perusahaan asing lebih fair dan lebih jelas remunerasinya

  5. Setuju banget sm survey nya tu. mungkin tambahannya mayoritas masyarakat kita memiliki kecenderungan KONSUMTIF. Jadi membeli sesuatu itu lebih kepada keinginan bukan kebutuhan,senada dgn komen diatas kl cuma beli BB buat update status FB mending beli China phone dech,lebih dananya bisa buat pendidikan anak and mudah2an anak2 kita nanti bisa bikin produk teknologi yg TOP.

  6. yuppy,..begitulah sebagian besar masyarakat kita. Kbetulan kan saya orang desa terpencil (tp alhamdulillah bisa kuliah di Jakarta =), eh,..klo pas di rumah, tetangga2 hp-na keyen2 tp banyak fitur yg g kepake, sebut aja symbian, 3G, HSDPA, Wifi (yg punya kagak tau kali ya),..bahkan hp music pun klo muter lg masih satu2,..he3.. kagak pake bikin playlist dulu apa yak…

    walhasil, klo di rumah jadi konsultan teknologi hp,.. padahal kuliahnya perpajakan ;p, hp gw pun cmn bisa sms, telpon n radio…he3 ;P

  7. setuju untuk semua pendapat, klo dipikir-pikir negara kita kan cuma selisih 2hari merdeka n bebenah dengan neg korea selatan tp kok ketinggalnya jauh banget yaa. bener2 jauh gw dah ngrasain diri selama tinggal disini. jalan, tranportasi, fasilitas umum, layanan, keamanan semua jauh beda, n ciri2 orang sini pekerja keras, tertib, disiplin, cinta tanah air, cinta produk dalam negri, ngk gengsian serta ngk konsumtip thdp produk luar

  8. mas Gaptek,
    ga bikin icon share ke situs jejaring seperti fb dan twitter ya? banyak artikel mas Gaptek yang bagus untuk di-share. tujuannya tentu saja, menyebarluaskan virus anti-gaptek 🙂

    1. Usulan yg menarik, hanya saja wordpress tidak mengijinkan modifikasi theme layaknya blogger, bahkan html pun tidak bisa. Jadi kalau mau harus satu persatu posting disisip icon ‘share’ dan saya sudah coba sisip di tulisan soal canon 7D vs Nikon D300s.

  9. Lebaran kemarin dapat parsel BB Bold original RIM..dipake buat lebaran aja..setelah itu dijual kembali..fiturnya banyak..tapi kebanyakan gak pake..paling banter yg dipake sms, mms, chating, browsing, fesbuk..
    tapi skrg bingung mo beli hp..pingin hp 3G buat browsing n punya kamera buat jepret2 tapi harganya paling mahal 1,5jt aja..bantuin dong

  10. wkwkw,. bener banget mas. konsumen di t4 saya bekerja masih banyak yang minta “kursus singkat” tentang cara pemakaian periferal yang dibeli, sekalipun manual yang disertakan sudah berbahasa Indonesia.

Comments are closed.