Ketika pemain besar ikut membuat netbook

Bahasan soal netbook seakan tak ada habisnya. Kalau di awal kemunculannya, Netbook hanya didominasi merk yang itu-itu saja, lambat laun kompetisi di segmen komputer mungil bertenaga Intel Atom ini mulai memanas. Berbagai merk lain mulai hadir ikut menjajal peruntungan mereka, meski umumnya masih mengusung spesifikasi yang sama. Pasar netbook memang mayoritas ada di negara berkembang yang menuntut harga murah, maka tak heran netbook lantas laris manis terjual hingga lambat laun produsen kelas atas yang tadinya enggan melirik pasar ini akhirnya goyah dan tergoda.

Adalah HP dan Dell, dua pemain besar yang pertama kali mencoba untuk ikut bermain di pasar netbook. HP tampaknya cukup sukses (meski sempat salah strategi di awal) dengan nama HP mini, sedang Dell dengan Inspiron Mini juga lumayan sukses dalam penjualannya. Hadirnya dua pemain kelas kakap ini memaksa pemain lama yang cukup punya nama jadi tersaingi, sebutlah misalnya Asus EeePC (si pelopor netbook) dan Acer Aspire One (yang bisa jadi penjualannya paling fenomenal). Tersodok dari atas, Asus dan Acer juga dihajar dari bawah oleh merk lokal maupun merk Taiwan seperti Advan, Elevo, Axioo, Zyrex, Byon, MSI, Gigabyte, SPC dan masih banyak lagi. Tak heran kalau kini harga netbook semakin turun dan sudah berkisar di angka 3 jutaan. Anda mungkin sempat mendengar kabar kalau bulan lalu HP mini 1013 sempat dijual 3 juta sebelum akhirnya diskontinu.

Rupanya sukses HP dan Dell menginspirasi pemain besar lainnya untuk ikut terjun di kancah notebook mungil ini. Kabar agak mengejutkan datang dari kubu Toshiba (pemain terbesar di kelas notebook) dan Sony (pemain besar consumer electronics) yang juga memutuskan untuk membuat netbook. Toshiba meluncurkan Toshiba Mini NB200 sementara Sony membuat Vaio W series yang keduanya dijual di kisaran 5 jutaan. Keduanya mengusung fitur dan jeroan yang hampir sama seperti memakai prosesor Intel Atom terbaru N280 (1.66 GHz), layar 10 inci, Intel GMA 950 dan harddisk 160 GB. Meski secara spesifikasi tak berbeda dengan para pemain lama, tak dapat dipungkiri kalau nama besarlah yang membuat kedua produk ini berbeda. Untuk itu pembeli punya pilihan apakah mau memilih yang punya nama besar (meski harga jadi lebih mahal) atau mau yang terjangkau (meski kurang bergengsi 🙂 ).

Sony Vaio W series

Baik Toshiba maupun Sony mengerti benar bahwa menjadi pemain besar tentu harus memiliki standar sendiri dalam hal desain dan kualitas. Maka itu keduanya mampu mendesain netbook yang dipadu dengan keindahan desain dan kualitas rangka serta desain keyboard yang baik (keduanya sangat baik dalam mendesain tombol yang nyaman dan rapi). Standar lainnya yang tak kalah penting adalah kualitas layar LCD yang digunakan. Toshiba memanjakan pengguna NB200 dengan teknologi layar TruBrite® Backlit LED meski sayangnya masih mengusung resolusi standar yaitu 1024 x 600 piksel, sementara Vaio W series mampu memberi resolusi layar yang sedikit lebih baik dengan ukuran 1366 x 768 piksel (16 : 9) untuk kenyamanan berinternet dan menonton film.

Toshiba Mini NB 200

Meski dibuat oleh produsen besar, namun dengan bandrol harga yang ditawarkan, keduanya memang bukan produk premium, bukan pula produk pekerja cepat ataupun juara dalam hal daya tahan baterai. Tapi untuk sekedar menjadi peranti pengakses internet atau untuk dipakai bekerja ringan, keduanya sudah amat mencukupi. Kita nantikan  saja perubahan peta kompetisi di pasar netbook dengan hadirnya pendatang baru ini. Yang jelas tren saat ini semakin baik dengan terus turunnya harga netbook diiringi naiknya kualitas secara signifikan.

O ya, diantara kedua netbook di atas, anda suka yang mana?

Share

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

18 thoughts on “Ketika pemain besar ikut membuat netbook”

  1. Saya menggunakan Toshiba Mini NB 200.
    Cukup puas.
    Ringan, cantik, layar sangat baik.
    Hanya satu yang saya rasa kurang adalah layar 1024 x 600 pixel-nya.

  2. sekarang sudah banyak pilihan untuk cari netbook, baik harga ataupun kualitasnya. Tapi, saat ini saya lebih prefer yang notebook. layarnya lebih gedhe 😉

  3. lumayan tertarik sih dengan netbook karena simplenya,,,tapi spek-nya itu loh mas kurang,,,hehehe

    kalo aja ada notebook ukuran netbook gitu dengan spek yang lumayan tinggi(core 2 duo+VGA ATI or NVIDIA+HDD 320+ram>>2GB),,,asyk kali yah…hehehe

  4. Spek untuk net book yang masih lumayan punya HP dengan lebar layar 12″, karena vga card-nya sudah didukung Nvidia / Ati pake processornya AMD. Tapi ya belum dula core juga…

  5. udah ada yg nyoba acer timeline 11″ dan asus ul20 belum sih ?

    spek asus ul20 :
    – hd 500 gb
    – ram 4 gb
    – core2 solo 1,4 ghz
    – dedicated vga nvidia
    – backlit lcd led
    – batere tahan 8 jam
    – internal dvd rw dual layer
    – 12″

  6. bener mas, makin lama makin turun…

    beberapa bulan yg lalu saya beli HP Mini 1013 aja di kisaran 3,8jt… seminggu kemudian di situs jualan netbook malah 3,6 doang…. doh!

    satu yg sebel dari netbook, kudu bikin recovery CD klo mau aman…

  7. saya brown nb200, manisss bangettt..
    saya 1000D, sangat bersahabat…

    ini weblog sangat gadget.. like it.. aku nti boleh nge-link yah..
    salam!

  8. Update : Toshiba Mini NB305 sekarang sudah diluncurkan sejak awal tahun 2010 dgn Atom N450. Produk ini jadi pesaing HP mini dan Acer serta Asus yg sudah memakai Atom N450.

    1. NB 305-N410, warna merah.

      Netbook incaran saya mas, buat nemenin macbook yang tersa makin berat saja dijinjing maupun di punggung. Hidup netbook!!!

      *minta review nb 200 dong mas kalo ada. thx

Comments are closed.