Memerangi Gaptek

Menurut sebuah penelitian, masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang gagap teknologi. Ke-gaptek-an ini memang perlu diperangi. Kalau kita gaptek, otomatis kita rugi. Rugi tidak memanfaatkan teknologi yang tersedia atau yang telah kita beli.

Kenapa masyarakat itu gaptek? pertama karena manusia memang punya kelemahan dari sisi psikologi, selain itu pendidikan juga masih kurang baik.

Contoh kelemahan dari sisi psikologi manusia ini bisa dibaca di cerita berikut ini:

Di Afrika Selatan, sebuah bank pernah membuat surat penawaran pemberian pinjaman kepada pelanggan. Bank bekerja dengan ahli ekonomi dan desainer untuk membuat tiga macam bentuk penawaran.

Surat penawaran pertama menjelaskan tentang perbandingan harga antara pinjaman yang satu dengan yang lain dan juga ada perbandingan antar pesaing.

Surat kedua menawarkan hadiah ponsel gratis untuk 10 peminjam setiap bulannya.

Surat ketiga memilki foto wanita cantik yang sedang tersenyum tapi dengan suku bunga yang lebih tinggi dari dua surat sebelumnya.

Tebak penawaran mana yang paling laris…?

Ternyata.. yang paling laris adalah surat ketiga.

Inilah kelemahaan manusia, yaitu terlalu mudah terjebak pengkondisian pemasaran.

Kita terlalu mudah terbuai akan hal-hal yang kita senangi dan sering mengabaikan informasi penting yang seharusnya kita telaah.

Hal ini juga terjadi di ketika kita memilih elektronik, baik kamera digital atau yang lainnya. Tidak heran setiap mengumumkan produk baru, selalu ada gadis-gadis cantik yang berpose dengan produk tersebut. Padahal, gadis-gadis tersebut tidak relevan dan mungkin semua tidak mengerti cara memakai elektronik tersebut. Demikian juga iklan-iklan di media massa yang memakai selebriti untuk menarik perhatian.

Gadis cantik yang ramah sering membuai kita sehingga mengambil keputusan yang buruk

Masalah kedua adalah latah. Banyak orang ikut-ikutan karena teman atau orang-orang disekelilingnya juga memakai produk tertentu. Penyakit latah ini lumayan parah, misalnya demam BlackBerry di Indonesia, hanya karena temannya ada, jadi dia harus ada. Padahal mungkin ada ponsel lain yang lebih pas dalam bentuk ukuran dan harga.

Demikian juga dalam memilih kamera digital. Karena semua teman memakai dan menganjurkan kamera merek Canon atau Nikon, jadi beredar anggapan bahwa kamera digital SLR Canon dan Nikon pasti baik, yang lainnya buruk.

Sedangkan tidak semua kamera Nikon dan Canon lebih baik dari kamera merek lain dari segi fitur dan harga.

Maka dari itu, sebagai pengguna elektronik yang cerdas, kita harus jeli terhadap apa yang ditawarkan kepada kita. dan sadar setiap saat bahwa kita memiliki kelemahan yang harus kita waspadai.

Enche Zein Tjin
editor Info Fotografi

Share

Advertisements

Published by

Enche Tjin

Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta.

3 thoughts on “Memerangi Gaptek”

  1. Mengenai masalah wanita cantik di atas, jadi ingat sesuatu. Saya pernah punya kenalan orang Filipina yang bekerja di sebuah operator selular di sana, sebut saja Operator A. Operator A ini sedang bersaing ketat dengan Operator B untuk sebesar-besarnya mendapatkan pelanggan roaming dari luar negeri di bandara.

    Ketika kita bepergian ke luar negeri (biasanya naik pesawat) dan menyalakan hape di bandara untuk pertama kali, hape kita akan mencari sinyal yang paling kuat (tidak peduli apa operatornya). Setelah mendapatkan sinyal yang paling kuat, barulah sistem akan mengecek apakah operator dengan sinyal terkuat tadi punya perjanjian roaming dengan operator di negeri kita. Bila punya, maka kita akan dilayani oleh operator terpilih itu selama berada di sana.

    Nah, si Operator A di Filipina tadi sudah berupaya maksimal untuk mengalahkan kuat sinyal dari Operator B dengan berbagai cara. Dan dari hasil pengetesan lapangan di tempat para turis biasa turun, terbukti sinyal Operator A lebih kuat. Namun herannya, dari statistik hasil yang didapatkan tidak terlalu memuaskan. Kebanyakan para turis mendapatkan Operator B.

    Akhirnya, suatu ketika teman saya tersebut pergi ke luar negeri, kemudian kembali lagi ke Filipina. Setibanya di bandara, datanglah seorang wanita seksi yang sangat menarik, menggunakan pakaian Operator B. Kebetulan kenalan saya ini wajahnya universal, sehingga dikira turis juga yang mengunjungi Filipina. Wanita seksi tadi pun menyapanya dalam bahasa Inggris, “Pak, maukah saya settingkan hapenya agar mendapat sinyal dari operator terbaik di Filipina, Operator B?”.

    =========
    Oiya, bagi yang belum tahu, pemilihan operator memang bisa dilakukan secara manual di hape apapun. Lihat saja bagian ‘Operator Selection’ di hape Anda, bisa pilih otomatis maupun manual.

Comments are closed.