Samsung Wi-Fi layar sentuh ekonomis : Pilih Corby Wi-Fi, Lindy atau Monte?

Satu hal yang menyenangkan dari kemajuan teknologi adalah kemudahan mendapatkan peranti modern, lengkap dan terjangkau. Di jaman nirkabel ini kebutuhan akan konektivitas Wifi sudah semakin meningkat dan hal ini didukung juga dengan semakin banyaknya peranti yang mampu mengakses sinyal WLAN yang banyak ditemui di area publik ini. Bila di masa lalu ponsel layar sentuh, apalagi yang bisa Wifi, adalah barang mewan nan mahal; kini citra itu lambaat laun semakin bergeser. Salah satu pemain besar yang sering membuat produk terjangkau dengan fitur tinggi adalah Samsung, seperti kisah sukses Samsung Star dan Valencia di tahun lalu. Kini saya sajikan tiga produk ponsel Samsung berlayar sentuh (capasitive) dengan Wifi, tentunya dengan harga terjangkau.

Lupakan dulu Samsung Omnia atau Galaxy. Di segmen low-end dan mid-class, kita sudah sering mendengar Samsung Corby. Lalu masyarakat di tanah air dibuat was-was menantikan hadirnya versi upgrade dari Corby yang bernama Lindy. Tak diduga, yang justru masuk ke tanah air malah Samsung Monte yang tergolong masih baru diluncurkan (sampai tulisan ini dibuat belum jelas apakah Lindy akan masuk ke pasaran dalam negeri atau tidak). Corby, layaknya Star, akhirnya dibuatkan versi Wifi dan kini dinamai Corby Wifi (S3650W). Kita bedah secara singkat ketiga pemain Wifi ini.

Samsung Corby Wifi (S3650W)

Ponsel Corby Wifi ini tak ubahnya Corby biasa yang ditambah fitur Wifi. Masih mengusung layar berukuran 240 x 320 piksel dengan diagonal 2.8 inci, layar yang kini bertipe kapasitif ini semakin nyaman untuk disentuh. Sebagai ciri dari ponsel low-end, S3650W ini pun tidak dipersenjatai dengan akses 3G, melainkan cukup EGDE saja. Sebagai sarana jeprat-jepret disediakan kamera dengan resolusi 2 MP saja. Prediksi harga jual Corby Wifi ini di kisaran 1,7 jutaan.

Samsung Lindy (M5650)

Ponsel Lindy yang disebut-sebut sebagai versi upgrade dari Corby ini memang menarik. Selain sudah mendukung HSDPA, kamera di ponsel ini pun sudah auto fokus, dengan resolusi 3.2 MP. Penambahan yang disambut baik adalah tombol langsung untuk musik dan adanya port 3.5″ untuk earphone standar. Sayangnya resolusi layar Lindy ini masih 100% sama seperti Corby alias hanya 240 x 320 piksel dengan diagonal 2.8 inci. Prediksi harga jual di kisaran 1,9 jutaan. Update : produk ini TIDAK masuk ke Indonesia.

Samsung Monte (S5620)

Ponsel ini tergolong baru namun secara mengejutkan sudah masuk ke pasaran tanah air dengan harga perkenalan 2,2 juta saja. Hal paling istimewa dari si Monte ini adalah layarnya yang berukuran 240 x 400 piksel dengan diagonal 3 inci yang nyaman untuk membaca secara landscape. Apalagi TouchWiz UI sudah versi 2.0 yang lebih disempurnakan. Herannya, meski sama-sama memakai resolusi 3.2 MP, kamera Monte ini justru tidak auto fokus layaknya kamera Lindy. Tapi selain itu, fitur lain dari Monte ini cukup mengesankan seperti HSDPA, Geotagging, Google Map dan Accelerometer.

Ketiga ponsel diatas sebagai feature phone memang masih mengandalkan OS buatan Samsung (tapi bukan Bada), dan belum tergolong ponsel kelas berat dalam urusan hardware seperti smartphone ber-OS Symbian, Winmo atau Android. Namun ketiganya sudah mencukupi untuk kebutuhan harian seperti browsing, bersosial dan menjadi media center, mengingat harga jualnya yang tergolong ekonomis. Bahkan bila anda masih ingin punya ponsel layar sentuh yang lebih terjangkau masih ada juga Samsung Star Wifi seharga 1,6 juta dan Samsung Genoa (Corby Pop / C3510) tanpa Wifi seharga 1,3 juta.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

15 thoughts on “Samsung Wi-Fi layar sentuh ekonomis : Pilih Corby Wi-Fi, Lindy atau Monte?”

  1. mo nanya mas…fungsi accelerometer* klo g salah ketik hehe…itu bukannya sensor mengubah tampilan portrait jadi landscape?
    aku liat video di youtube tentang Monte ini, saat diputar jadi landscape untuk ngetik sms
    ternyata tidak otomatis menjadi virtual qwerty. knpa bisa gitu yak?
    Trims sebelumnya.. 🙂

    1. Monte ini tidak ada virtual qwerty di mode landscape, inilah yg jadi kekurangan fatal monte menurut saya. Tapi mungkin dgn firmware terbaru masalah ini bisa diperbaiki.

Comments are closed.