Review : Netbook HP Mini Note 210

Masihkah netbook bertahan di tengah murahnya harga laptop dewasa ini? Dengan keunikannya sendiri, saya yakin dia masih bertahan, apalagi harganya sudah sangat bagus di kisaran 2-3 jutaan. Masih banyak orang yang mencari komputer jinjing yang mungil untuk aktivitasnya, sementara dia juga tidak banyak memerlukan aplikasi kelas berat. Meski nama yang populer untuk netbook di tanah air adalah merk seperti Acer atau Asus, kali ini saya suguhkan review netbook dari satu merk yang kurang identik dengan laptop murah yaitu Hewlett Packard (HP).

Booming netbook yang terjadi saat ini pada awalnya belum diramaikan oleh merk papan atas. Barulah setelah mengamati pergerakan pasar, pemain besar seperti HP, Dell, Toshiba bahkan Sony ramai-ramai ikut terjun di bisnis ini. Salah satu produk netbook dari HP adalah HP Mini Note 210 dengan platform Pine Trail yang sudah mengusung jeroan Intel Atom N450 dan memakai chipset NM10. Sekilas memang tidak banyak perbedaan spesifikasi antara netbook ini dengan netbook generasi lama (dengan prosesor Atom N280 dan chipset 945GSE), namun perbedaan utamanya adalah pada daya tahan baterai dimana Atom baru dengan chipset NM10 ini jelas lebih unggul karena mengintegrasikan memory controller dan grafik GMA3150 pada keping prosesor (bukannya pada chipset).

Di pasaran, netbook HP Mini 210 ini punya beberapa varian sehingga memudahkan untuk memilih sesuai anggaran, yaitu :

  • netbook saja tanpa OS (sekitar 2,7 juta) dan baterai 3 cell : HP Mini 210-1014 (untuk instal Windows XP baca disini)
  • paket netbook dengan OS Windows XP SP3 (sekitar 3,1 juta) : HP Mini 210-1002TU
  • paket netbook dengan OS Windows 7 (sekitar 3,5 juta) : HP Mini 210-1006TU (hitam), 1064TU (merah), 1066TU (biru) dan 1068TU (silver)

Nah, produk netbook HP Mini 210 yang saya review kali ini  adalah HP Mini 210 1002-TU dengan OS Windows XP dan baterai 6 cell. Kita mulai dari spesifikasi dasarnya :

  • Intel Atom N450 (1,66 GHz, hyper threading, 512 kb L2 cache)
  • NM10 chipset (memadukan grafik GMA3150 pada prosesor)
  • memori 1 GB DDR2
  • hard disk 160 GB SATA
  • layar LCD 10 inci, resolusi 1024 x 600 piksel (WSVGA)
  • Wifi b/g dan Bluetooth
  • 3 port USB, 1 port LAN, multi-card reader
  • webcam dan mic
  • stereo speaker

Kesan pertama saat saya memakai netbook ini adalah desainnya yang simpel, elegan dan serba hitam dengan logo hp di pojok bawah yang begitu khas. Dengan baterai 6 cell praktis bentuk netbook HP ini jadi lebih tinggi akibat bentuk baterai yang menonjol. Saya menyukai bentuk keyboardnya yang berjenis island style dan terasa empuk untuk dipakai mengetik. Touch pad-nya cukup luas karena tombol klik kiri dan kanan dihilangkan, namun sebagai gantinya area pojok bawah kiri dan kanan dari touch pad tetap bisa diklik. Sungguh solusi cerdas dalam mengatasi minimnya space. Area yang tersisa sebagai palm rest memang kecil, seperti umumnya netbook lain, tangan kita tidak bisa persis bertumpu pada area tersebut. Layar dari netbook HP ini punya engsel yang terasa kokoh saat dibuka.

Tata letak port di sekeliling netbook HP ini adalah :

  • bagian depan : sepasang speaker
  • samping kiri : port VGA out, lubang ventilasi, satu port USB, indikator HDD dan jack headphone
  • samping kanan : lubang untuk gembok, port LAN, dua port USB, lubang ventilasi, tuas on-off dan card reader
  • bagian bawah : tak seperti netbook lain, di bagian bawah HP Mini 210 tidak ada lubang ventilasi apapun sehingga tidak perlu kuatir saat menempatkan unit ini di bantal atau di tempat tidur.

Inilah product-tour HP Mini Note 210, dimulai dari keyboardnya yang manis :

Tampak sisi kiri dengan lubang keluaran hawa panas yang mendominasi sisi kiri :

Dan ini tampak sisi kanan dengan tuas on-off dan dua port USB :

Layar LCD 10 inci beresolusi WSVGA yang jernih dan terang :

Unit baterai Lithium Ion 6 cell saat dilepas :

Tidak nampak ada sticker Windows original di bagian bawah netbook HP ini. Ternyata HP menempatkan sticker tersebut di bagian dalam dan perlu sedikit usaha untuk melepas penutup bawahnya hingga sticker ini bisa terlihat (membuka penutup bawah ini TIDAK membatalkan garansi) :

Pada foto di atas tampak adanya slot memori, kipas pendingin, harddisk SATA, modul Wifi dan Bluetooth, baterai CMOS dan slot kosong untuk penambahan Broadcom(R) Crystal HD Enhanced Video accelerator sehingga bisa mencapai resolusi layar 1.366x 768 piksel. Lebih jelas untuk melihat keping memori DDR2 lihat foto berikut ini :

DDR2 1GB RAM

Intel Atom sendiri terdeteksi dengan baik saat memakai software CPU-Z, dengan arsitektur modern 45nm dan clock 1,66 GHz. Intel Atom ini mendukung fitur Hyper Thrading, SSE 3 dan EM64T.

HP menyertakan beberapa software dan utility yang berguna seperti HP Battery Check, HP Wireless Assistant, HP Cloud Drive, HP Media Stream, HP Quick Sync, HP Quick Web, Roxio, MS Office 2007 trial dan Norton trial. Saat dihidupkan, unit ini akan menampilkan sistem operasi dasar dari HP yang bisa untuk menyetel musik, melihat foto dan mengakses web. Opsi ini bisa diset aktif atau non aktif melalui control panel. Putaran kipas di dalam unit ini terdengar amat halus dan hampir tidak terdengar. Konektivitas Wifi bekerja dengan baik dan mampu mendeteksi keberadaan hotspot lalu terkoneksi dengannya.

Beberapa catatan penting yang saya temui adalah :

  • Suhu : banyak yang bilang HP mini 210 itu panas, saya rasakan unit ini memang panas di bagian bawah, jangan dipakai dengan cara dipangku. Pada bagian keyboard suhu masih terasa wajar (hangat) dan tidak mengganggu.
  • Konektivitas : fitur Wifi dan bluetooth berfungsi dengan baik, untuk on-off konektivitas cukup menekan tombol F12.
  • Kinerja : standar, agak tersendat kalau multitasking, tapi semua netbook juga mengalami hal yang sama
  • Daya tahan baterai : sangat baik, dengan baterai 6 cell untuk platform Pine Trail, kinerja baterai bisa mencapai 7 jam.
  • Kualitas speaker : kurang mantap, sangat standar. Port speaker out berfungsi ganda sekaligus mic-in.
  • Tombol on-off : tuas kecil di samping yang agak sulit digeser, bukan berupa tombol seperti netbook lain.
  • Desain keyboard : Untuk menekan F1 sampai F12 perlu menekan tombol Fn secara bersamaan. Agak sulit misalnya mau menekan Alt-F4 jadi Alt-Fn-F4. Tidak ada tombol home, end, page up dan page down.
  • Kualitas bahan : Kurang baik, sangat terasa plastik dan kurang kokoh. Namun kualitas bahan yang tergolong kurang baik ini masih cukup wajar untuk sebuah produk dengan harga semurah ini.

Bila anda sedang bimbang antara memilih netbook atau value laptop, hal utama yang jadi pertimbangan utama adalah kinerja prosesor. Netbook tetaplah netbook, bukan untuk bekerja berat dan dijejali banyak aplikasi. Sedangkan value laptop, meski memakai prosesor kelas ringan seperti Celeron atau Pentium Dual Core, masih jauh lebih bertenaga dari netbook. Bila ukuran, bobot, simplicity dan harga yang jadi alasan, maka netbook masih layak untuk dimiliki. HP Mini Note 210 ini bisa jadi alternatif selain merk lain seperti Acer Aspire One 532H, Asus Eee PC 1005, Dell Inspiron Mini 10, Lenovo S10-3, MSI Wind U130 atau bahkan rajanya netbook : Toshiba NB305.

Share

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

75 thoughts on “Review : Netbook HP Mini Note 210”

  1. salaam…
    iya sy dipinjami hp mini punya ibu saya, agak susah juga kalo ga ada tombol page up/down, juga home dan end, karena termasuk sering menggunakan tombol tu..hiks2..bagaimana ya apa ada alternatif lain , misal perlu menggunakan tombol alternatif apa untuk home dan end..

  2. Mas sy mo tanya klo sy cari info di google resolusi hp mini 210 bisa 1366×768 benar tidk y mas? thanks..

  3. “Mas Gaptek, fungsinya HP Cloud Drive itu ssendiri utk apa ya? Apakah HP Mini bisa diupgrade memory n VGA cardnya agar lebih bertenaga? Mohon pencerahannya Mas. Thanks n God bless u..”

    1. Semacam space penyimpanan file di internet, boleh dicoba untuk nitip file-file yg perlu di backup tapi perlu koneksi internet yg cukup kenceng. Upgrade memori bisa dgn cara melepas memori yg lama dan ganti dgn yg kapasitasnya lebih gede (jadi bukan nambah keping). Kalo VGA adanya semacam accelerator grafis buat naikin resolusi, slotnya ada di bagian bawah harus buka tutup bawahnya dulu.

Comments are closed.