Uji speedtest Axis : EDGE vs UMTS

Sekedar membandingkan, saya menguji kecepatan dari akses internet memakai operator Axis (GSM) dengan hanya berbekal sebuah ponsel 3G. Saya memang memakai Axis untuk sarana koneksi saat mobile (termasuk untuk menulis blog ini) karena tarifnya murah dan koneksinya lumayan stabil. Hanya kekurangannya, jangakauan Axis kebanyakan masih terbatas di kota besar, pun masih banyak dijumpai di tempat tertentu  yang sinyalnya hanya mentok sampai EDGE (masih belum 3G).

Ponsel yang saya pakai punya opsi untuk memilih jaringan, sehingga bisa memilih akan beroperasi di jaringan GPRS (termasuk EDGE) atau UMTS (max. 384 kbps) dan ponsel saya belum mampu sampai 3.5G alias HSDPA (dan Axis pun rasanya belum mendukung HSPDA). Di area kantor, Axis punya sinyal 3G yang bagus, sementara di rumah 3G sangat lemah sehingga saya terpaksa pindah ke EDGE. Nah, mumpung di kantor saya iseng coba menguji kecepatan send and receive data dengan mencoba memakai EDGE lalu saya bandingkan dengan UMTS (3G).

Pengujian kali ini saya memakai komputer HP Mini 210 (Intel Atom N450) dan sebagai modem adalah ponsel Samsung SGH-J200 yang terkoneksi melalui kabel USB. Operator Axis dan lokasi akses di Jakarta Barat jam 10 pagi. Inilah hasilnya :

Kalau memakai EDGE :

Hasil setelah pindah ke UMTS :

Perbedaan yang sangat signifikan untuk receive data tampak disini, dimana dengan memakai UMTS bisa mencapai 393 kbps sedang EDGE hanya mampu 70 kbps saja. Hasil yang berbeda justru tampak saat mengirim data, dimana EDGE justru menang tipis dengan 75 kbps sedang memakai UMTS justru anjlok ke 34 kbps.

Sekedar opini pribadi, EDGE sendiri adalah alternatif yang lebih baik daripada GPRS yang sangat lambat (di atas kertas EDGE punya kecepatan 4x lipat GPRS). Operator papan atas jarang yang masih menyediakan EDGE, karena mereka umumnya sudah memiliki sinyal 3G yang merata di manapun. Jadi mereka menawarkan HSDPA di beberapa kota besar, sinyal 3G di kota lainnya dan GPRS di daerah tertentu (pedalaman?). Namun jeleknya, saat tidak dijumpai sinyal 3G, maka sinyalnya biasanya langsung drop ke GPRS (jarang sekali kartu Halo saya menunjukkan sinyal EDGE). Nah dengan Axis yang punya pilihan 3G atau EDGE, maka skenario terburuk saat hanya dapat EDGE masih cukup bisa berselancar meski memang agak lambat.

Apa pendapat anda tentang sinyal EDGE? Mungkin pertanyaan saya sudah tidak relevan, apalagi kita sudah di ambang era LTE dan Wimax. Tapi ini kan Indonesia, tahu sendiri bagaimana antara teori dan kenyataan seperti apa. Beberapa ponsel Cina mirip Blackberry masih menawarkan EDGE, beberapa operator seperti Axis juga masih memakai EDGE. Tanggapan anda?

Share

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

5 thoughts on “Uji speedtest Axis : EDGE vs UMTS”

  1. edge bgs, msh bisa diandalkan tp hanya kalo pake ponsel nokia edge class 32. kalo ponsel lain walaupun katanya edge tetap aja lambat spt gprs

Comments are closed.