Uji coba siaran Televisi Digital di Batam

Pada hari ini, Presiden SBY dijadwalkan akan meresmikan peluncuran siaran televisi digital milik TVRI di Jakarta. TVRI resmi bersiaran digital di Jakarta dan Surabaya, serta memfasilitasi uji coba untuk pihak TV swasta di Batam (dan sebelumnya juga di Bandung). Artinya masyarakat di pulau Batam dan sekitarnya sejak tanggal 21 Desember 2010 ini berkesempatan menjajal uji coba siaran TV digital cukup dengan mengarahkan antenanya ke pemancar TVRI Batam di daerah Sekupang. Tentu saja untuk itu masyarakat tetap perlu membeli satu unit Set-Top-Box (STB) sebagai decoder digital seharga 300 ribuan.

 

Ilustrasi

Update kutipan dari situs KPI :

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pemancar siaran digital milik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI yang tersebar di tiga lokasi : Jakarta, Surabaya, dan Batam. Ketiga pemancar digital tersebut diresmikan SBY dari auditorium TVRI di Senayan, Jakarta, Selasa (21/12), di hadapan Dirut LPP TVRI Imas Sunarya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Hampir sama seperti di Bandung, dalam uji coba di Batam dengan pemancar digital Rohde and Schwarz berkekuatan 2,5 kW ini  cuma memakai satu kanal UHF yang memiliki multi saluran yang bisa dipilih, atau tepatnya ada 6 (enam) saluran dimana dua diantaranya sudah ditempati oleh TVRI. Sisanya empat saluran akan diisi oleh siaran TV swasta yang memakai sistem time-sharing alias berganti stasiun setiap satu minggu sekali. Bila tidak ada perubahan, inilah informasi terakhir yang saya tahu mengenai skema pengaturan saluran uji coba di Batam :

  1. Saluran ini diisi oleh RCTI, MNC TV dan Global TV.
  2. Saluran ini diisi oleh Trans TV dan Trans7.
  3. Saluran ini diisi oleh Antv dan TV-one.
  4. Saluran ini diisi oleh Metro TV, SCTV dan Indosiar.
  5. Khusus TVRI
  6. Khusus TVRI

Uji coba kali ini masih memakai parameter teknis yang sama yaitu berkonsep terestrial, free-to-air, memakai format DVB-T dan memakai kompresi MPEG-2. Satu kanal UHF yang ditempati 6 saluran ini diharapkan memberi hasil yang lebih baik daripada di Bandung yang mengisi satu kanal UHF untuk 7 saluran. Namun konsekuensinya memang tidak semua siaran bisa dilihat secara bersamaan, misal anda inginnya melihat RCTI tapi yang sedang tayang adalah MNC TV, maka anda harus menunggu 2 minggu kedepan untuk bisa melihat RCTI. Ke depannya bila siaran TV digital bisa memakai kompresi MPEG-4 diharapkan satu kanal bisa menampung hingga 12 saluran, namun MPEG-4 akan membuat kenaikan biaya di peranti encoder (di pihak penyelenggara) dan decoder (di sisi pemirsa).

Seperti biasa, diskusi atau info penerimaan sinyal ayo tuliskan di kolom komentar berikut ini.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

15 thoughts on “Uji coba siaran Televisi Digital di Batam”

  1. mas, saya punya tv polytron dignity yang katanya bisa menerima siaran digital, koq enggak bisa ya?? posisi saya di jakarta

    1. Kalo siaran analog bisa terima? Coba periksa lagi apa kabel antena sudah terpasang dgn benar, lalu coba scan ulang. Di jabotabek memang uji coba tv swasta sudah berakhir tapi siaran TVRI ada kok.

  2. ujicoba siaran digital di Batam sdh dimulai bbrp hari lalu, namun sampai skrg tidak ada toko2 yang menjual STB. sedih bgt aku….

      1. gak dapat mas, gak tahu malah ada pembagian dvbt. Btw, saking bernafsunya dengan siaran digital. Kemarin memutuskan beli TV digital. Pas lihat siaran digital yang indonesia kok agak pusing ya kepala? Padahal kekuatan sinyal 92, dengan kualitas sinyal 100. Angka itu sama dengan sinyal siaran digital singapura yang saya terima, namun yang singapura kok gak bikin pusing dan gak pecah ya di LCD 42 inchi? Padahal yang saya bandingkan yang sama-sama siaran berkualatas SD lho mas. Sekarang di singapura malah sedang ujicoba siaran 3D. nah yang ini kepalaku agak pusing melihatnya, he he he.

        1. Gak pecah di LCD 42 inci artinya resolusi video singapur sudah pake HD, entah 720 atau 1080. Coba aja, ada berapa konten di satu kanal TV singapur? Paling satu atau dua ya? Kalo uji coba TVRI kan ada 6 konten, wajar aja karena pake resolusi SD yg pas-pasan.

  3. Info dari Kemenkominfo siaran TV Digital di Indonesia format DVB-T (MPEG-2) akan diganti DVB-T2 (MPEG-4). Apakah TV Digital / STB DVB-T akan dapat menerima siaran DVB-T2 …???

    1. Standar DVB-T2 adalah generasi kedua dari DVB terestrial, dgn ciri bisa menampung lebih banyak konten dalam satu kanal. Sayangnya teknologi baru ini membuat penerima DVB-T tidak akan bisa menerima DVB-T2 alias harus ganti alat lagi. Sebaliknya alat DVB-T2 pasti bisa terima DVB-T. Itulah kenapa saya kurang setuju kalau Indonesia pakai format paling baru, toh infastrukturnya aja belum siap.

      1. Keputusan siaran Televisi Digital di Indomesia akan pakai standard DVB-T2 sudah final apa belum ya…??
        Saya rencana mau beli Media Player yg Bulitin DVB-T, jadi ragu nich…, kalau ternyata nantinya siaran Televisi Digital di Indomesia pakai standard DVB-T2. Kan Fitur tsb tidak terpakai (sia-sia). Bgmn menurut anda ?

Comments are closed.