Review : Super Spring SF510 GPS navigator

“Follow me, I have a GPS”

pernah baca stiker dengan tulisan seperti itu di kaca belakang sebuah mobil? Memang memiliki peranti navigasi berbantuan satelit GPS yang terpasang di mobil merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena seakan kita memiliki pemandu jalan yang ‘hafal’ peta selama perjalanan dan tahu kemana kita harus memilih jalan. Kemudahan ini tak lepas dari layanan satelit GPS yang dimanfaatkan berbagai produsen untuk membuat perangkat navigasi di kendaraan, yang bisa menampilkan koordinat dan peta bahkan pemandu suara. Sayangnya untuk menikmati teknologi GPS yang gratis ini masih banyak orang yang ragu karena tetap saja perlu membeli perangkat penerima GPS yang mahal. Untungnya kini ada satu pilihan ekonomis yang tetap layak diperhitungkan untuk bernavigasi, dengan hadirnya produk navigasi GPS buatan Taiwan yaitu Super Spring SF510 yang akan saya ulas secara singkat.

Sekilas SF510

Super Spring SF510 merupakan produk navigasi GPS dengan layar sentuh LCD jenis TFT berdiameter 4,3 inci yang memiliki ukuran piksel 480 x 272 yang secara layar persis dengan Garmin Nuvi 1300. Di dalamnya sudah terdapat chipset SiRF Atlas 5 dengan kecepatan prosesor 600 MHz. Sebagai software telah tersedia Navitel 3.5 dengan panduan suara bahasa Indonesia dan peta dari navigasi.net yang lengkap dan gratis.

Tampak dari foto di atas, meski berukuran cukup mungil namun SF510 ini lumayan tebal. Di sisi atas adalah tombol daya yang berfungsi juga untuk memilih mode sleep. Di sisi kiri nampak adanya port USB, 2.5mm earphone jack, AV-input (tapi tidak berfungsi), SD slot dan lubang untuk soft reset. Sebagai ruang simpan berbagai aplikasi tersedia memori sebesar 4 GB dan RAM 128 MB. Bila ingin menambah memori bisa memakai SD card yang didukung sampai kapasitas 16 GB. SF510 ditenagai oleh sumber daya listrik dari lighter mobil, meski juga memiliki baterai Li-Ion dengan kapasitas 800 mAh. Untuk speaker terdapat di belakang unit SF510 dan suara bisa juga di dengar melalui headphone yang dipasang ke 2.5mm audio jack.

Dalam paket penjualannya terdapat dudukan untuk memasang unit ini di kaca mobil. Aksesori lain diantaranya AC charger, car lighter charger, kabel data dan earphone. Port mini USB berfungsi ganda sebagai jalur data dan juga sumber daya listrik (dan mengisi baterai). Produk seharga 600 ribuan ini dilindungi garansi selama 1 tahun.

Pemakaian

Super Spring SF510 memiliki tombol daya di sebelah kiri atas dan tampilan utama saat dihidupkan adalah seperti ini :

Untuk memulai bernavigasi cukup menyentuh ikon di layar bertuliskan GPS, sementara untuk menu lain tersedia pilihan seperti memutar video, musik, bermain game dan sebagainya. Bila masuk ke menu GPS, tampilan di layar akan dilanjutkan dengan loading software Navitel 3.5. Saat pencarian sinyal satelit GPS dalam kondisi seperti ini perlu waktu antara 1 sampai 2 menit sampai produk ini bisa mengenali posisinya.

Saya sendiri belum familiar dengan Navitel, perlu waktu beberapa saat untuk bisa mengenali menu-menunya yang agak sulit. Meski demikian, struktur menu tiap program navigasi umumnya memiliki kesamaan terutama dalam hal pencarian POI (Point Of Interest) dan preferensi Route. Demikian juga denga Navitel, terdapat beberapa katagori pilihan pencarian seperti pencarian alamat, pencarian di peta, pencarian POI dan Waypoint seperti gambar berikut ini :

Alur langkah memakai peranti navigator GPS pun selalu sama. Pertama tentukan dulu dimana kita berada (harus dapat sinyal satelit GPS), lalu tentukan tujuan (bisa dicari dengan mengetik di layar maupun memakai marker di peta) dan perangkat akan mengkalkulasi dan menentukan rute yang sebaiknya ditempuh.

Ada beberapa pengaturan yang bisa dilakukan pada Navitel di SF510 ini, seperti pengaturan peta, track dan tampilan (lihat gambar di atas). Sebagai info, saat kita belum bergerak, SF510 belum bisa menentukan arah heading kita karena tidak dilengkapi dengan kompas digital. Titik marker posisi kita di peta saat sedang diam berbentuk tanda bulatan. Begitu kita bergerak, barulah perangkat bisa tahu ke arah mana pergerakan kita dan peta akan menyesuaikan dengan arah tujuan kita dan marker posisi berubah menjadi lambang segitiga.

Untuk memulai navigasi, kita perlu menekan ikon bendera ‘papan catur’ di pojok kiri atas yang bertuliskan Mulai Navigasi (lihat gambar di atas). Super Spring SF510 akan melakukan kalkulasi dan lamanya tergantung jauhnya posisi awal dan posisi tujuan, saya jumpai proses ini memakan waktu sekitar 5-10 detik. Begitu navigasi siap dimulai, SF510 akan menyuarakan dengan lantang : ‘Super Spring GPS siap menemani perjalanan anda’. Layar akan menampilkan peta dan indikator penunjang termasuk kecepatan berkendara di pojok kanan atas layar. Di sisi atas peta terdapat beberapa ikon kecil seperti setting display (termasuk ke tampilan 3D), on-off audio, on-off penerima sinyal GPS, perekam jejak dan indikator baterai. Kesemua ikon itu bisa diatur dan dipilih mana saja yang akan tampil di layar dengan mengatur dari setting. Di sisi kiri peta terdapat indikator arah rute tujuan, di sisi kanan terdapat kendali manual untuk tampilan zoom peta, di sisi bawah adalah indikator heading (sebagai penunjuk arah mata angin). Tampilan peta di layar sendiri bisa diatur auto zoom sesuai kecepatan berkendara atau bisa juga auto zoom dinonaktifkan.

Selanjutnya kita tinggal berkendara sesuai peta dan rute yang disarankan oleh SF510 ini. Bila rute yang disarankan ternyata tidak sesuai dengan yang kita mau, bisa saja diset untuk mencari rute lain. Cukup tekan arah panah yang tampak di sisi kiri peta, nanti akan muncul opsi rute yang sedang ditempuh. Atau dalam pengaturan bisa kita atur preferensi kita seperti ingin menghindari jalan tol dan sebagainya. Saya mencoba unit ini dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung pp dan menyempatkan untuk mengunjungi Taman Bunga Nusantara. Sesekali saya juga mencoba untuk melenceng dari rute yang disarankan dan unit SF510 ini dengan cepat melakukan re-kalkulasi dan bisa menyarankan rute lain, meski kadang-kadang justru menyuruh saya untuk berputar balik. Dengan mengandalkan Super Spring SF510 dan peta navigasi.net yang tersimpan didalamnya, akhirnya saya bisa mencapai Taman Bunga Nusantara dengan mengambil alternatif jalan lain yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Lain-lain

SF510 ini sudah didukung dengan teknologi layar sentuh yang cukup baik apalagi mengingat harga jualnya yang relatif murah. Memang layar sentuh di SF510 ini masih berteknologi resistif yang perlu agak ditekan saat menyentuh layarnya. Kabar baiknya, layar SF510 peka terhadap tekanan apapun termasuk kuku dan stylus pen yang memang disertakan. Kabar kurang baiknya, bila ingin menggeser peta dengan cara menggeserkan jari di layar, pergerakannya terasa kurang halus. Namun secara umum kualitas layar LCD pada SF510 ini tergolong baik, dengan kontras dan sudut pandang yang baik dan kecerahan yang bisa diatur sesuai keinginan. Saat memakai SF510 dengan tenaga baterai, ternyata hanya bisa bertahan antara 1 hingga 2 jam saja. Itu dengan kondisi GPS aktif, navigasi aktif dan panduan suara diaktifkan.

Fitur lain yang cukup menarik dari SF510 adalah disediakannya OS Windows CE 6 di unit SF510 ini. Meski bukan untuk menggantikan fungsi Windows di komputer, namun setidaknya unit ini sudah bisa menjadi sebuah semacam PDA bila diperlukan.

Fitur lain yang cukup mengejutkan adalah kemampuan SF510 untuk memancarkan audio melalui gelombang FM sehingga kita bisa menyimpan lagu-lagu MP3 di memori dan didengarkan melalui radio mobil. Sayangnya layar LCD yang cukup besar di SF510 ini tidak bisa dimanfaatkan sebagai monitor video karena unit ini tidak mendukung AV input (meski ada port-nya di samping), jadi jangan harap bisa menghubungkan SF510 ini ke DVD player misalnya. Overall, produk ini cukup membuat saya terkesan dan layak dipertimbangkan bila menginginkan peranti navigasi GPS dengan dana terbatas.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

33 thoughts on “Review : Super Spring SF510 GPS navigator”

  1. Murah banget mas. Belinya dimana ya. Beberapa waktu yang lalu kalau nggak salah harganya sekitar 999rb.

  2. mas gaptek…
    klo GPS buat dipasang di motor kan sekiranya harus tahan cuaca,terlebih air…
    punya referensi ttg itu gak mas?
    makasih sebelumnya…

  3. AV in kalau hobi ngoprek software bisa diaktipkan. Skinnya cuga bisa di acak acak sesuai keinginan kita….
    Barang yg bagus untuk harga segitu………..
    Salam Navigasi

  4. Om sy sdh beli seri yg 410 ii apa bedanya ? trus kalo sering hilang sinyal GPG kenapa ya ?

    1. Seri SF410 itu generasi lebih lama tapi punya layar lebih besar. Secara kelas SF410 kelasnya diatas SF510 dan juga lebih mahal.

  5. mas gaptek….boleh ga saya copy review mas gaptek di lapak jualan saya, kebetulan saya jg jualan GPS Superspring, jadi biar ada pandangan dari calon konsumen jg…..

    makasih sebelumnya

  6. Nice info… Nice review… Thank you brow.. 😉 Jadi tambah yakin beli nih…

  7. permisi mas,,,saya minta ijin copy artikelnya untuk blog saya boleh mas? Terima kasih

  8. Mas Gaptek bagus sekali ulasannya, mohon yang lain diulas juga donk, arahannya murah tapi bagus, terima kasih.

  9. selain lebar layar monitor klo dari fitur ada perbedaan gak yg type sf410 i dengan yg sf 510….

  10. Review yang Bagus…saya baru aja beli karena ulasan di atas, tp saya ingin coba os xp, tp gak tahu caranya. Mohon pencerahan

    1. windows CE mmg dtujukan untuk mini device mas, sprt HP,PDA, PLC dan lainny yg memang tdk memerlukan OS canggih untuk pengoperasiannya. sprtinya kalaupn dipaksa maka OS XP tdk bisa dpsang di produk superspring, krn struktur hardware di dlmx tdk mndkung winXP sprti hardware pada PC/netbook/laptop. smoga membantu.

  11. Kalo lihat di tampilan gambar windows CE, ada icon internet explorer. apakah perangkat ini dapat digunakan untuk browsing juga?

  12. saya baru beli dan sangat membantu untuk mencari alamat. karena ada lubang konektor AV in, sy beli juga kamera parkir dan saya inputkan ke lubang AV in tp gps tdk merespon, apakah betul mmg gps ini tdk bisa menerima sinyal video pdhl lubangnya av nya ada. saya iseng bongkar dan ternyata colokan buat av in betul2 nyambug ke rangakain gps. sekali lagi mohon pencerahan apa mmg gps ini tdk bisa menerima sinyal video? tks berat

Comments are closed.