Polling : Apa saja sih hal teknis yang kalian pikirkan SEBELUM memotret?

Memotret sepertinya mudah, tinggal arahkan kamera dan jepret lalu hasil foto pun bisa dilihat di layar LCD. Tapi mendapatkan foto yang bagus rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Selain dibutuhkan pemilihan obyek yang menarik, waktu yang tepat dan peralatan yang sesuai, masih banyak aspek yang harus melibatkan sang fotografer sendiri sebagai man behind the gun. Apa saja hal teknis yang mesti dipersiapkan dan dilakukan oleh kita sebagai fotografer sebelum memotret untuk mendapat hasil yang lebih baik? Di polling kali ini saya sajikan banyak hal teknis yang tidak semua orang akan terpikirkan saat hendak memotret, coba kalian isi dengan mana saja yang sesuai. Boleh pilih lebih dari satu tapi jawab apa adanya ya, supaya hasilnya relevan.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

24 thoughts on “Polling : Apa saja sih hal teknis yang kalian pikirkan SEBELUM memotret?”

  1. Kalau saya jujur, ndak paham banyak tentang fotografi, jadi asal ada kamera dan baterai serta memori, itu sudah cukup. Sisanya otomatis di lapangan, karena saya tidak paham teori, maka menyesuaikan ISO, lampu kilat dan lain-lain, baru terpikir setelah mengambil satu foto awal, itu pun beberapa adalah eksperimen.

    1. Batre dan memori itu pasti dong, tapi teknis motret kan perlu buat mendapat foto yg baik. Di polling nomor 1 kan ada pilihan mode apa yg mau dipakai, Auto atau Manual. Memang kebanyakan orang akan pakai mode Auto sih.. tinggal jepret beres.

  2. tambahan, ohya, biasanya kalo moto pemandangan saya biasa memperhatikan Framming foto yg saya hasilkan… Apakah frammingnya benar2 tepat dan melihat kerapihan foto saya…

  3. Karena setiap hari saya lebih sering memfoto objek-objek dalam kaedah jurnalistik. Jadinya saya lebih sering memakai mode “A” alias Aparture. Soal “S” Biarlah kamera yang memikirkan bagaimana semestinya. Sah-sah aja kali ya?

  4. yang terpikirkan lebih dahulu adalah cahaya, arah cahaya, dan penampakan di monitor. setelah mendapat gambar yang terlihat bagus dimonitor kamera, baru jepret..

  5. mas aku mau tanya, untuk seorang newbie, untuk pengambilan gambar (montrek sebuah objek) bagusnya pake iso berapa mas agar hasil yang kita inginkan kualitas gambarnya bisa lebih maksimal? trimakasih

      1. Mas Gaptek, aku pengen banget belajar fotografi, makanya aku paksaiin beli canon 1100 d, apalagi setelah baca artikel2 yang menarik di wordpressnya mas gaptek sangat membantu banget infonya buat orang yang newbie seperti aku ini. aku mau tanya mas, bagusnya untuk sebuah foto dengan hasil yang maksimal (bagus/tajam) gambarnya dan noisenya berkurang atau tidak ada sama sekali, standar ISO berapa yang harus aku pake baik di indoor yang mungkin pencahayaannya kurang dan di outdoor yang pencahayaan cukup. makasih mas gaptek

        1. ISO itu mesti disikapi dgn bijak. Kamera kasih kita pilihan, jadi kita harus tau dulu dari pilihan yg ada apa untung ruginya. Misal :

        2. ISO rendah : noise rendah (kualitas gambar terbaik) tapi sensor tidak peka cahaya (perlu shutter lebih lambat, resiko goyang atau malah motion blur
        3. ISO tinggi : noise banyak (gambar jelek) tapi peka cahaya, bisa menyiasati bukaan lensa yg kecil, atau perlu speed tinggi tapi cahaya kurang (misal sport indoor)
  6. kalau saya sblm memotret biasanya memikirkan konsep terlebih dulu,mau seperti apa,bagaimana,tempat serta waktu,saya lbh sering menggunakan mode manual dikarenakan aspek2 yg penting sprti metering,WB,ISO,speed,dan diafragma…

    Saya jg hobby strobist dgn memakai 2 flash untuk mengejar efek awan 😀

  7. klo mau jepret aku liat sikon cahayanya mas bro, ngaruh besar tentang pencahayaan….
    ehh… mas bro klo punya informasi aplikasi take picture langsung dari komputer dengan menggunakan camera poket tolong dishare ya… butuh banget nich soalnya… gak nemu2in…. hehehe…..
    klo mas bro punya share di emailq ya…. pliisss….
    jr.trend@yahoo.co.id

  8. kalau untuk motret benda diam sebelum tekan shutter selalu saya pertimbangkan penempatan titik fokus..

    kalau untuk motret benda bergerak ‘misal mobil berjalan’ selalu saya pertimbangkan shutter speed sebelum tekan shutter..

Comments are closed.