Panasonic Lumix FZ200, kamera superzoom lensa f/2.8 konstan

Di tengah banyaknya kamera baru bermunculan, ada keraguan di benak saya apakah kamera superzoom masih bisa bertahan? Upaya untuk tetap menarik minat pembeli sudah dilakukan oleh berbagai vendor dan yang paling gampang dilakukan sejauh ini adalah menambah panjang lensanya. Kamera superzoom memang didesain untuk bisa menjangkau fokal tele yang ekstra panjang, misalnya diatas 300mm. Permasalahannya adalah, sampai sebatas mana tele yang dianggap cukup buat kebanyakan orang? 500mm, 600mm, atau lebih? Nikon bahkan membuat kamera Coolpix P510 dengan lensa hingga 1000mm, siapa tahu karenanya lantas orang tertarik untuk membeli. 

Bagi yang terbiasa memakai lensa tele tentu paham betul bahwa dalam prakteknya memakai lensa tele itu tidak mudah. Pertama, semakin panjang lensa tele, semakin perlu kita menstabilkan tangan supaya hasilnya tidak blur. Lalu lensa tele umumnya punya bukaan agak kecil, misal f/5.6 yang membuat cahaya kurang bisa ditangkap dengan optimal. Akibatnya, kita terpaksa memainkan ISO tinggi untuk mengimbangi bukaan lensa itu. Masalah lain adalah semakin jauh benda yang akan kita foto, makin banyak gangguan atmosfir yang membuat foto jadi tidak tajam. Taruhlah lensa kita 1000mm mampu menangkap benda jauh sehingga tampak  dekat, namun detilnya tidak akan jelas karena gangguan yang ada di atmosfer (seperti panas, uap air, kabut dsb).

Para profesional yang memakai DSLR, memilih lensa tele bukaan besar f/2.8 meski harga lensanya sangat mahal. Kenapa? Karena lensa bukaan besar bisa membantu mengatasi kendala diatas. Lensa tele dengan f/2.8 bisa memasukkan cahaya lebih banyak dari lensa f/5.6 sehingga mencegah blur, mencegah kita pakai ISO terlalu tinggi dan bonusnya adalah dapat bokeh yang lebih asyik. Oke, lupakan dulu soal bokeh. Kemampuan memasukkan cahaya itu penting bagi lensa tele, buat apa punya lensa tele bukaan kecil yang hanya bisa dipakai memotret di waktu siang hari yang terik saja?

Tidak ada solusi gampang untuk bisa mendapat lensa tele bukaan besar, apalagi sebesar f/2.8 baik di DSLR atau di kamera superzoom. Pemakai DSLR harus merogoh kocek hampir 20 juta untuk bisa memakai lensa 70-200mm f/2.8 dan itupun besar, berat dan ingat : hanya 200mm saja telenya. Di kamera superzoom, tidak ada kamera yang bukaannya konstan f/2.8 di seluruh panjang fokalnya. Dulu sekitar tahun 2004, Panasonic sangat membuat saya kagum dengan produknya Lumix FZ20 yang punya lensa 12x zoom, 35-420mm. Yang bikin saya kagum terhadap kamera 5 MP itu adalah lensa Leica-nya yang punya bukaan f/2.8 konstan dari 35mm hingga 420mm. Setelah hadir penggantinya yaitu FZ30 dan seterusnya hingga terakhir FZ150 di tahun 2011 lalu, tidak ada lagi lensa f/2.8 konstan seperti FZ20 dulu. Panasonic merubah desain lensanya menjadi variable aperture, misalnya f/2.8-3.7 yang jelas mengecewakan.

Oke, jadi poin saya apa? Saya cuma mau cerita kalau peluncuran Lumiz FZ200 kemarin membuat saya antusias, karena akhirnya Panasonic (setelah 8 tahun) membuat lagi kamera superzoom dengan lensa f/2.8 konstan. Inilah yang sebenarnya ditunggu-tunggu banyak fotografer, kamera superzoom dengan lensa f/2.8 konstan. Okelah, FZ200 kan cuma kamera sensor kecil yang hasil fotonya kalah jauh dari DSLR, dan tidak bisa bikin bokeh seperti DSLR. Tapi paling tidak, Lumix FZ200 membuktikan bahwa lensa f/2.8 konstan semestinya masih bisa dibuat, kalau mau. Produsen lain sepertinya tidak mau, mungkin karena biayanya mahal, atau karena tidak begitu menjual secara marketing (siapa orang yang tanya bukaan lensa saat membeli kamera?).

Karena anda sudah membaca tulisan saya sampai sepanjang ini, sebagai pelengkap saya sajikan beberapa fitur andalan dari kamera Lumix FZ200 yang harganya belum diketahui ini.

  • sensor : MOS 12 MP, ukuran 1/2.3 inci
  • lensa : Leica, 24x zoom, 25-600mm, f/2.8 maks
  • memotret sampai 12 foto per detik
  • manual mode, RAW, flash hot shoe
  • LCD lipat 3 inci, viewfinder elektronik yang tajam
  • full HD, stereo, AVCHD dan MPEG4

Sensornya memang kecil, jangan harap keajaiban di ISO 400 keatas. Tapi dengan lensa f/2.8 dalam berbagai kondisi bisa diupayakan memakai ISO rendah, kecuali kalau memang benar-benar kurang cahaya (low light) maka kamera lensa f/2.8 pun tetap harus menaikkan ISO lebih tinggi. Kamera superzoom bersensor kecil memang tidak untuk dipakai di kondisi kurang cahaya 😦

Tapi saya mengacungi jempol untuk Leica yang membuat lensa zoom dari ultra wide 25mm hingga super tele 600mm dalam bukaan konstan f/2.8 maksimum di FZ200 kali ini. Kalau saja pengoperasian zoomnya secara manual seperti di FZ30/FZ50 saya akan lebih speechless lagi. Nyatanya mekanisme zoom di FZ200 dioperasikan dengan menggeser tuas di samping lensa dan motor zoom akan berputar menggerakkan lensa maju atau mundur. Fitur lainnya sih saya rasa tidak perlu dibahas karena sudah tidak ada komplain, semua merupakan fitur khas 2012 yang lengkap, kecuali tanpa fasilitas smartphone wanna be : layar sentuh, GPS atau WiFi.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

18 thoughts on “Panasonic Lumix FZ200, kamera superzoom lensa f/2.8 konstan”

  1. terakhir sy make FZ50 aja sayang dl udah tak jual kok,,, 🙂 skg ada yg “ini” pasti harganya “mengerikan” ya mas,,, oya masuk ke indonesia kapan tuh ??

    1. FZ200 sebagai flagship kamera lumix superzoom pasti mahal, tapi tidak boleh terlalu mahal juga karena saat ini persaingan kamera sangat ketat. Masuk ke pasaran paling cepat 2 bulan kedepan.

  2. hallo mas gaptek, mau nanya nih jika dibandingkan panasonic fz 200 dengan fuji xs1 mana yang lebih bagus….. pilih panasonic karena lensanya f2.8 atau fuji karena sensornya lumayan besar yaitu 2/3, thx jawabannya mas gaptek

    1. Sensor kecil artinya ISO tinggi tidak bisa diandalkan hasil fotonya (kita dipaksa memakai ISO rendah, misal 400 ke bawah). Dengan lensa bukaan f/2.8 dalam berbagai kondisi cahaya lingkungan kita masih bisa pakai ISO rendah (yg lensa bukaan f/5.6 sudah memakai ISO tinggi). Satu lagi keuntungan FZ200 adalah kita bisa memakai fokal tele dengan bukaan f/2.8 yg artinya kita bisa pakai shutter lebih cepat daripada lensa f/5.6, sehingga bisa meminimalisir blur karena fokal tele (ingat rumus 1/panjang fokal untuk menentukan shutter ideal supaya hasil foto tidak blur). Tapi jangan berharap terlalu banyak juga ya, karena ISO tinggi tetap dibutuhkan di banyak kondisi seperti memakai shutter cepat dan kondisi low light.

      Jadi aplikasi kedua kamera agak berbeda menurut saya, FZ200 dgn lensanya yg fix f/2.8 akan sangat menyenangkan selama cahaya cukup dan kita tidak pakai ISO tinggi. Fuji XS1 dgn sensor yg agak besar bisa diandalkan saat low light.

    1. P520 pake sensor kecil 18MP, lensa f/3, tanpa flash hot shoe, tidak bisa rekam RAW dan dijual 4 juta, saya rasa sih kamera ini kurang kompetitif.

  3. mas gaptek, model kamera Panasonic Lumix FZ200 , nicon colpix p520 dan canon sopershot tipe apalahh,, lensanya rusakk!! truss gimanaaa..katanya sih lensa kamera model bgn gk bsa d gantii…!! maklum pengetahuan masih kurng

    1. Lensa tidak bisa diganti memang betul, tapi kalau lensa rusak kan masih ada peluang dibetulin, selama tidak pecah. Biasanya lensa macet atau motornya tidak mau berputar, itu dibawa ke reparasi bisa dicoba diperbaiki kok.

      1. jadi mas!! slain lensa pecah, faktor yg mmbuat kamera ini tdk bisa d gunakan lg ..itu apa mas.. ?? jd agak ragu nih bwt beli kamera.nya 😦

  4. Mas saya mantau review mas lewat blog ini. Saya Ada pertanyaan:

    1) kalau untuk sport fotografi (speed kira21 1/150), dengan cahaya studio TV dari jarak +/- 400 m, apakah hasil fotonya masih cukup terang hasilnya?

    2) Bagaimana kalau dibandingkan dengan CANON POWERSHOT SX40 yang zoomnya lebih dahsyat dan bukaan sedikit lebih besar (2.7)? Harga juga lebih murah Canon.

    Terimakasih sebelumnya, Salam.

    1. Terang gelap sangat ditentukan dari cahaya saat memotret, jadi ini bukan hitung2an eksak seperti kuliah. Untuk membantu supaya foto jadi lebih terang, bisa naikkan ISO. (Asumsi kita sudah putuskan mau pakai speed dan bukaan tertentu yg tidak boleh dirubah).

      Kamera pada umumnhya punya lensa yg bukaannya mengecil saat di zoom. Jadi spt Canon SX40, anda cuma bisa menikmati f/2.7 di posisi wide aja, begitu dizoom bukaannya mengecil bisa sampai f/5.6.

      Kalo lumix FZ200 ini di posisi zoom berapapun bukaan maksimalnya selalu f/2.8 dan itu yg membuatnya istimewa.

      Di kamera DSLR, lensa zoom yg bukaannya konstan f/2.8 adalah lensa mahal, misal 24-70mm f/2.8 dan 70-200mm f/2.8 coba cek di google deh.

Comments are closed.