Berlomba menjadi ‘the best-super-smartphone’ di dunia

Ponsel? Itu dulu. Ponsel cerdas? Harga sejuta juga bisa kebeli. Manusia tidak pernah puas. Saat ponsel cerdas sudah sedemikian murah, kompetisi berlanjut di kancah ponsel cerdas yang super (super smartphone). Berbagai peningkatan ditempuh guna bisa menjustifikasi harganya yang selangit. Tapi mereka yang mampu tentu sangat beruntung karena saat ini dengan membayar 5-7 juta dia bisa dapat ponsel yang super-super canggih. Bandingkan di masa lalu saat ponsel yang mahal hanya bisa buat telepon dan SMS 🙂

Jadilah super-smartphone ini layaknya perlombaan untuk menjadi yang terbaik (atau termahal). Tiap produsen pasti punya produk flagship, alias ponsel paling elit mereka untuk diikutkan dalam lomba tanpa batas ini. Walau spek yang ditawarkan seringkali overkill, tapi mereka harus melakukan itu semua guna mendapat atensi publik (atau pesaing). Jadilah ponsel super ini dibuat dengan spek yang berlebihan seperti ukuran layar, resolusi layar, prosesor hingga kameranya. Satu hal yang tidak terlalu ditingkatkan (karena sudah mentok) mungkin adalah kapasitas baterai.

samsung_galaxy_s_4_htc_one_sony_xperia_z

Sekedar mengenali saja, biar gak dibilang gaptek, inilah ponsel cerdas premium di tahun ini, data per April 2013 :

Samsung Galaxy S4

Layar : 5 inci, 1920 x 1080 piksel (441 ppi)

Prosesor : Snapdragon 1,6 GHz octa-core, 2 GB RAM

Kamera : 13 MP

Fitur utama : prosesor super, Dual video recording, layar super Amoled berlapis Gorilla Glass 3

Minus : desain lama, bodi plastik (tidak terkesan ponsel mahal), tidak ada FM radio

Sony Xperia Z

Layar : 5 inci, 1920 x 1080 piksel (441 ppi)

Prosesor : Snapdragon 1,5 GHz quad-core, 2 GB RAM

Kamera : 13 MP Exmor

Fitur utama : Ponsel super berjenis glass covered body ini punya sertifikasi IP57 yang tangguh dan tahan air.

Minus : dengan layar TFT biasa kecerahan layar kalah dibanding pesaing, tidak bisa lepas baterai

HTC One

Layar : 4,7 inci, 1080×1920 (469 ppi)

Prosesor : Snapdragon 1,7 GHz quad-core, 2 GB RAM

Kamera : Ultra piksel

Fitur utama : Aluminium unibody, OIS / stabilizer optik kamera, stereo speaker front, Beats audio

Minus  : tanpa slot SD card, tidak bisa lepas baterai

LG Optimus G Pro

Layar : 5,5 inci, 1080×1920 (401 ppi)

Prosesor : Snapdragon 1,7 GHz quad-core, 2 GB RAM

Kamera : 13 MP

Fitur utama : layar LG ini paling besar dikelasnya, namun konsekuensinya adalah bobotnya bertambah (172 gram) dan kerapatan piksel sedikit menurun walau masih sangat tinggi (401 piksel per inci).

Minus : berat dan besar (kurang pocketable)

Oppo Find 5

Layar : 5 inci, 1920 x 1080 piksel (441 ppi)

Prosesor : Snapdragon 1,5 GHz quad-core, 2 GB RAM

Kamera : 13 MP

Fitur utama : Ponsel buatan Cina ini menjadi alternatif merk papan atas dengan fitur dan spesifikasi tinggi namun harga lebih terjangkau. Salah satu keunggulan ponsel ini adalah dalam kemampuan frame rate foto dan video yang ekstra tinggi, hingga 120 fps untuk video.

Minus : tidak ada slot micro SD, tidak bisa lepas baterai

Lainnya

Sebetulnya masih ada beberapa super ponsel cerdas lain di pasaran, semisal Apple iPhone 5, Nokia Lumia 920, Blackberry Z10, LG Nexus 4 dan yang baru saja keluar Pantech Vega Iron. Bahkan daftar ini masih bakal terus bertambah karena tiap produsen pasti berlomba membuat produk premium mereka, seperti merk ZTE, Lenovo, Huawei, bahkan mungkin seperti Imo, Mito, Advan atau Cross, siapa tahu kan?

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

2 thoughts on “Berlomba menjadi ‘the best-super-smartphone’ di dunia”

Comments are closed.