Yang merana dan dilupakan akibat serbuan smartphone masa kini

Merana dan terlupakan, mungkin itulah ungkapan yang bisa mewakili kondisi yang dialami mereka yang tersisihkan di era smartphone sekarang ini. Mereka-mereka ini, boleh jadi adalah produk laris di masa lalu ataupun saat ini, tapi makin melorot dalam hal penjualan akibat invasi ponsel cerdas yang bisa melakukan banyak hal.

Kamera saku

Blog saya banyak membahas kamera saku, terutama di awal saya membuat blog ini (2007-2010). Seiring murahnya kamera DSLR, maka kamera saku makin dipangkas harga jualnya. Margin yang menurun ini belum seberapa, kenyataan lebih pahit muncul saat kamera ponsel makin membaik (dalam hal hasil foto maupun resolusi) dan kemudahan berbagi foto instan. Produsen terus berusaha membuat kamera saku tetap menarik untuk dibeli, seperti menambah zoom lensa sampai menambah fitur wifi. Tapi dari catatan penjualan memang tak terbantahkan margin penjualan kamera saku terus menurun. Kodak bahkan sudah undur diri dari dunia kamera digital sepenuhnya.

olympus_vg150

Baru-baru ini Olympus memutuskan untuk mengakhiri kiprah mereka di dunia kamera saku ekonomis, dengan alasan penjualan menurun dari 5,1 juta unit di tahun 2011 lalu drop ke 2,7 juta unit saja di tahun berikutnya. Seri yang dihentikan produksinya adalah kamera saku seri V seperti Olympus VG dan VH yang harganya antara 1 jutaan. Apa yang dialami Olympus ini pada dasarnya cerminan umum yang dialami produsen lain seperti Canon, Nikon, Sony maupun Panasonic. Untungnya Olympus (dan produsen lain) masih punya andalan di segmen kamera saku premium dan kamera mirrorless.

MP3 player

Pemutar musik MP3 player seperti kena ‘karma’ karena dulu dia membuat pemutar musik kaset (seperti Walkman) dan CD (discman) tinggal jadi sejarah. Peranti berbasis memori flash ini memang ideal, tanpa perlu ada mekanik yang bergerak dan berputar, tak perlu berukuran besar dan tak butuh daya besar. Masih ingat iPod dan versi mininya iPod nano? Rasanya itulah puncak kejayaan MP3 player, sekaligus cikal bakal hadirnya iPhone.

Sansa

Lalu sejarah pun berulang. Kita tahu karena ponsel bisa memutar MP3 maka tidak ada alasan lagi untuk memiliki peranti MP3 player khusus, walaupun tidak ada yang melarang kita untuk memilikinya.

GPS

Setali tiga uang dengan MP3 player, peranti mahal di masa lalu yang bernama GPS kini semakin jarang terlihat. GPS dulunya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang bekerja di bidang survey dan navigasi, atau yang serius dalam hobi memancing di laut. Lalu GPS mulai ditingkatkan fiturnya dengan menambahkan peta untuk bisa diaplikasikan di mobil, lengkap dengan turn-by-turn direction. Lambat laun ponsel cerdas mulai menyisihkan fungsi GPS karena sudah dibekali antena penerima GPS, bisa diinstal aplikasi GPS dan bisa diinstal peta.

Garmin

Bahkan bila pun kita tidak mau menginstal aplikasi GPS, peta bawaan Google pun sudah sangat akurat saat ini. Hanya saja peta Google masih perlu koneksi data untuk meloading peta dan data-data lain. Tapi bernavigasi dengan ponsel cerdas ataupun tablet sudah jadi tren yang mudah dan praktis, didukung data lokasi dan POI lengkap dari Google dan bahkan bisa memberi estimasi berapa lama kita tiba di tujuan. Never get lost..

Prosesor desktop

Kalau bicara prosesor desktop, kita langsung ingat Intel dan AMD. Tapi soal popularitas AMD apa boleh buat, memang masih dibawah Intel. Kalau dulu AMD ada di posisi 2 (dibawah Intel), maka kini AMD melorot di posisi 4 dibawahnya Intel, Qualcomm dan Samsung. Ya kita tahu Qualcoom dan Samsung adalah prosesor untuk mobile device platform, sedangkan Intel juga punya platform Atom untuk netbook dan smartphone mendatang.

AMD-Athlon-64

Lalu bagaimana dengan AMD? Nilai bisnis AMD turun 21% di tahun 2012 dengan market share hanya 6,4% saja. Untungnya AMD bereaksi cepat dengan mendesain prosesor tablet untuk konsumen. Adalah AMD A6 ‘Kabini’ yang juga diperuntukkan bagi perangkat tablet maupun PC kelas menengah dengan kinerja yang lumayan tingi.

Lainnya

Masih banyak sebetulnya yang terpinggirkan dari hadirnya smartphone dewasa ini, sebutlah seperti PDA, kamus elektronik, Game Boy, hingga bingkai foto digital (ada yang pernah punya?)

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

2 thoughts on “Yang merana dan dilupakan akibat serbuan smartphone masa kini”

Comments are closed.