Yang berbeda di Android Lolipop

Android Lolipop, atau Android L, atau Android versi 5 adalah OS terbaru yang sedang ramai dibahas. Sepertinya baru kemarin ada Jelly Bean, lalu muncul KitKat dan kini sudah hadir Lolipop ya.  Saya sendiri pakai Moto G yang sudah versi KitKat, dan sempat update OTA ke versi 4.4.4 yang lebih stabil. Tapi tidak lama kemudian, Motorola menawarkan update besar-besaran ke Lolipop. Sebuah kejutan besar karena ponsel saya termasuk yang low-end, dan tidak lumrah tiba-tiba dapat perlakukan spesial bisa update OTA ke Lolipop.

Moto lolipop

Lolipop sendiri bukan sekedar update biasa, dia kini menjadi standar baru Google untuk desain dan coding programnya. Sebut saja misalnya runtime ART menggantikan Dalvik untuk kinerja lebih baik, lalu desain standar yang seragam saat dipakai di ponsel, tablet, TV atau bahkan jam tangan. Desain ini bernama Material Design, terlihat lebih elegan dan simpel :

CallingLoop
Animasi dari material desain baru (sumber : Android Official Blog)

AKhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Saat saya cek System Update dan tersedia pilihan untuk update, saya pun langsung memilih Update. Waktu yang diperlukan cukup lama (kira2 20 menit) dan selama waktu itu ponsel tidak bisa dipakai untuk apapun. Tampilan di layar pun menjadi seperti ini :

10268607_10205124920457084_2949940802677563300_n

Tapi yang namanya update di benak kita kan selalu mendapat yang lebih baik kan? Ya memang pada umumnya betul, tapi dalam hal-hal tertentu update ini juga seperti beradaptasi lagi dan ada sedikit kebingungan, seperti apa, simak terus ya..

Good things :

Bayangkan saat sedang melihat video atau bermain game tiba-tiba ada telepon masuk, maka interupsi ini menjadi prioritas utama dan menghentikan apapun yang sedang kita buka. Di Lolipop tidak lagi, incoming call saat kita sedang memakai ponsel akan muncul sebagai notifikasi di atas, tanpa mengganggu aktivitas.

Incoming call

Lalu kita bisa set pengaturan prioritas untuk privacy, apakah hanya orang tertentu yang bisa menghubungi kita, semua atau tidak ada satupun. Ada juga akun pengguna barangkali kita ingin berbagi ponsel ini dengan adik atau anak, sehingga tidak saling ganggu. Faktor keamanan juga lebih baik dengan dukungan smart watch untuk mengunci ponsel (kalau punya, hehe..).

Hal lain yang baru adalah bisa mem-pin view atau aplikasi, lalu modus penghemat baterai lebih baik berkat project volta, animasi yang lebih baik dan notifikasi berbentuk kartu disaat standby. Tumpukan kartu notifikasi ini bisa kita dobel tap untuk membuka, atau digeser kesamping untuk dibuang.

Kritik :

Pertama yang saya cek setelah update adalah performa dan kompatibilitas aplikasi. Saya rasakan tidak lebih cepat, bahkan beberapa apps malah jadi lebih lemot untuk dibuka, seperti BBM, WA atau FB. Saya juga kena masalah di app yang belum mendukung Lolipop seperti WiFi Camera apps (untuk mengendalikan kamera digital dari ponsel) dan Navitel (untuk navigasi offline). Soal tidak kompatibelnya aplikasi tentu berbeda-beda tidap orang, dan mungkin dengan update aplikasi di masa mendatang soal ini bisa terselesaikan.

Tiga tombol navigasi di bawah layar kini berubah bentuk jadi agak aneh, tombol back jadi segitiga ke kiri, home jadi bulatan dan recent apps jadi kotak. Korban ide material design sepertinya nih, padahal lebih gampang dipahami simbol yang lama lho..

Putih

Tampilan dengan latar putih juga agak disayangkan, karena Kitkat pakai latar hitam yang lebih enak di mata. Fitur Ambient Display juga tidak seperti yang diharapakan, lebih enak set brightness layar secara manual.

Chrome tab berubah jadi recent apps, boleh jadi inilah kegagalan utama Lolipop. Jika kita buka banyak tab di Chrome, yang ada malah masuk ke recent apps berbentuk tumpukan kartu yang membingungkan.

So, saya merasa campur aduk dengan Lolipop. Bangga juga karena ponsel lawas saya bisa duluan kebagian Lolipop (ponsel lain yang lebih baru, lebih mahal bahkan belum jelas kebagian Lolipop atau tidak). Tapi sebal juga karena dalam beberapa hal lebih enak pakai Kitkat. Sudahlah, hal-hal yang perlu adaptasi ya saya terima saja, sedangkan aplikasi yang tidak jalan paling hanya menunggu update-nya. Saya tidak merasa perlu roll-back ke Kitkat karena menurut saya Lolipop adalah awal Android generasi baru, dan saya senang bisa merasakan transisi ini. Anggaplah update dari Android 4 ke Android 5 itu seperti transisi dari Avanza lama ke All New Avanza, hehe..

Ada yang sudah update ke Lolipop? Atau masih menunggu? Share cerita kalian disini yuk..

Update : pada 9 Maret 2015 diumumkan secara resmi Lolipop versi 5.1. Semoga saya kebagian lagi update-nya.. 

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Yang berbeda di Android Lolipop”

Comments are closed.