Review singkat Canon EOS 70D, lensa Sigma 17-70mm HSM dan EF-S 10-18mm STM

Canon 70D adalah kamera kelas menengah pengganti 60D dan diposisikan di bawah 7D dan di atas Canon Rebel (700D, 750D dsb). Diluncurkan pertama kali sekitar 2 tahun yang lalu (2013), kamera ini masih populer sampai saat ini dan dijual di kisaran 11 jutaan bodi saja.

Review singkat ini saya buat karena saya baru saja upgrade ke Canon EOS 70D (sebelumnya pakai Nikon D5100) dan alasan memilih kamera baru ini bukan karena 70D punya hasil foto terbaik atau kinerja tertinggi dibanding kamera lain, melainkan karena 70D punya keseimbangan fitur-kinerja-harga yang paling pas bagi saya. Selain itu ya tentunya kamera yang saya inginkan ini harus mudah dipakai dan ukurannya pas untuk tangan (dan kantong) saya.

DSC_2385 cr

Sensor di EOS 70D adalah APS-C CMOS 20 MP yang hasil fotonya sudah tergolong baik, tapi tidak terlalu istimewa (dalam hal skor DxO mark atau dalam hal jumlah piksel). Kinerja shoot kontinu juga sedang-sedang saja (7 fps), ISO sampai 12.800 dan bodinya juga masih berbalut plastik, bukan magnesium alloy. Canon EOS 70D punya banyak peningkatan dibanding 60D seperti titik fokus dari 9 titik jadi 19 titik, ada dual pixel AF, fitur HDR, ada Auto ISO yang seperti Nikon, dan layar lipatnya mendukung sistem layar sentuh. Saya sempat membandingkan 70D dengan 760D (Rebel T6s) karena banyak kesamaan fitur, tapi akhirnya 70D bagaimanapun tetap lebih layak untuk dipilih. Misalnya karena jendela bidik dari prisma yang lebih nyaman, ada fitur HDR, multiple exposure, AF fine tune, konversi RAW ke JPG di kamera hingga fitur videonya yang sudah ditambah opsi kompresi rendah All-I untuk hasil lebih baik, walau ukuran file jadi lebih besar. Sebagai info, fitur movie servo AF dimungkinkan bila lensa yang dipasang adalah berjenis STM, selain itu maka servo AF akan terlihat kurang mulus transisinya.

DSC_2264 sml
Canon 70D tampak belakang dengan berbagai tombol dan roda kendali

Kendali di kamera 70D sudah cukup lengkap, ada roda di atas dan di belakang, ada pad 8 arah, tapi minus joystick seperti yang ada di 7D. Tombol-tombol di bodi kamera ini cukup banyak, ada tombol AF-ON, beberapa tombol juga bisa diprogram seperti tombol SET dan tombol DOF preview. Sayangnya tidak ada tombol WB dan tidak ada cara memprogram tombol lain menjadi tombol WB. Memilih mode titik fokus bisa dengan menekan tombol kecil dekat tombol jepret, di layar akan berganti dari mode single point, zone AF dan auto area. Mode kamera selain P-Av-Tv-M, juga ada Auto/Creative Auto, Scene, Bulb dan satu custom setting (C).

Beberapa tampilan di layar LCD :

Kustomisasi tombol di 70D
Kustomisasi tombol di 70D
Berbagai pilihan mode titik AF
Berbagai pilihan mode titik AF
Auto ISO seperti di Nikon, ada minimum shutter speed
Auto ISO seperti di Nikon, ada minimum shutter speed
Pengaturan mode HDR
Pengaturan mode HDR
Pengaturan Wi-Fi
Pengaturan Wi-Fi
Pilihan ukuran dan kompresi video
Pilihan ukuran dan kompresi video
Kustomisasi tombol SET, sayangnya tidak ada WB untuk dipilih
Kustomisasi tombol SET, sayangnya tidak ada WB untuk dipilih

Pengujian awal yang sempat saya lakukan :

  • Auto ISO berfungsi seperti yang diharapkan
  • Hasil foto di ISO tinggi hingga 3200 masih baik
  • Kinerja responsif, shoot kontinu terasa lebih cepat dengan 7 fps
  • AF akurat, tidak ada issue mis-focus, AI Servo juga oke
  • movie servo AF berfungsi baik dan sesuai ekspektasi
  • kompatibitas dengan flash eksternal tidak ada masalah, semua fitur jalan
  • wireless flash berfungsi baik dengan memakai built-in flash
  • daya tahan baterai cukup baik, ada indikator persentase juga

Lensa pilihan saya

Beralih dari Nikon ke Canon artinya saya mesti mulai dari nol untuk pilihan lensanya. Seperti biasa, filosofi saya dalam mencari lensa bukan mencari yang terbaik dan termahal, tapi yang murah dan tajam, hehe.. Untungnya terdapat cukup banyak pilihan lensa murah meriah yang berkualitas baik, entah itu buatan Canon ataupun pihak lain.

Perbandingan ukuran Sigma 17-70mm (kiri) dan Tamron 17-50mm (kanan)
Perbandingan ukuran Sigma 17-70mm (kiri) dan Tamron 17-50mm (kanan)

Jadi pilihan saya untuk start awal tentunya adalah lensa kit dulu (untuk sehari-hari), dan satu lagi adalah lensa lebar (untuk pemandangan). Lensa kit bawaan 70D yaitu 18-135mm terasa terlalu mainstream bagi saya, maka saya putuskan beli 70D bodi saja dan dilanjut dengan mencari lensa kit alternatif. Pilihan saya jatuh pada merk 3rd party yaitu Sigma 17-70mm f/2.8-4 DC OS HSM Macro. Lensa ini dipasaran harganya 6 jutaan termasuk hood. Cakupan lensa ini cukup sebagai lensa sehari-hari, ekivalen 28-115mm, ada penstabil getar dan motor fokusnya juga senyap. Foto diatas membandingkan Sigma 17-70mm terhadap lensa lama saya yaitu Tamron 17-50mm, tampak dimensi secara umum sama tapi saat di zoom ke posisi terpanjang maka Sigma 17-70mm jadi agak lebih panjang.

DSC_2276 sml
Canon 70D tampak serasi jika dipadukan dengan lensa Sigma 17-70mm HSM

Yang saya suka dari lensa Sigma 17-70mm ini adalah bukaannya yang bisa mencapai f/2.8 walau hanya di 17mm, tapi lumayan kan. Di fokal lain bukaan maksimalnya masih bisa sebesar f/4 hingga 70mm, sebuah keuntungan 1 stop dibanding lensa lain yang umumnya cuma bisa di f/5.6. Lensa yang termasuk seri Contemporary (C) di line up Sigma ini juga termasuk kecil dan tidak terkesan murahan. Dipasangkan di 70D tampak serasi dan proporsional seperti foto di atas. Kemampuan makro-nya juga mengesankan, di fokal 70mm saya bisa memfokus benda yang dekatnya cuma 5 cm dari ujung lensa.

Penasaran sama fitur OS-nya, berikut saya coba tes sederhana handheld

cr IMG_0112
Uji stabilizer : Lensa di posisi 70mm, shutter 1/20 detik, OS OFF
cr IMG_0113
Uji stabilizer : Lensa di posisi 70mm, shutter 1/20 detik, OS ON

Lensa lain yang saya pilih adalah lensa wide termurah sejagat, yaitu Canon EF-S 10-18mm f/4.5-5.6 IS STM. Harganya 3 jutaan, sudah bisa mencakup fokal 10mm (ekivalen 16mm di full frame) dan ada IS-nya. Hasil fotonya tajam, tidak menyangka lensa murah begini hasilnya bagus juga, cukup untuk kebutuhan dasar foto landscape. Bukaan lensa ini memang kecil, di posisi 10mm saja sudah f/4.5 dan mengecil sampai f/5.6, tapi lensa wide kan umumnya memang bermain di bukaan kecil sampai f/16 jadi hal ini tidak jadi masalah bagi saya.

Lensa murah meriah EF-S 10-18mm
Lensa murah meriah EF-S 10-18mm

Lensa ini punya ukuran filter 67mm, sebagai info harga filter dengan diameter 67mm lebih murah dibanding filter ukuran 72mm apalagi 77mm. Motor STM-nya membantu saya saat rekam video sehingga auto fokusnya bisa mulus, fitur IS juga membantu baik saat foto dan juga rekam video. Dipasang di 70D, lensa mungil ini masih tampak keren dan seimbang :

DSC_2260 sml
Canon 70D dipadukan dengan lensa 10-18mm STM

Kelemahan lensa ini adalah mount dari plastik, tidak ada distance scale untuk manual fokus dan tidak dikasih hood. Bicara soal manual fokus, seperti lensa STM lainnya maka manual fokus di lensa ini adalah elektronik. Jadi sulit untuk memilih fokus ke infinity secara manual, misal untuk foto bintang di langit. Memilih lensa saya analogikan seperti beli mobil LCGC, murah meriah yang penting fungsinya sama. Kalau tidak suka lensa ini, ya Canon juga punya lensa EF-S 10-22mm yang harganya sekitar 2x lipat dari lensa ini, dengan kualitas bodi yang lebih tinggi dan fitur indikator jarak fokus yang lengkap.

Crop untuk melihat ketajaman lensa 10-18mm di posisi fokal 18mm dengan tripod.
Crop foto bola dunia ini ingin melihat ketajaman lensa 10-18mm di posisi fokal 18mm dengan tripod, ternyata tajamnya tidak kalah dengan lensa mahal.

Kesimpulan

Review singkat ini memang tidak menjabarkan dengan detail semua plus minus kamera Canon 70D, hanya mengulas beberapa hal utama saja. Intinya 70D bagi saya adalah kamera yang pas, karena saya (masih) butuh kamera yang ada jendela bidik optik (dan itu artinya kamera DSLR), tapi saya juga butuh kamera yang lebih modern (live view responsif, bisa diandalkan, fleksibel dengan layar lipat dan sentuh, videonya juga oke, ada WiFi juga). Selain itu sistem Canon memberi beberapa opsi lensa yang variatif harganya, salah satunya adalah lensa EF-S 10-18mm IS STM yang diluar dugaan hasilnya oke. Sistem DSLR secara umum juga didukung banyak lensa alternatif dari pihak ketiga, dan Sigma adalah salah satu produsen lensa yang berkualitas dengan berbagai opsi lensa consumer maupun pro/premium. Sigma 17-70mm C OS HSM adalah salah satu lensa yang ideal untuk pengganti lensa kit, tidak mahal juga dan ukurannya masih termasuk sedang.

Bagi yang membutuhkan buklet tentang sepuluh setting penting Canon 70D, bisa mengunduh versi PDF disini (Rp.25.000).

Versi video :

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

37 thoughts on “Review singkat Canon EOS 70D, lensa Sigma 17-70mm HSM dan EF-S 10-18mm STM”

  1. Mas Erwin apakah ada peningkatan kualitas gambar dibandingkan nikon d5100, untuk lensa kit 18-135 terlalu mainstream maksudnya gimana ya.
    terimakasih

    1. Gak ada, malah mungkin bagusan D5100 dikit, karena jaman sekarang kualitas foto DSLR APS-C rata-rata sudah baik. Mainstream ya gitu, udah banyak yg punya 🙂

      1. Mas Erwin Saya juga pengguna canon 700d, saya ingin upgrade dari lensa kit saya yang 18-55 karena hasilnya kurang bokeh dan kurang nendang pada f8 ketajamannya, lebih baik pilih mana antara tamron 17-50 2.8 VC atau sigma seperti punya mas Erwin,saya khawatir pilih takut bad copy, bagaimana dengan sigma apakah bermasalah dengan ring focus yang berputar. terimakasih

  2. Untuk lensa normal, bisa dicoba tantangan memakai lensa2 manual seperti Helios 58mm/f2 atau Super Takumar 55mm/f2 harga relatif tidak mahal tapi tajam dan karakter bokehnya unik.

  3. Mau tanya, rencananya saya mau beli 70d bo. Masih bingung untuk lensanya antara canon 17-40 f4 atau 15-85 is. Saya butuh ketajaman foto yg bagus tapi juga butuh image stabilizer. Mohon sarannya hehehe

    1. Melihat harga keduanya yg hampir sama, saya lebih sarankan 17-40 f/4L, lensa ini walau untuk full frame tapi bisa optimal juga di APS-C. Alasan pilih 15-85mm IS hanya kalau anda perlu IS atau perlu fokal antara 40-85mm. Atau mau coba ambil lensa Sigma 17-70mm seperti saya? 🙂

      1. ganti rencana mas. budget saya 15jt, saya suka foto yg tajam” dan pemandangan. dirumah ada lensa canon 50mm 1.8 sama tamron 70-300 vc. ,minta saran untuk bodynya canon 760d+15-85 apa saya jual semua lensa saya lalu ganti nikon d7100 kit 18-140+nikon 50mm 1.8? mohon sarannya mas

  4. Mas Erwin saya pengguna EOS 500D untuk kebutuhan foto pengantin antar desa, saya mau upgrade lebih baik pilih mana antara EOS 60D,760D pengennya sih kaya mas erwin 70D tapi nanti dana untuk lensanya terbatas,saya baru punya lensa tamron 17-50,canon 50 1.8 dan canon 55-250, menurut mas erwin lebih baik pilih mana, canon 60d semi pro tapi sudah cukup lama tapi 760d entry tapi fiturnya lebih lengkap dari 60d.minta saran nya mas erwin
    Terimakasih

      1. Terimakasih sarannya mas Erwin,Jadi kualitas foto antara 760d,60d,70d perbedaannya tidak terlalu signifikan ya. Untuk lensa 50 1.8 stm kapan masuk indonesia ya dan berapa perkiraan harga nya, lensanya cukup menarik. Oh iya mas erwin punya mirorless tipe apa aja ya.

  5. Saya baru beli 70d pengen beli lensa yg cocok buat praweed terus harganya murah apa ya?
    Makasih masta

  6. Mas Erwin, kalo beli canon 70D yg body only itu accesories nya sdh lengkap ya…? Charger battery, kabel2, manual book, dll..?

  7. Mas erwin, saya punya 70d, tp pakek lensa apa aja hasilnua mis focus. Gak pernah tajem. Knp ya mas. Trmksih..

  8. mas mau tanya kalau lensa yg pas buat video d 70 D apa aja yg wide tapi bisa bokeh” saya punya budget 5 jt an mas .

  9. Mas erwin…Saya mau tanya,saya punya kamera 70d..trus bingung mau milih lensa tamron/sigma
    Saran ny lebih mantep yg mana mas?

  10. Hallo Mas Erwin. Mau nanya nih, tapi out of topic about 70D. Jadi saya mau beli kamera, tapi budget sekitar 5jt, pinginnya sih kamera mirrorless canon eos M10, tapi ditawarin kamera dslr canon eos 1200d. Kalo buat saya yg masih belajar foto dan digunakannya untuk traveling, menurut Mas Erwin mending ambil yang mana?

  11. Mas erwin saya mau tanya kalo untuk foto potrait dan prawed lensa yang di bahas cocok atau engga, bingung mau pilih lensa sigma 17-70, 17-50 atau canon 17-55

    1. Semua cocok, paling disarankan yg canon 17-55mm, atau opsi hematnya ya sigma 17-50mm karena kita tidak pernah tahu kapan perlu bukaan besar f/2.8

        1. Maaf ikut nimbrung..
          Kalo 17-50 f2.8 sama tamron 24-70 f2.8 vc nya mending mana mas erwin? Kebutuhan hampir sama, cuman kadang suka foto2 band manggung jg mas..
          Makasih..

      1. Maaf ikut nimbrung..
        Kalo 17-55 f2.8 sama tamron 24-70 f2.8 vc nya mending mana mas erwin?
        Kebutuhan hampir sama, cuman kdg suka foto2 band perform..
        Makasih..

Comments are closed.