Tren kamera setelah tahun 2016 nanti

Era fotografi punya periode tersendiri. Sebutlah di awal kehadirannya, ramai dengan kamera film, lensa manual dan berbagai format kamera klasik. Di awal era digital hadir (sejak tahun 2000-an) ramailah dengan kamera saku hingga kamera DSLR, tentunya sudah memakai format digital dan populerlah istilah megapiksel.D5500

Di era sekarang, fotografi terpecah dalam banyak kubu, misal untuk kerja, untuk hobi dan untuk travel plus sosmed. Mereka yang bekerja di bidang fotografi membutuhkan kamera handal dengan aneka lighting dan aksesori, umumnya masih mengandalkan DSLR sebagai kamera kerjanya. Penghobi fotografi kini mulai terbagi antara memakai DSLR dan mirrorless, dengan alasan tersendiri. Traveler justru lebih tertarik pada kamera mirrorless yang ringkas, dengan satu dua lensa saja. Untuk yang hobi eksis di sosmed mungkin cukup dengan kamera saku, kamera aksi atau bahkan modal ponsel saja.

Kamera dengan lensa panjang bukaan konstan f/2.8, sensor 1 inci dan pengaturan yang lengkap, membuatnya ideal untuk dipakai liburan

Faktanya, laporan penjualan kamera digital menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun, baik untuk kamera yang bisa ganti lensa, ataupun yang tidak. Penyebabnya diduga adalah ponsel yang hasil fotonya semakin membaik, dan cukup untuk kebutuhan sosmed, travel hingga dokumentasi keluarga. Kamera digital hanya akan dicari oleh pekerja foto, dan penghobi serius. Maka itu tak heran harga kamera terus merangkak naik, demi mengimbangi turunnya demand supaya produsen tetap bisa profit.

Maka tren kamera untuk tahun depan dan seterusnya boleh jadi akan seperti ini :

Kamera DSLR

Akan semakin minim pembaruan (lihat nyaris tidak ada bedanya Nikon D3400 dan D3300, atau Canon 1300D dengan 1200D), penggunanya adalah mayoritas pekerja foto hingga penghobi serius, dan mereka yang mencari kamera dengan value terbaik.

DSC_0262

  • DSLR top end akan tetap dibutuhkan profesional : 1Dx mk II, 5D mk IV, D5, D810 dsb
  • DSLR middle end akan terasa tanggung tapi tetap diminati penghobi serius : 6D, 7D mk II, 80D, D750, D500 dsb
  • DSLR kelas bawah akan tetap dicari oleh mereka yang suka value for money : 1300D, D3400 dsb

Kamera mirrorless

Akan semakin variatif, meningkat di fitur video dan auto fokus, penggunanya lebih banyak ke hobi, travel dan juga filmmaking.

Layar lipat dan bisa disentuh, membuat memotret jadi lebih fun, mau selfie? Bisa..

  • mirrorless top end bakal dicari untuk kebutuhan khusus dan filmmaking : A7S mk II, GH5, GFX 50S dsb
  • mirrorless middle end bakal dicari oleh penghobi serius : A6500, XT2, EOS M5, EM5 mkII dsb
  • mirrorless tanggung masih akan dicari oleh fotografer hobi/travel : A6000, XT10, EM10 mk II, GX85, EPL8 dsb
  • mirrorless kelas bawah akan kurang diminati karena tidak murah juga : XA2, A5100, GF8 dsb

Kamera prosumer / compact

Akan terbagi dalam kelompok yang sangat spesifik (niche), penjualannya mungkin tidak banyak tapi punya spesialisasi tersendiri.

Kamera saku tahan air, tahan benturan dan tahan beku, mungkin cocok untuk liburan anda ke Eropa

  • penyuka satwa liar, birding dsb akan suka superzoom : FZ2000, RX10 dsb
  • penyuka vlog akan suka pocket selfie : GX7 mk II, LX10 dsb
  • fotografer pro/hobi/travel yang perlu kamera cadangan mungkin tertarik dengan kamera saku kelas atas : RX100 mk V, DL24-85 dsb
  • penyuka tantangan akan suka kamera tahan air, atau kamera aksi

Lalu apa yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang?

Walau sifatnya hanya prediksi, tapi berdasarkan analisa dan pengamatan saya dari tren yang ada maka ke depan kemungkinan besar akan muncul tren berikut ini :

  • kamera medium format makin terjangkau (dipelopori Pentax dan Fuji), sensor full frame semakin merakyat, dan sensor 1 inci adalah batas bawah untuk dipakai di kamera saku
  • kamera dan lensa buatan China, murah meriah, akan makin banyak dijual dan menyaingi kamera buatan Jepang
  • kamera DSLR akan memiliki kemampuan rekam 4K, kamera DSLR kelas tanggung akan semakin kurang diminati
  • kamera mirrorless akan lebih banyak dari DSLR, punya fitur yang lebih lengkap (hybrid AF, post focus, layar sentuh, jendela bidik elektronik, 6K video, konektivitas nirkabel akan jadi hal umum di semua kamera mirrorless)
  • kamera 360 derajat akan populer seiring hadirnya era Virtual Reality (VR)
  • kamera spesifik seperti kamera drone, kamera dengan gimbal (seperti DJI Osmo) dan aneka action cam akan semakin murah dan mampu merekam 4K
  • Instant camera akan banyak disukai, karena pemakaian yang simpel dan hasilnya langsung cetak
  • dan terakhir tentunya kamera ponsel akan semakin membaik hasilnya, performanya dan juga fiturnya (seperti instan editing, pengaturan manual dsb) dan ini adalah bad news untuk produsen kamera digital
  • dan inilah pesimisme saya : teknologi baterai masih akan begitu-begitu saja, membuat kecanggihan teknologi jadi tak berguna kalau baru dipakai sebentar langsung low batt😦

Apa prediksi atau pendapat anda? Tulis di kolom komentar ya..

 

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Tren kamera setelah tahun 2016 nanti”

Any comment or question?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s