Olympus E-P1 : kualitas DSLR dalam genggaman

Saat Format Micro 4/3 diperkenalkan pada publik, Olympus sempat memamerkan protoype kamera saku yang lensanya bisa dilepas. Kini, Olympus memenuhi janjinya untuk menghadirkan kamera tersebut yang bernama Olympus E-P1, dengan inspirasi desain dari kamera lama (Olympus Pen series), sensor Four Thirds 12 MP (crop factor 2x) dan format Micro 4/3.

Olympus E-P1 (Digital Pen)
Olympus E-P1 (Digital Pen)

Olympus jadi produsen kedua setelah Panasonic yang meluncurkan kamera berformat Micro 4/3, meski Panasonic (dengan produknya Lumix G1 / GH1) menyasar desain prosumer/SLR like, dan Olympus menyasar desain retro/pocket/rangefinder style. Tanpa lensa terpasang, bodi E-P1 ini dengan mudah bisa diselipkan di saku baju atau celana. Dengan adapter khusus, semua lensa Four Thirds bisa dipasang di kamera E-P1 ini meski saya tidak bisa membayangkan bila bodi mungil E-P1 ini dipasangi lensa tele Zuiko, misalnya. Continue reading Olympus E-P1 : kualitas DSLR dalam genggaman

Lumix DMC-G1, kamera Micro Four Thirds pertama di dunia

Kiprah Panasonic di dunia fotografi yang memakai nama Lumix awalnya cukup asing di telinga. Bukan hanya karena Panasonic tidak punya pengalaman sama sekali soal fotografi di masa lalu, tapi juga karena Panasonic lebih identik dengan perangkat elektronik rumah tangga semisal AC dan mesin cuci. Tapi Lumix yang dari awal kehadirannya konsisten untuk terus berinovasi dan terus memproduksi bermacam kamera baru terbukti mampu meramaikan pasaran kamera digital, bahkan dapat menggoyang penjualan dari para pemain lama. Continue reading Lumix DMC-G1, kamera Micro Four Thirds pertama di dunia