Poll : Seperti apa kamera digital yang ideal menurut anda?

Pertanyaan ini bisa membawa banyak jawaban. Tapi tentu bukan jawaban seperti ‘murah tapi bagus’ atau ‘kamera dengan fitur paling lengkap’ yang saya harapkan karena jawaban semacam itu terlalu umum dan tidak substansif. Kita coba kesampingkan dulu soal fitur dan segala istilah marketing yang kerap membiaskan kita saat menilai sebuah kamera digital seperti kecepatan auto fokus, burst mode, kejernihan layar LCD atau HD movie. Bagi saya, esensi kamera digital yang ideal adalah kamera dengan ukuran kecil, punya ukuran sensor cukup besar dan lensa zoom bukaan besar. Mengapa? Continue reading Poll : Seperti apa kamera digital yang ideal menurut anda?

Canon PowerShot G11, kembali ke jalan yang benar

Berita mengejutkan dari Canon yang mengumumkan kehadiran kamera penerus seri G (prosumer) yang bernama PowerShot G11. Mengejutkan karena pada Canon G11 ini sensor yang dipakai beresolusi 10 MP, padahal di seri sebelumnya (G10) adalah 14.7 MP. Rupanya Canon memutuskan untuk ‘kembali ke jalan yg benar’ dengan mengindari perang megapiksel dan membatasi resolusi di kisaran 10 MP saja. Inilah upgrade pertama dalam sejarah kamera digital yang justru menurunkan resolusi sensor, bukannya menambah. Selain itu Canon juga membuat kejutan dengan mengembalikan layar LCD lipat yang jadi ‘trademark’ seri G yang sempat hilang pada G7, G9 hingga G10. Maka itu G11 ini seakan menjadi kebangkitan kembali Canon seri-G di kancah kamera prosumer saku premium.

Continue reading Canon PowerShot G11, kembali ke jalan yang benar

Nokia N86 : lensa wide 28mm dan resolusi 8 MP dalam sebuah ponsel

Ya..ya… apalah artinya resolusi 8 MP dalam sebuah sensor kecil. Saya sadar kok, ini hanyalah lanjutan dari perang megapiksel babak 2, setelah dulu perang yang sama terjadi pada kamera saku. Tapi setidaknya inilah berita baru di dunia ponsel, dengan lensa wide 28mm yang dihadirkan bersamaan dengan resolusi 8 MP dan variable aperture (selama ini bukaan diafragma lensa pada ponsel itu fixed). Variabel aperture menandakan ada leaf diafragma yang bisa membuka dan menutup mulai bukaan terbesar (misal f/2.8) hingga terkecil (misal f/8).  Bahkan urusan shutter didalamnya pun sudah bersistem mekanik, wow! Tapi tidak cuma urusan kameranya saja yang membuat Nokia N86 ini mengagumkan, simak pula sederet fitur lain seperti desain dual-slide, layar 2,6 inci, 8 GB memory internal, WiFi dan HSDPA. Continue reading Nokia N86 : lensa wide 28mm dan resolusi 8 MP dalam sebuah ponsel

Aneka kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memotret

Sering sekali ada komentar di blog ini menyatakan bahwa dirinya adalah fotografer pemula yang bertanya mengenai kamera apa yang cocok untuknya. Saya agak bingung juga karena yang dimaksud dengan pemula itu sendiri batasnya tidak jelas, bahkan saya pun masih merasa jadi pemula dalam urusan foto-memfoto. Mungkin istilah pemula (dari asal kata : mula / awal / beginner) dalam fotografi bisa dikaitkan dengan fotografer amatir / amateur, atau non profesional / non komersil dan bisa juga pemula diidentikkan dengan mereka yang sedang belajar (teori dan praktek) fotografi. Inipun belum termasuk mereka (yang bisa disebut pemula) yang membeli kamera hanya sekedar untuk urusan dokumentasi keluarga dan tidak mau dipusingkan soal istilah-istilah fotografi. Karena blog ini dibuat dari pemula untuk pemula, maka tulisan kali ini hanya ditujukan untuk sekedar sharing pengalaman seputar aneka kesalahan yang biasa dilakukan oleh fotografer pemula. Continue reading Aneka kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memotret

Tidak ada lensa yang ‘ideal’

Tren larisnya kamera DSLR belakangan ini membuat begitu tingginya rasa ingin tahu kita akan lensa apa yang cocok untuk jadi pasangan si kamera tersebut. Bisa jadi anda sudah banyak mencari informasi di internet seputar lensa yang bakal jadi idaman, dan boleh jadi anda akan banyak dihadapkan pada kekecewaan karena ternyata begitu sulitnya mencari lensa mana yang paling baik buat dipilih. Dari sekian banyak pilihan merk dan jenis lensa, mengapa justru kita seakan-akan jadi kesulitan dalam mencari satu atau dua yang paling disukai? Barangkali satu diantara alasannya adalah karena kita terjebak saat mencari lensa yang ‘ideal’ menurut perspektif kita sendiri. Continue reading Tidak ada lensa yang ‘ideal’

Lebih jauh dengan lensa tele

Apa yang anda bayangkan saat mendengar istilah lensa tele untuk kamera DSLR? Mungkin anda akan terbayang pada lensa besar dan berat seperti yang biasa dipakai para profesional. Sebenarnya apa bedanya lensa tele di kamera saku dan kamera DSLR? Mengapa kamera saku bisa punya lensa yang demikian panjang namun ukurannya kecil, sementara lensa tele untuk kamera DSLR punya rentang fokal yang tampak biasa saja namun ukurannya (dan harganya) luar biasa? Apa saja kiat-kiat memotret memakai lensa tele? Simak semuanya di tulisan kali ini. Continue reading Lebih jauh dengan lensa tele