Mengapa kamera digital berbeda dengan camcorder

Kepraktisan. Ya, itulah yang melandasi tren konvergensi antara kamera digital dan camcorder belakangan ini. Pemikiran simpel yang mengemuka : mengapa tidak dibuat satu perangkat saja : kamera digital yang bisa merekam video (atau camcorder yang bisa mengambil foto). Upaya produsen pun lantas bak gayung bersambut yang mulai menawarkan kualitas video HD pada kamera digital termasuk DSLR, dan di lain pihak camcorder masa kini pun semakin baik dalam urusan memotret / membuat still foto. Sekian waktu berselang, saya tanya pada anda : apakah anda sudah menemui produk yang benar-benar hybrid (sama baiknya dalam urusan foto dan video) ? Rasanya belum ada. Sebaik-baiknya kamera digital membuat video, hasil videonya masih kalah dengan camcorder. Pun sebaliknya, hasil foto dari camcorder masih belum bisa menyamai hasil foto dari kamera digital. Continue reading Mengapa kamera digital berbeda dengan camcorder

Perekam video (berformat) High Definition

Masih ingat Avatar saya? Sepintas memang seperti sebuah handycam, namun berukuran lebih kecil. Gadget yang saya jadikan Avatar ini adalah camcorder pertama dari Sanyo (Xacti C1) yang menggunakan media memory card sebagai sarana penyimpan datanya. Saat itu, kehadiran Sanyo Xacti begitu fenomenal. Bukan saja karena Sanyo bukanlah nama yang banyak dikenal di dunia imaging (video/foto), tapi juga karena keputusan Sanyo yang memakai media penyimpan berupa SD memory card (yang saat itu masih sangat mahaaaal) terbilang diluar jalur media simpan yang umum digunakan (seperti pita miniDV). Continue reading Perekam video (berformat) High Definition