Uji speedtest Axis : EDGE vs UMTS

Sekedar membandingkan, saya menguji kecepatan dari akses internet memakai operator Axis (GSM) dengan hanya berbekal sebuah ponsel 3G. Saya memang memakai Axis untuk sarana koneksi saat mobile (termasuk untuk menulis blog ini) karena tarifnya murah dan koneksinya lumayan stabil. Hanya kekurangannya, jangakauan Axis kebanyakan masih terbatas di kota besar, pun masih banyak dijumpai di tempat tertentu  yang sinyalnya hanya mentok sampai EDGE (masih belum 3G).

Ponsel yang saya pakai punya opsi untuk memilih jaringan, sehingga bisa memilih akan beroperasi di jaringan GPRS (termasuk EDGE) atau UMTS (max. 384 kbps) dan ponsel saya belum mampu sampai 3.5G alias HSDPA (dan Axis pun rasanya belum mendukung HSPDA). Di area kantor, Axis punya sinyal 3G yang bagus, sementara di rumah 3G sangat lemah sehingga saya terpaksa pindah ke EDGE. Nah, mumpung di kantor saya iseng coba menguji kecepatan send and receive data dengan mencoba memakai EDGE lalu saya bandingkan dengan UMTS (3G). Continue reading Uji speedtest Axis : EDGE vs UMTS

Advertisement

LG GW300, ponsel QWERTY modis dan ekonomis

Tak rela hanya menjadi penonton tingginya penjualan ponsel Blackberry wannabe buatan Cina yang dijual seharga satu jutaan, LG akhirnya merilis ponsel tipis dengan keyboard QWERTY yang harganya tidak menguras kantong. Sambutlah LG GW300, yang saat ini penjualannya di-bundling dengan operator 3, konon dilego seharga 1,3 jutaan saja. Strategi LG cukup tepat dengan tidak menjadi pesaing Samsung dengan membuat produk sekelas Valencia, namun justru mencoba meredam pertumbuhan ponsel Cina yanglaris manis berkat keberaniannya dalam menjiplak habis desain ponsel Blackberry, HTC atau Nokia E series. Continue reading LG GW300, ponsel QWERTY modis dan ekonomis