Tren baru : kamera plus GPS

Hadirnya kamera saku dengan antena penerima sinyal GPS terintegrasi tampaknya bakal jadi tren di tahun ini, setidaknya untuk produk kelas elit dari merk-merk papan atas. Setelah Sony meluncurkan Cybershot HX5, yang tak lama berselang Samsung juga meluncurkan HZ35W, kini Panasonic juga meluncurkan Lumix TZ10 (ketiganya sudah dilengkapi GPS). Uniknya, ketiga produk ini juga punya spesifikasi yang hampir mirip (dan sangat baik) yaitu mengandalkan lensa super zoom yang sangat lebar, layar LCD 3 inci dan HD movie. Meski saya bisa saja menulis artikel ini dengan judul : Sony HX5 vs Samsung HZ35W vs Lumix TZ10, namun saya coba fokuskan bahasan hanya di aspek GPS saja. Soal perbandingan fitur ketiga kamera ini saya ulas singkat saja. Continue reading Tren baru : kamera plus GPS

Advertisements

Mengintip data teknis foto lewat flickr

Para pemakai kamera DSLR tentu paham benar kalau tiap jepretan dari shutter kamera (dikenal dengan istilah shutter count) itu akan selalu tercatat, yang mana bila setiap nilai shutter count ini bertambah maka usia shutternya semakin berkurang. Pada angka tertentu, misal 50 ribu kali jepret, dianggapnya shutter kamera telah mencapai usia hidupnya. Lewat dari itu mungkin si shutter masih tetap bisa berfungsi, mungkin mulai rewel atau bahkan rusak. Cara melihat shutter count ini tidak mudah, karena setahu saya tidak ada cara langsung dengan melihat di layar kamera. Shutter count hanyalah satu dari sekian banyak data teknis yang tercatat pada data EXIF foto dan hanya bisa dilihat saat foto dilihat di komputer. Maka itu untuk mengetahui data teknis foto termasuk tanggal pengambilan, olah digital pakai software hingga memastikan apa foto ini asli atau tidak, bisa diketahui dengan melihat file properties dari foto tersebut. Continue reading Mengintip data teknis foto lewat flickr