Mengenal foto High Dynamic Range (HDR)

Salah satu kendala dalam memotret di jaman serba digital ini adalah keterbatasan jangkauan dinamik dari sebuah sensor. Anda tentu kerap mengalami saat memotret di kondisi dengan kontras tinggi, ada saja bagian dari foto yang tampak terlalu gelap (under) atau justru terlalu terang (over). Sensor kamera memang jauh kalah dibanding mata manusia dalam urusan kepekaan dalam menangkap perbedaan terang gelap yang begitu lebar di alam ini, dari teriknya sinar matahari sampai redupnya cahaya lilin di kegelapan. Kondisi ini membuat banyak fotografer mendambakan sebuah hasil foto yang sebisa mungkin mendekati kondisi aslinya, dengan jangkauan dinamis (dynamic range) yang lebar atau biasa disebut dengan HDR. Continue reading Mengenal foto High Dynamic Range (HDR)

Dilema metering dalam penentuan eksposur yang tepat

Fotografi itu tidak bisa lepas dari yang namanya cahaya dan metering. Metering sendiri adalah proses mengukur seberapa terang objek foto supaya kamera bisa mendapat eksposur yang tepat (tidak over, tidak under). Mata manusia punya kemampuan beradaptasi pada berbagai tingkat intensitas cahaya sehingga meski berada di tempat terang atau temaram, mata kita masih mampu memberikan eksposur yang normal. Selain itu, mata manusia pun punya jangakauan dinamis (dynamic range) yang luar biasa baik, kita bisa melihat benda yang punya perbedaan terang gelap yang sangat lebar. Saat memotret, kita dihadapkan pada kenyataan kalau kamera, tak peduli seberapa pun canggihnya, tidak mampu menangkap segala keindahan yang bisa dilihat oleh mata.

Continue reading Dilema metering dalam penentuan eksposur yang tepat

Hal-hal yang mungkin tidak anda ketahui seputar kamera digital

Saat ini hampir semua orang punya kamera digital, minimal kamera yang ada pada ponsel. Kehadiran kamera digital ini sudah banyak merubah cara hidup kita, dengan begitu mudahnya memotret, mengedit, mencetak dan menghapus bila perlu. Tidak perlu beli film, tidak perlu mencuci ke negatif, bahkan foto digital tidak harus selalu dicetak diatas kertas. Dengan hadirnya kemudahan dari alat yang bernama kamera digital ini, hampir sebagian besar diantara kita sudah tidak peduli lagi akan bagaimana cara kerja dari sebuah kamera dan hal-hal teknis apa yang terjadi saat kita memotret. Continue reading Hal-hal yang mungkin tidak anda ketahui seputar kamera digital

Mengatur diafragma dan kecepatan shutter dalam mode manual (M)

Manual mode (dilambangkan dengan huruf M) pada kamera digital disediakan bagi mereka yang ingin berkreasi dengan eksposure dalam fotografi. Intinya, di mode M kendali akan nilai shutter dan diafragma yang digunakan, sepenuhnya ditentukan oleh sang juru potret. Tidak seperti mode lain (P/A/S) yang menjadikan light-meter kamera sebagai penentu referensi eksposure yang tepat, pada mode M ini light-meter hanya menjadi indikator seberapa banyak eksposure yang kita tentukan mendekati eksposure yang dianggap tepat oleh kamera.

exposure_indicator

Kendala memakai mode manual ini adalah kalau salah menentukan eksposure, hasil foto bisa menjadi under-exposed (terlalu gelap) atau justru menjadi over-exposed (terlalu terang). Tujuan fotografi yang baik tentu menghindari adanya over atau under pada sebuah foto sehingga kita perlu bisa mengatur eksposur dengan tepat. Continue reading Mengatur diafragma dan kecepatan shutter dalam mode manual (M)