Rekomendasi kamera digital ‘compact’ harga 5-6 jutaan

Oke, saya tahu ini agak sedikit aneh. Begitu banyak kamera DSLR kit di harga 5-6 jutaan, misal EOS 600D, Nikon D5100 atau Sony A58 yang sudah bisa dibilang lengkap dan hasil fotonya bagus. Lalu buat apa orang membayar 5-6 juta rupiah untuk kamera compact alias kamera kecil? Jawabannya mungkin bisa bermacam-macam, mulai dari kepraktisan, butuh kamera back-up hingga karena suka sama bentuk kameranya. Tapi yang jelas, selalu ada saja orang yang minat akan kamera di segmen ini. Bila anda penasaran dengan rekomendasi saya, langsung aja lihat dalam dua kategori utama daftar yang saya buat. Continue reading Rekomendasi kamera digital ‘compact’ harga 5-6 jutaan

Kamera digital favorit saya di 2009

Tiba saatnya saya menuliskan jajaran kamera digital yang jadi favorit saya di tahun 2009 ini. Sebagai disclaimer, saya nyatakan kalau daftar yang saya buat ini murni merupakan opini pribadi dan bukan merupakan rekomendasi atau panduan belanja untuk pembaca. Anda belum tentu mesti sependapat dengan saya dan adalah wajar  bila diantara kita punya kamera favorit yang berlainan. Di daftar ini saya masih menyusun kamera yang saya favoritkan berdasar kelompok (DSLR, prosumer dan kamera saku), yang masing-masing diisi oleh tiga kamera yang paling saya sukai di tiap kelompok disertai alasan dan fitur singkatnya. Continue reading Kamera digital favorit saya di 2009

Fakta yang perlu diketahui sebelum membeli kamera DSLR

Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia fotografi belakangan ini begitu pesat semenjak semakin terjangkaunya harga kamera DSLR, bahkan beberapa produk DSLR kelas pemula ada yang mencapai kisaran harga lima jutaan. Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus  mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Continue reading Fakta yang perlu diketahui sebelum membeli kamera DSLR

DSLR baru di penghujung tahun 2008

Tanpa terasa, tahun 2008 sebentar lagi akan usai. Sejak event Photokina 2008 berakhir, praktis sudah jarang ada lagi peluncuran produk kamera digital baru. Kejutan justru dilakukan oleh Olympus di bulan November 2008 yang membuat DSLR kelas menengah, dengan nama E-30 bersensor 4/3 LiveMOS 12 MP. Kejutan lainnya (yang tidak begitu mengejutkan) dilakukan oleh Nikon yang akhirnya meluncurkan D3x pada awal Desember 2008, dengan sensor FX 24 MP CMOS. Continue reading DSLR baru di penghujung tahun 2008

Micro Four Thirds : Kompromi DSLR dan kamera saku?

Tahun ini nyaris tidak ada berita besar dalam dunia fotografi digital, sampai kemudian tiba-tiba Olympus mengumumkan rencana besarnya untuk membuat format kamera baru yang bernama Micro Four Thirds, dimana hal ini bisa jadi berita paling menghebohkan dalam dunia fotografi digital tahun ini. Seperti apakah format Micro Four Thirds ini dan bagaimana pendapat saya mengenai format ini, simak terus artikel berikut.

Semua bermula dari sistem format Four Thirds yang dipelopori oleh produsen kamera DSLR Olympus dan Panasonic, dengan memakai aspek rasio bidang foto 4 banding 3 (4/3), yang  berbeda dengan standar aspek rasio DSLR lain yang umumnya 3 banding 2 (3/2). Sensor yang dipakai pada kamera DSLR Four Thirds ini sedikit lebih kecil dari sensor APS-C pada kamera DSLR lain, sehingga lensa Olympus akan mengalami crop factor sampai dengan 2x. Dengan format ini, Olympus telah menghasilkan bermacam seri kamera DSLR dan lensa Zuiko yang cukup populer di kalangan fotografer, terutama bagi pecinta telephoto yang diuntungkan dengan crop factor 2x tadi. Tahun ini Olympus telah memperkenalkan satu lagi format baru yang dinamai Micro Four Thirds, yaitu format 4:3 yang dibuat lebih kecil dan ringkas, namun tetap memiliki ukuran/dimensi sensor yang sama seperti format Four Third biasa. Artinya untuk mewujudkan format baru ini, Olympus dan Panasonic akan menciptakan jajaran kamera baru dan tentu lensa-lensa baru dengan format Micro Four Thirds. Baiklah, untuk lebih jelasnya kita lihat lebih jauh mengenai format baru ini. Continue reading Micro Four Thirds : Kompromi DSLR dan kamera saku?