Cari laptop ekonomis, cermati dulu prosesor didalamnya

Di era tablet PC sekarang ini, keberadaan laptop sedikit banyak mulai tersaingi, khususnya untuk keperluan hiburan dan bermain game. Tapi untuk mendukung kerjaan atau produktivitas, laptop atau notebook masih punya fungsi yang tak tergantikan. Apalagi umumnya harga jual laptop diatas 5 juta rupiah, bandingkan dengan tablet yang bisa dibeli seharga 1 jutaan. kalaupun ada di pasaran laptop di kisaran harga 3-4 juta mungkin bertanya-tanya, apa sebabnya kok ada laptop yang murah. Jawabannya mudah saja, prosesornya pakai yang murah. Eits.. jangan kecil hati dulu, prosesor murah di generasi sekarang bukan prosesor murahan, kinerjanya sudah cukup oke kok. Kita tinjau sama-sama yuk..

4th gen core

Kita kenal dua pabrikan besar untuk prosesor komputer, yaitu Intel dan AMD. Di kelas laptop memang mayoritas dikuasai oleh Intel dengan Core i3 dan i5, yang terbukti punya kinerja bagus dan hemat daya. Tapi Intel juga punya prosesor murah yang juga hemat daya, yaitu misalnya Celeron Mobile seri 1000 (Ivy Bridge, generasi ke-3) dan seri 2000 (Haswell, generasi ke-4), dengan ciri sudah pakai dual core, memakai arsitektur Haswell terbaru dengan teknologi 22nm dan hemat energi. Sayangnya karena nama Celeron di masa lalu dulu identik dengan prosesor kelas bawah yang lambat, maka banyak toko yang tidak memasang nama Celeron dan lebih suka menulis ‘Intel Dual Core’ saja. Pilihan yang ada diantaranya :

  • Celeron 2950M : 2 GHz, 2 MB cache, clock grafis 400 MHz, 37 W (Haswell)
  • Celeron 2980U : 1,6 GHz, 2 MB cache, clock grafis 200 MHz, 15 W (Haswell)
  • Celeron 2555U : 1,4 GHz, 2 MB cache, clock grafis 200 MHz, 15  W (Haswell)
  • Celeron 1005M : 1,9 GHz, 2 MB cache, clock grafis 650 MHz, 35 W (Ivy Bridge)
  • Celeron 1017U : 1,6 GHz, 2 MB cache, clock grafis 350 MHz, 17 W (Ivy Bridge)

Bagi yang belum mengetahui beda antara Ivy Bridge dan Haswell, pada dasarnya keduanya merupakan generasi prosesor yang sama yaitu sudah memakai arsitektur 22 nm, hanya saja di generasi Haswell lebih disempurnakan untuk efisiensi daya dan kinerja grafis, infonya Haswell ditujukan untuk pengguna kelas menengah, sedang Ivy Brigde masih tetap dijual untuk segmen value/low budget. Continue reading Cari laptop ekonomis, cermati dulu prosesor didalamnya

Intel vs AMD di 2011, pertarungan di grafik on-board

Bicara prosesor maka tak lepas dari kedua merk ini : Intel dan AMD. Keduanya bersaing dari dulu sampai sekarang untuk menjadi yang terdepan dan terlaris. Dari segi teknologi keduanya kini sudah sangat matang dengan arsitektur modern 32nm, clock tinggi (sekitar 3 GHz) dan tentunya multi core (antara dua hingga empat core). Namun satu yang agak terlewatkan dari perhatian kita adalah kemampuan grafik on-board yang disuguhkan keduanya, karena bayangan kita terlanjur memandang sebelah mata kemampuan pengolah grafis terintegrasi di prosesor. Padahal kini baik Intel maupun AMD sudah melakukan perbaikan besar dalam meningkatkan kemampuan grafik on-board pada prosesor terbarunya, dengan kinerja yang bahkan bisa mengalahkan kartu grafik terpisah.

Continue reading Intel vs AMD di 2011, pertarungan di grafik on-board

Review : Netbook HP Mini Note 210

Masihkah netbook bertahan di tengah murahnya harga laptop dewasa ini? Dengan keunikannya sendiri, saya yakin dia masih bertahan, apalagi harganya sudah sangat bagus di kisaran 2-3 jutaan. Masih banyak orang yang mencari komputer jinjing yang mungil untuk aktivitasnya, sementara dia juga tidak banyak memerlukan aplikasi kelas berat. Meski nama yang populer untuk netbook di tanah air adalah merk seperti Acer atau Asus, kali ini saya suguhkan review netbook dari satu merk yang kurang identik dengan laptop murah yaitu Hewlett Packard (HP).

Booming netbook yang terjadi saat ini pada awalnya belum diramaikan oleh merk papan atas. Barulah setelah mengamati pergerakan pasar, pemain besar seperti HP, Dell, Toshiba bahkan Sony ramai-ramai ikut terjun di bisnis ini. Salah satu produk netbook dari HP adalah HP Mini Note 210 dengan platform Pine Trail yang sudah mengusung jeroan Intel Atom N450 dan memakai chipset NM10. Sekilas memang tidak banyak perbedaan spesifikasi antara netbook ini dengan netbook generasi lama (dengan prosesor Atom N280 dan chipset 945GSE), namun perbedaan utamanya adalah pada daya tahan baterai dimana Atom baru dengan chipset NM10 ini jelas lebih unggul karena mengintegrasikan memory controller dan grafik GMA3150 pada keping prosesor (bukannya pada chipset). Continue reading Review : Netbook HP Mini Note 210

Barang baru di CES Las Vegas 2010

CES, atau Consumer Electronics Show adalah ajang pameran elektronik tahunan di Amerika yang jadi kesempatan untuk mengenal teknologi baru di awal tahun. Kali ini CES 2010 diadakan di Las Vegas mulai 7 Januari 2010 dan berakhir tepat hari ini. Ajang pameran ini meski bukan khusus fotografi tapi masih didominasi oleh produk kamera digital baru dan selebihnya adalah komputer dan ponsel (ajang pameran fotografi sebenarnya namanya PMA dan akan diadakan bulan depan di California). Untuk mengintip apa saja yang jadi bintang di ajang CES 2010, inilah dia barang baru yang mestinya membuat kita merasa penasaran. Continue reading Barang baru di CES Las Vegas 2010

Intel Atom baru : N450, D410 dan D510 dengan grafik dan memory controller terintegrasi

Kali ini Intel meluncurkan platform hemat daya untuk prosesor Atom dengan nama Pine Trail. Seluruh jajaran produk prosesornya bernama Pineview saat ini diisi oleh Atom N450 (untuk netbook), D410 (untuk nettop) dan D510 (untuk desktop). Yang menjadi pembeda dari seri Atom sebelumnya adalah desain arsitektur kali ini telah memadukan antara grafik prosesor dan memory controller pada prosesor (bukannya pada chipset). Untuk itu, Pine Trail memperkenalkan juga chipset baru yang khusus untuk mendukung Atom Pineview ini yang bernama NM10 Express Chipset. Continue reading Intel Atom baru : N450, D410 dan D510 dengan grafik dan memory controller terintegrasi

Ketika pemain besar ikut membuat netbook

Bahasan soal netbook seakan tak ada habisnya. Kalau di awal kemunculannya, Netbook hanya didominasi merk yang itu-itu saja, lambat laun kompetisi di segmen komputer mungil bertenaga Intel Atom ini mulai memanas. Berbagai merk lain mulai hadir ikut menjajal peruntungan mereka, meski umumnya masih mengusung spesifikasi yang sama. Pasar netbook memang mayoritas ada di negara berkembang yang menuntut harga murah, maka tak heran netbook lantas laris manis terjual hingga lambat laun produsen kelas atas yang tadinya enggan melirik pasar ini akhirnya goyah dan tergoda. Continue reading Ketika pemain besar ikut membuat netbook