Polling : foto ISO 800 terbaik menurut anda

Baru saja DCRP me-review kamera saku Sony DSC-WX1 yang menjadi kamera saku Sony pertama dengan sensor Exmor-R  back-illuminated. Sensor ini secara teoritis diyakini mampu memberi kinerja ISO tinggi yang lebih baik dari sensor CCD/CMOS biasa berkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap cahaya. Artinya, harapan mendapatkan hasil foto yang rendah noise pada kamera saku semakin mendekati kenyataan. Setidaknya usaha yang dilakukan Fuji dengan sensor EXR telah memberi angin segar, dan Exmor-R dari Sony ini juga semakin membuat saya bersemangat. Continue reading Polling : foto ISO 800 terbaik menurut anda

Aneka kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memotret

Sering sekali ada komentar di blog ini menyatakan bahwa dirinya adalah fotografer pemula yang bertanya mengenai kamera apa yang cocok untuknya. Saya agak bingung juga karena yang dimaksud dengan pemula itu sendiri batasnya tidak jelas, bahkan saya pun masih merasa jadi pemula dalam urusan foto-memfoto. Mungkin istilah pemula (dari asal kata : mula / awal / beginner) dalam fotografi bisa dikaitkan dengan fotografer amatir / amateur, atau non profesional / non komersil dan bisa juga pemula diidentikkan dengan mereka yang sedang belajar (teori dan praktek) fotografi. Inipun belum termasuk mereka (yang bisa disebut pemula) yang membeli kamera hanya sekedar untuk urusan dokumentasi keluarga dan tidak mau dipusingkan soal istilah-istilah fotografi. Karena blog ini dibuat dari pemula untuk pemula, maka tulisan kali ini hanya ditujukan untuk sekedar sharing pengalaman seputar aneka kesalahan yang biasa dilakukan oleh fotografer pemula. Continue reading Aneka kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memotret

Lebih jauh dengan lensa tele

Apa yang anda bayangkan saat mendengar istilah lensa tele untuk kamera DSLR? Mungkin anda akan terbayang pada lensa besar dan berat seperti yang biasa dipakai para profesional. Sebenarnya apa bedanya lensa tele di kamera saku dan kamera DSLR? Mengapa kamera saku bisa punya lensa yang demikian panjang namun ukurannya kecil, sementara lensa tele untuk kamera DSLR punya rentang fokal yang tampak biasa saja namun ukurannya (dan harganya) luar biasa? Apa saja kiat-kiat memotret memakai lensa tele? Simak semuanya di tulisan kali ini. Continue reading Lebih jauh dengan lensa tele

Perbandingan ISO : sensor kecil vs SuperCCD vs APS-C

Salah satu faktor utama yang menjadi pembeda antara kamera kelas sensor kecil (kamera saku, kamera super zoom dan kamera prosumer) dan kamera sensor besar (DSLR baik Four thirds, APS-C atau Full-frame) adalah kemampuan memebrikan hasil foto yang lebih bersih pada ISO tinggi. Meski kini semua kamera baru mampu memberikan ISO tinggi, namun bila hasil fotonya dipenuhi noise tentu apalah artinya. Perhatikan kalau noise disini bukan hanya seperti grain layaknya kamera film ASA tinggi, tapi campuran antara luminance noise, chroma noise dan noise reduction yang berlebihan. Hasilnya, selain foto akan tampak berbintik, warna pun menjadi terganggu, plus ketajamaan turun karena noise reduction. Bayangkan, tiga kerugian sekaligus yang didapat saat memakai ISO tinggi. Continue reading Perbandingan ISO : sensor kecil vs SuperCCD vs APS-C

Mengatur diafragma dan kecepatan shutter dalam mode manual (M)

Manual mode (dilambangkan dengan huruf M) pada kamera digital disediakan bagi mereka yang ingin berkreasi dengan eksposure dalam fotografi. Intinya, di mode M kendali akan nilai shutter dan diafragma yang digunakan, sepenuhnya ditentukan oleh sang juru potret. Tidak seperti mode lain (P/A/S) yang menjadikan light-meter kamera sebagai penentu referensi eksposure yang tepat, pada mode M ini light-meter hanya menjadi indikator seberapa banyak eksposure yang kita tentukan mendekati eksposure yang dianggap tepat oleh kamera.

exposure_indicator

Kendala memakai mode manual ini adalah kalau salah menentukan eksposure, hasil foto bisa menjadi under-exposed (terlalu gelap) atau justru menjadi over-exposed (terlalu terang). Tujuan fotografi yang baik tentu menghindari adanya over atau under pada sebuah foto sehingga kita perlu bisa mengatur eksposur dengan tepat. Continue reading Mengatur diafragma dan kecepatan shutter dalam mode manual (M)