‘Picture Style’ pada DSLR Canon dan ‘Picture Control’ pada DSLR Nikon

Anda tentu pernah mengalami melakukan editing foto (olah digital) di komputer karena tidak puas dengan foto yang dihasilkan dari kamera. Mungkin anda tidak puas dengan foto yang terlalu flat (kurang kontras), terlalu soft (kurang tajam), warnanya kurang ‘jreng’ atau tone yang tidak sesuai dengan maunya kita. Masih ingat kan betapa merepotkan melakukan itu semua, terlebih kalau foto yang ingin diedit lumayan banyak. Padahal kita bisa menghindari kerepotan seperti itu bila mau memanfaatkan fasilitas pengolahan digital yang disediakan di dalam kamera DSLR.

Keuntungan era fotografi digital salah satunya adalah kemudahan untuk mengolah secara digital setiap foto yang dihasilkan oleh kamera, bahkan sebelum foto diambil kita sudah bisa menentukan akan dibuat seperti apa ‘gaya’ yang kita sukai, misalnya seberapa tajam, seberapa kontras dan seberapa pekat warna yang akan kita inginkan. Hal semacam ini dinamakan Picture Style (pada kamera Canon), atau Picture Control (pada kamera Nikon). Continue reading ‘Picture Style’ pada DSLR Canon dan ‘Picture Control’ pada DSLR Nikon

RAW vs JPG?

Kalau kita bertanya kepada fotografer profesional, hampir semua menyarankan untuk mengambil foto dalam format RAW, terutama yang memiliki dSLR atau kamera kompak yang memiliki kemampuan merekam file jenis RAW.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa RAW adalah raja. Bahkan kamera digital yang mampu merekam RAW seperti Canon G9, G10, Panasonic LX3,  laris manis meski di bandrol dengan harga jauh lebih tinggi dari kamera kompak yang tidak bisa merekam dalam bentuk RAW. Continue reading RAW vs JPG?