Mengenal tentang Computational Camera

Kamera digital semakin canggih, itu kita semua sudah tahu. Tapi tahukah anda apa faktor yang menyumbang kecanggihan pada kamera masa kini? Ya, komputasi prosesor dan software didalamnya semakin meningkat, seiring kecanggihan manufaktur chip prosesor komputer di dunia. Maka tak heran kalau kamera masa kini bisa memproses data dalam jumlah banyak seperti rekam video 4K, melakukan koreksi foto otomatis, pengenalan wajah dan mata, tracking dan prediksi gerakan dan banyak lagi.

Kamera yang dulu sejatinya hanyalah kotak kosong tertutup (kedap cahaya), yang baru bisa menghasilkan foto bila dipasangi lensa dan film, kini berubah total menjadi peranti rumit dengan tingkat presisi tinggi, sensitivitas cahaya yang sangat baik, punya ketepatan dan kekayaan reproduksi warna hingga mampu menghasilkan foto dan video yang mengesankan. Peran komputer sudah banyak masuk ke kamera masa kini seperti HDR di kamera, sweep panorama, optimalisasi gambar otomatis dsb. Tak heran kalau harganya juga terus naik, sebagai timbal balik dari riset dan biaya pengembangan oleh sang produsen.

003.02

Lalu what’s next? Bila saat ini kamera pun masih punya keterbatasan akibat hukum fisika dan sifat alami optik, maka di masa depan peran komputer di dalam kamera bisa mengatasi semua limitasi yang kita biasa rasakan. Apalagi era AI saat ini mulai dirasakan, chip komputer bukan cuma menjadi pengolah data berkecepatan tinggi tapi juga mulai punya kecerdasan sendiri, mengenali bentuk, skala, perspektif, fokus, warna dan hal-hal lain yang berkaitan dengan elemen visual. Continue reading Mengenal tentang Computational Camera

Advertisements

Tren kamera setelah tahun 2016 nanti

Era fotografi punya periode tersendiri. Sebutlah di awal kehadirannya, ramai dengan kamera film, lensa manual dan berbagai format kamera klasik. Di awal era digital hadir (sejak tahun 2000-an) ramailah dengan kamera saku hingga kamera DSLR, tentunya sudah memakai format digital dan populerlah istilah megapiksel.D5500

Di era sekarang, fotografi terpecah dalam banyak kubu, misal untuk kerja, untuk hobi dan untuk travel plus sosmed. Mereka yang bekerja di bidang fotografi membutuhkan kamera handal dengan aneka lighting dan aksesori, umumnya masih mengandalkan DSLR sebagai kamera kerjanya. Penghobi fotografi kini mulai terbagi antara memakai DSLR dan mirrorless, dengan alasan tersendiri. Traveler justru lebih tertarik pada kamera mirrorless yang ringkas, dengan satu dua lensa saja. Untuk yang hobi eksis di sosmed mungkin cukup dengan kamera saku, kamera aksi atau bahkan modal ponsel saja.

Kamera dengan lensa panjang bukaan konstan f/2.8, sensor 1 inci dan pengaturan yang lengkap, membuatnya ideal untuk dipakai liburan

Faktanya, laporan penjualan kamera digital menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun, baik untuk kamera yang bisa ganti lensa, ataupun yang tidak. Penyebabnya diduga adalah ponsel yang hasil fotonya semakin membaik, dan cukup untuk kebutuhan sosmed, travel hingga dokumentasi keluarga. Kamera digital hanya akan dicari oleh pekerja foto, dan penghobi serius. Maka itu tak heran harga kamera terus merangkak naik, demi mengimbangi turunnya demand supaya produsen tetap bisa profit.

Maka tren kamera untuk tahun depan dan seterusnya boleh jadi akan seperti ini : Continue reading Tren kamera setelah tahun 2016 nanti

Rekomendasi kamera buat liburan

Wah tak terasa sudah bulan Desember aja, artinya bentar lagi liburan.. Buat yang mau jalan-jalan tapi belum ada kamera, atau mau ganti kamera biar lebih seru liburannya, kali ini saya sajikan rekomendasi dan opini pribadi untuk memilih kamera digital.

Smartphone

Well, anda cuma ingin mengabadikan liburan anda dengan ponsel cerdas? Serius? Tapi bila memang begitu keadaannya ya tidak mengapa. Ponsel cerdas saat ini sudah punya hasil foto yang baik, bisa dipasang ke tongsis, dan mudah di bagi ke sosmed. Ingat juga sensor di ponsel itu kecil, lensanya umumnya fix dan pengaturannya terbatas.

Walau ponsel tapi lensanya dari Zeiss, kebayang kan tajamnya..
Walau ponsel tapi lensanya dari Zeiss, kebayang kan tajamnya..

Saran : ponsel premium akan selalu memberi hasil foto yang lebih tajam, berkat sensor berkualitas dan lensa yang bening. Pilihan seperti iPhone6, Samsung Galaxy kelas atas (S6, Note4 dsb), Sony Z5 dan LG G4 biasanya tidak pernah mengecewakan. Piihan lain yang lebih terjangkau tapi sudah cukup oke hasil fotonya diantaranya seperti HTC, Lumia (Microsoft XL) dan merk lainnya. Ponsel dari China biasanya punya kamera yang kurang baik walau pikselnya diklaim banyak.

Kamera saku

Segemen kamera saku dulu berjaya saat kamera ponsel belum populer. Saat ini bila anda mencari kamera saku pastikan adalah kamera saku yang spesifik, misal punya lensa bukaan besar, punya sensor cukup besar atau punya bodi tahan air/bisa dipakai menyelam.

Kamera saku tahan air, tahan benturan dan tahan beku, mungkin cocok untuk liburan anda ke Eropa
Kamera saku tahan air, tahan benturan dan tahan beku, mungkin cocok untuk liburan anda ke Eropa

Saran : Canon G7X dan Sony RX100 punya lensa bukaan besar dan sensor 1 inci, memberi hasil yang lebih baik dari kamera saku biasa. Untuk kamera tahan air ada Canon D30, Olympus Tough, Nikon AW130 yang juga menarik.

Action cam

Inilah segmen baru yang lagi populer sekarang, khususnya sejak muncul pesaing-pesaing GoPro. Lucunya banyak orang membeli Action Cam untuk dijadikan kamera saku, atau kamera tongsis, padahal Action cam sebetulnya untuk berpetualang di alam liar yang memacu adrenalin. Maka itu disediakan aksesori untuk menempelkan kamera ini di sepeda, di helm sampai di drone.

Sebuah action cam dibungkus dengan casing kedap air
Sebuah action cam dibungkus dengan casing kedap air

Saran : Action Cam seperti GoPro atau Sony memang pilihan yang baik bila dananya ada, tapi altenatif sekarang sudah lebih banyak seperti SJCam 4000, Brica BPro dan Yicam dari Xiaomi.

Prosumer

Dulu kamera jenis prosumer juga laris, karena DSLR masih terlalu mahal. Kini prosumer semakin terbatas, tapi anda tetap bisa pilih kamera jenis ini kalau suka pengaturan manual, suka lensa panjang tapi dana terbatas. Kualitas foto dari kamera prosumer termasuk biasa saja, diatas kamera saku tapi dibawah kamera DSLR.

Kamera dengan lensa panjang bukaan konstan f/2.8, sensor 1 inci dan pengaturan yang lengkap, membuatnya ideal untuk dipakai liburan
Kamera dengan lensa panjang bukaan konstan f/2.8, sensor 1 inci dan pengaturan yang lengkap, membuatnya ideal untuk dipakai liburan

Saran : Kamera prosumer yang saya sukai adalah Lumix FZ1000 dan Sony RX10 mark II. Keduanya punya lensa dan sensor cukup baik dibanding pesaingnya.

Mirrorless

Kamera mirrorless menjadi solusi bagi yang ingin dapat kualitas DSLR dalam ukuran lebih kecil. Walau begitu lensa kamera mirrorless juga sebagian sama besarnya dengan DSLR, pertimbangkan juga kombinasi yang tidak umum ini (bodi kecil, lensa besar). Tips dari saya saat memilih kamera mirrorless untuk liburan adalah carilah kamera yang fun (kecil, mudah dipakai, bisa flip LCD untuk selfie), ada WiFi (untuk dipasang di tongsis atau untuk berbagi ke sosmed) dan hasil fotonya tetap baik (sensornya ukuran standar DSLR).

Layar lipat dan bisa disentuh, membuat memotret jadi lebih fun, mau selfie? Bisa..
Layar lipat dan bisa disentuh, membuat memotret jadi lebih fun, mau selfie? Bisa..

Saran : Setiap mirrorless entry level pada dasarnya disarankan, misal Sony A5100, Fuji X-A2, Samsung NX500 atau Canon EOS-M3. Opsi lain dari Micro Four Thirds ada Panasonic Lumix GF7 atau GM1 yang mungil.

DSLR

Dulu orang travelling dan liburan ya membawa DSLR, tapi kini sejak banyak pilihan lain, pengguna DSLR untuk liburan semakin berkurang. DSLR lebih banyak dipakai untuk kerja, seperti foto produk, potret model atau penghobi yang suka foto landscape hingga satwa liar. Tapi bila anda suka membawa DSLR untuk jalan-jalan, carilah yang ukurannya cukup kecil dan ringan, dengan lensa kit yang juga masih kecil atau lensa fix maka DSLR masih nyaman untuk jalan-jalan dan liburan.

DSLR yang kecil, layar lipat dan sentuh juga menyenangkan untuk dipakai liburan
DSLR yang kecil, layar lipat dan sentuh juga menyenangkan untuk dipakai liburan

Saran : Canon 760D merupakan DSLR yang saya suka karena kontrolnya seperti kamera pro (ada dua roda) dan bisa live-view setara mirrorless, lalu ada juga opsi dari Nikon yaitu D5500 yang punya bodi ringkas dan auto fokusnya jago mengatasi keadaan subyek bergerak.

Siapkan gear anda, pelajari bagaimana memakainya dengan benar dan selamat liburan..

DSLR dulu, sekarang dan nanti (analisa dan prediksi)

Kamera DSLR saat ini sepertinya masih jadi incaran utama fotografer dan penghobi foto, selain tentu kini mulai ada juga pilihan kamera selain DSLR bahkan termasuk ponsel cerdas yang semakin baik hasil fotonya. Walau begitu saya melihat situasinya agak berbeda antara sekarang dengan dulu masa-masa DSLR menjadi kamera primadona setiap orang.

Coba lihat fakta-fakta kamera DSLR berikut ini :

  • produk baru terus keluar, walau produk lama sebetulnya masih sangat baik spek dan fiturnya
  • semakin sedikit peningkatan yang didapat dari DSLR terbaru, karena desain DSLR memang evolusi dari kamera film konvensional (cermin, prisma, shutter mekanik dsb) update : duo DSLR termurah Canon 1300D dan Nikon D3400 sudah muncul, dengan sedikit sekali peningkatan di banding produk sebelumnya
  • harga DSLR terbaru semakin naik, juga disokong tidak berdayanya rupiah kita terhadap dolar (1$ = Rp. 13.500 saat tulisan ini dibuat)

Saya pikir hal ini membawa dampak kurang baik bagi kedua belah pihak, konsumen dan produsen. Bagi konsumen, harga DSLR pemula terbaru saat ini bahkan bisa mencapai 9 juta (kit) atau 8 juta (bodi saja). Kalau dana tidak mencukupi, konsumen terpaksa melirik produk lama (generasi 2-4 tahun kebelakang) dan umumnya bisa ditebus seharga 6 jutaan.

70D vs 760D
70D bersanding dengan 760D, banyak kemiripan fitur, bahkan beberapa diantara fitur 760D justru lebih modern dari 70D.

Bagi produsen (Canon dan Nikon khususnya), tekanan dari kamera mirrorless dan kamera ponsel juga terus mengganggu market share mereka. Tapi terlepas dari itu, saya mau menunjukkan betapa pusingnya pihak produsen menentukan harga jual produk-produknya di pasaran :

  • Canon 760D sudah ada, harga 8,2 juta bodi saja (bersamaan dengan 750D seharga 7,5 juta). Tentu Canon berharap kedua Rebel baru ini akan laris manis, tapi disaat yang sama 700D dijual 6 jutaan saja. Alih-alih fokus menjual yang baru, produk lama bahkan sampai 600D pun masih banyak dijual di toko. Bahkan 60D pun masih diminati sampai sekarang, dan banyaknya pilihan di kisaran harga yang sama ini bakal membingungkan buat pembeli juga.
  • Nikon D5500 kit juga sudah hadir, harga 9,15 juta, dan terpaut 100 ribu saja dengan D5300 kit. Aneh? Ya logikanya siapa yang mau ambil D5300 kalau begitu (bedanya lumayan banyak, termasuk ada layar sentuh). Tapi baik D5300 dan D5500 menurut saya kemahalan untuk DSLR pemula, dulu saya beli D5100 saja 5-6 jutaan. Saat ini anggap anggaran yang ada adalah sama yaitu 5-6 jutaan, maka kita cuma bisa dapat D5200 saja. Harga 9 juta itu mendekati angka psikologis 10 juta, dan disitu sudah mendekati D7100 (bodi saja) sudah bisa dibeli dengan 12 juta.

Continue reading DSLR dulu, sekarang dan nanti (analisa dan prediksi)