Pentax K-7 : hadir untuk meramaikan persaingan DSLR kelas semi-pro

Peluncuran produk DSLR merk papan atas Canon dan Nikon seringkali dilakukan berbarengan. Di lain pihak, persaingan dua merk ‘oposisi’ Sony dan Pentax¬† juga tak kalah panas. Baik Sony dan Pentax juga menginginkan ‘kue’ penjualan yang tinggi di kelas DSLR sensor APS-C utamanya DSLR kelas low-end dan kelas mid/semi-pro. Bila kemarin Sony baru saja meluncurkan (sekaligus) tiga produk DSLR baru mereka, maka kini giliran Pentax yang baru saja mengumumkan sebuah DSLR kelas semi-pro baru (penerus K-20D) yang bernama Pentax K-7 (tampaknya tahun ini banyak yang menyukai angka 7 ya….). Pentax K-7 ini ditujukan untuk mengemban misi maha berat karena harus menjaga persaingan dengan banyak produk seperti Nikon D300 (dan bakal penerusnya nanti : D400?), Nikon D90, Canon 50D, Olympus E-30, S0ny A700 dan Sony A380 (yang baru saja diluncurkan). Continue reading Pentax K-7 : hadir untuk meramaikan persaingan DSLR kelas semi-pro

Canon 500D vs Nikon D5000

Tahun 2009 ini ternyata adalah tahun perang mode video pada digital SLR. Bermula pada akhir tahun lalu dengan peluncuran Canon 5D mark II dan Nikon D90, tahun ini kemampuan merekam video ini ternyata diturunkan ke kamera kamera untuk pemula yaitu Canon 500D dan Nikon D5000. Hal ini tentunya sangat menguntungkan buat pencinta fotografi, karena bisa mengeksplorasi media video selain fotografi biasa. Selain itu, fitur kamera semakin berkembang seperti setting ISO yang lebih tinggi dan bersih dari noise, resolusi gambar, dan lain-lain.

Di lain pihak, peluncuran kamera pemula seperti Canon 500D dan Nikon D5000 hampir disaat yang bersamaan tentu membuat bingung pemirsa, selain namanya sama-sama mengunakan angka 5, 0 dan huruf D, sama-sama memiliki kemampuan merekam video, dan punya harga jual yang hampir sama. Lalu kamera manakah yang paling cocok? Continue reading Canon 500D vs Nikon D5000

Canon EOS 500D : DSLR entry-level pertama dengan fitur movie

Kalau ditanya kamera DSLR apakah yang pertama kali memperkenalkan fitur movie, jawabannya tentu adalah Nikon D90. Nah, sejak saat itulah fitur yang semula tidak terbayangkan akan ada pada kamera DSLR ini akhirnya menjadi tren baru DSLR modern. Canon sendiri mengimplementasikan fitur movie ini pada EOS 5D mark II, kamera high-end berformat full frame dari Canon. Bila Nikon D90 dianggap mewakili kelas menengah dan EOS 5D mark II mewakili kelas atas, maka timbul pertanyaan apakah fitur movie juga akan dibenamkan di kamera DSLR kelas entry level? Olympus E-630 pun tak memberikan fitur movie ini, tidak juga pada pemain lama seperti EOS 450D, Nikon D60, Sony A200/A300 ataupun Pentax K200D. Continue reading Canon EOS 500D : DSLR entry-level pertama dengan fitur movie