Mid level mirrorless : Sony A6000 atau Olympus EM-10?

Kamera mirrorless kini makin menarik untuk dipilih karena pilihan yang beragam dan fitur yang meningkat. Segmentasi yang dibuat oleh masing-masing produsen juga semakin jelas. Sebagian fotografer serius setidaknya akan melirik spek dan fitur di kamera mirrorless segmen menengah (mid level) dan tidak tertarik dengan produk yang ada di segmen pemula (entry level). Alasannya biasanya karena kamera di segmen pemula agak minim fitur dan tombol serta kinerja yang kurang mantap, bahkan hal yang penting seperti jendela bidik biasanya tidak akan ditemui di kamera mirrorless pemula.

Saya cermati tidak setiap merk punya segmen menengah yang jelas, seperti Lumix GX7 yang lebih cocok disebut kamera kelas atas (flagship), atau Lumix G6 yang bentuknya terlalu mirip DSLR. Sedangkan Fujifilm memang punya Fuji X-E2 yang walau digolongkan sebagai kelas menengah Fuji (dibawah Fuji X-T1) tapi harga jualnya cukup tinggi. Samsung NX300 cukup oke tapi saya lebih tertarik dengan NX30 yang punya jendela bidik, tapi NX30 harganya masih diatas 12 juta. Tinggal Sony dan Olympus yang masih punya produk menengah yang betul-betul berada di posisi tengah, fiturnya juga sudah cukup lengkap (plus jendela bidik) dan harganya juga di kisaran 10 jutaan.

Sony A6000 vs Olympus EM-10

Jadilah disini saya akan bahas Sony A6000 melawan Olympus OM-D EM-10. Keduanya punya kesamaan seperti jendela bidik optik 1,44 juta dot, layar lipat, WiFi dan lampu kilat built-in. Harganya per April 2014 ini di Tokocamzone adalah 12,4 juta untuk Sony A6000 dobel kit (16-50mm dan 55-210mm) sedangkan Olympus EM-10 dijual 12,2 juta dobel kit (14-42mm dan 40-150mm) yang mana sangat value deal karena kalau beli bodi saja kisarannya adalah 9 jutaan (jadi untuk dapat 2 lensa cukup tambah 3 jutaan). Continue reading Mid level mirrorless : Sony A6000 atau Olympus EM-10?

Advertisements