Lumix DMC-LX3, prosumer saku dengan lensa cepat

Panasonic baru saja mengumumkan peluncuran jajaran kamera Lumix terbarunya, yaitu :

Kamera digital favorit saya di 2008

Masih ingat blog saya berjudul : Kamera digital favorit saya di 2007? Sangat menyenangkan saat mengetahui antusiasme pembaca yang begitu tinggi terhadap blog tersebut. Dengan hadirnya bermacam kamera baru di tahun 2008 ini, rasanya saya perlu menulis lanjutan blog terdahulu supaya dapat tetap update dan informatif bagi pembaca. Pada kesempatan kali ini, katagori kamera saku dan kamera wide saya lebur menjadi satu supaya lebih praktis. Selamat membaca… Continue reading Kamera digital favorit saya di 2008

Dilema : Pilih Prosumer atau DSLR?

Pada forum Chip yang membahas fotografi terdapat sebuah thread yang cukup menarik. Sang penanya rupanya hendak membeli kamera untuk belajar fotografi, dan dia terganjal oleh dilema klasik : pilih kamera prosumer atau kamera SLR digital. Rupanya memang dilema ini banyak dialami oleh para penggemar motret-memotret yang merasa sudah mulai memahami dasar fotografi digital dan ingin melangkah lebih jauh mengeksplorasi dunia fotografi. Biasanya mereka sudah pernah memakai kamera saku (point and shoot) dan menyadari bahwa kamera jenis ini banyak mengalami keterbatasan akibat semua settingnya yang serba otomatis. Saat selanjutnya mereka ingin membeli kamera lagi yang lebih pro/advanced (dan sebaiknya memang demikian), tibalah mereka pada dilema ini. Saya coba membuat semacam panduan dan perbandingan yang mudah-mudahan dapat memberi jalan keluarnya… Continue reading Dilema : Pilih Prosumer atau DSLR?

Prosumer strikes back!

Akankah tahun 2008 ini menjadi ajang kebangkitan kembali kamera digital kelas prosumer? Tahun lalu saat DSLR mulai menempel ketat kamera prosumer dengan produk DSLR murah meriah, perkembangan prosumer seakan diam di tempat. Tercatat hanya ada beberapa produk baru yang muncul di pasaran, dan itupun spesifikasinya masih kurang memuaskan. Banyak pengamat akhirnya meramalkan bahwa nasib prosumer akan tamat riwayatnya akibat sulitnya bersaing dengan DSLR murah meriah tadi. Tapi nanti dulu, kamera prosumer sesungguhnya masih memiliki harapan untuk bertahan. Masih banyak orang yang menginginkan sebuah kamera prosumer daripada membeli sebuah DSLR dan perangkat lensanya. Continue reading Prosumer strikes back!

Nikon Coolpix 8800VR, sang prosumer legendaris

Coolpix 8800

Bagi yang sempat mengunjungi pameran fotografi ‘Focus 2005’ di JCC Senayan, mungkin masih ingat dengan foto diatas. Sebetulnya saya secara tidak sengaja menemukan foto ini saat iseng-iseng membuka kembali koleksi foto-foto lama saya. Tiba-tiba saja saya ingin upload foto ini disini, sekedar mengenang masa-masa kejayaan prosumer di era 2005 silam. Bukan, foto ini bukanlah foto DSLR Nikon yang biasa kita temui dengan mudah saat ini. Meski nampak mirip dengan DSLR, ini adalah kamera prosumer legendaris dari Nikon dengan 10x zoom VR, resolusi 8 MP dan bodi berbahan magnesium-alloy. Saat itu, adalah tidak mudah bagi kebanyakan fotografer pemula untuk dapat memiliki DSLR. Pilihan lebih rasional bagi mereka yang dananya terbatas tentu saja adalah prosumer seperti buatan Nikon ini (sekitar 5 jutaan saat itu). Continue reading Nikon Coolpix 8800VR, sang prosumer legendaris

Prosumer lensa zoom 18x, mantap…

Pernahkan Anda membayangkan suatu lensa zoom yang ideal untuk kebutuhan fotografi Anda? Dengan lensa ini Anda ingin mendapat angle wide yang dramatis, namun pada kesempatan lain Anda juga ingin mengambil foto tele dari seekor burung yang hinggap di pohon. Berapa jangkauan lensa yang Anda anggap ideal? Untuk mendukung kebutuhan wideangle minimal lensa tersebut harus bisa mulai dari 28mm, namun untuk urusan tele dibutuhkan panjang fokal diatas 200mm. Lantas, apabila ada kamera yang lensanya memiliki jangkauan mulai dari 28mm hingga 500mm (atau 18x zoom), bagaimana mungkin Anda tidak tertarik?

Continue reading Prosumer lensa zoom 18x, mantap…