Lima ponsel Android kelas menengah yang hadir di penghujung 2011

Perkembangan ponsel cerdas dengan OS Android sangat pesat. Selain versi OS yang terus disempurnakan (saat ini Froyo seperti sudah kuno) juga peningkatan pesat terjadi di kinerja prosesor, kapasitas memori dan resolusi layar sentuhnya. Dengan demikian maka segmentasi yang dulu dibuat berdasar spesifikasi bakal bergeser, dimana yang dulunya tergolong kelas atas saat ini lebih cocok dibilang kelas menengah. Kebetulan di bulan ini ada beberapa ponsel yang (akan) hadir dengan spesifikasi yang mirip, saya coba susun untuk sekedar informasi buat anda. Continue reading Lima ponsel Android kelas menengah yang hadir di penghujung 2011

Sony Ericsson Xperia Mini & Xperia Mini Pro | mungil tapi maksi! (via PopNote)

Dari sekian banyak produk yang digelar di pameran selular ICS 2011 di JCC, salah satu produk yang membuat saya terkesan adalah ponsel Sony Ericsson dengan OS Android keluaran terbaru yaitu Xperia Mini dan Xperia Mini Pro. Penerus miniatur Xperia yang pertama muncul dengan nama Xperia Mini X10 dan Mini X10 Pro (ya saya tahu anda sama bingungnya dengan saya saat membaca nama-nama ini) kini punya segalanya untuk disebut mungil tapi maksi, seperti judul sebuah tulisan yang saya reblog saat ini.

Saat diumumkan tahun lalu, Xperia Mini X10 memang betul-betul mini dengan layar hanya 2,5 inci dan resolusi QVGA. Kini penerusnya yang bernama Xperia Mini (tanpa kode X10) sudah dibekali Android 2.3 sudah memakai prosesor 1 GHz, layar 3 inci, resolusi HVGA (dua kali lipat QVGA). Hebatnya lagi, sisi foto dan video Xperia Mini baru ini luar biasa dengan kamera 5 MP auto fokus dengan lampu kilat, plus kemampuan HD video. Meski belum resmi dijual, saya beruntung berkesempatan untuk mencoba menu-menu dan fitur foto dan videonya di pameran ICS 2011 kemarin (sambil mencoba juga produk baru lain seperti Xperia Neo, Arc dsb).

Meski belum ada info soal harga jual nantinya (semoga sih di bawah 2 juta), setidaknya simak saja speknya berikut ini.

Sony Ericsson Xperia Mini & Xperia Mini Pro | mungil tapi maksi! PopMobile – Sony Ericsson baru-baru ini mengumumkan anggota terbaru dari keluarga Xperia, yakni Xperia Mini dan Xperia Mini Pro. Keduanya disebut-sebut sebagai smartphone berkemampuan HD terkecil di dunia. Xperia Mini dan Mini Pro akan menjalankan Android Gingerbread sebagai sistem operasi andalannya. #Sony Ericsson Xperia Mini Pada sektor display kedua ponsel mini ini menyematkan fitur Mobile BRAVIA dari Sony. Tampilan OS Android-nya pun sudah d … Read More

via PopNote

Trio QWERTY dari SE : Vivaz pro, Xperia X10 Mini pro dan Aspen

Di ajang Mobile World Congress 2010 yang baru saja berakhir kemarin, Sony Ericsson meluncurkan tiga ponsel QWERTY baru berlayar sentuh. Ketiga ponsel itu adalah Vivaz pro, Xperia X10 Mini pro dan Aspen berkonsep Greenheart yang ramah lingkungan. Secara umum, SE Vivaz adalah seri smartphone premium yang mewah, sedang Xperia X10 Mini adalah versi kecil dari Xperia X10, dan Aspen adalah ponsel SE pertama dengan OS Windows Mobile 6.5. Baik Vivaz dan Xperia memiliki keyboard yang bisa digeser dari samping, sementara Aspen lebih mengikuti tren ponsel ala Blackberry dengan keyboard di bawah layar. Simak lebih jauh fitur ketiganya. Continue reading Trio QWERTY dari SE : Vivaz pro, Xperia X10 Mini pro dan Aspen

Sepuluh alasan untuk menyukai Naite Greenheart

Sony Ericsson GreenHeart logoAh ya, nama apa lagi itu, Naite Greenheart? Bagi anda yang belum tahu, itu adalah nama untuk produk ponsel kelas menengah ke bawah dari Sony Ericsson yang peluncurannya tak banyak diketahui publik ditengah gegap gempita kehadiran  ponsel elit dari Sony Ericsson seperti Satio, Aino dan Yari. Produk Naite sendiri diluncurkan sudah cukup lama, sekitar empat bulan lalu meski baru memasuki pasar tanah air Oktober ini. Naite menjadi ponsel kedua Sony Ericsson yang mendapat julukan Greenheart, setelah produk pertamanya C901 yang menjadi flagship dari proyek Greenheart atau aksi nyata peduli lingkungan. Naite sendiri bukanlah ponsel kelas elit, bukan ponsel gaya, bukan pula ponsel canggih sarat fitur. Namun tetap saja dia terasa istimewa buat saya, dan inilah sepuluh alasan mengapa saya menyukai ponsel ini. Continue reading Sepuluh alasan untuk menyukai Naite Greenheart

Ada apa dengan Sony Ericsson?

Apa sih yang sedang terjadi pada kondisi internal sang produsen ponsel hasil merger dua nama besar : Sony dan Ericsson belakangan ini? Mungkin inilah pertanyaan yang sering mencuat di benak saya saat saya melihat banyak kekecewaan pengguna akan produk-produk baru mereka ataupun melihat kondisi keuangan mereka tahun terakhir ini yang terus melorot. Belum lagi ditambah terpaan kabar tak sedap akan keretakan dalam tubuh Sony Ericsson yang mana kabarnya Sony akan hengkang dan kembali seperti dulu lagi : ponsel Sony ada, ponsel Ericsson juga ada. Kabar ini segera dibantah oleh Minako Nakatsuma Olofzon, juru bicara Ericsson di Swedia.

“We are committed to the joint venture…we haven’t changed our view on that.” Continue reading Ada apa dengan Sony Ericsson?

Apple iPhone 3G kemahalan? Masih banyak alternatif lainnya kok..

imagesBerita gembira bagi pecinta Apple iPhone 3G. Telkomsel sudah mengumumkan daftar harga resmi paket bundle pra-bayar dan pasca bayar untuk produk smart phone unggulan dari Apple ini. Berita buruknya, harga yang ditawarkan Telkomsel ini dianggap kelewat mahal. Terlebih waktu peluncuran produk buatan tahun 2008 ini dianggap terlalu lama sehingga sudah mulai kurang greget seperti saat-saat awal diperkenalkan ke publik. Bahkan Apple berencana meluncurkan iPhone dengan OS 3.0 baru pada 17 Maret mendatang. Animo masyarakat yang dulu tinggi bisa jadi mulai kendur saat ini, apalagi ditengah hantaman krisis resesi dunia (tak terkecuali berimbas pada produk gadget) dan hadirnya para pesaing iPhone yang bermunculan di pasar smart phone semakin menurunkan minat calon pembeli terhadap produk sarat gengsi ini. Continue reading Apple iPhone 3G kemahalan? Masih banyak alternatif lainnya kok..