Lumix DMC-G1, kamera Micro Four Thirds pertama di dunia

Kiprah Panasonic di dunia fotografi yang memakai nama Lumix awalnya cukup asing di telinga. Bukan hanya karena Panasonic tidak punya pengalaman sama sekali soal fotografi di masa lalu, tapi juga karena Panasonic lebih identik dengan perangkat elektronik rumah tangga semisal AC dan mesin cuci. Tapi Lumix yang dari awal kehadirannya konsisten untuk terus berinovasi dan terus memproduksi bermacam kamera baru terbukti mampu meramaikan pasaran kamera digital, bahkan dapat menggoyang penjualan dari para pemain lama. Continue reading Lumix DMC-G1, kamera Micro Four Thirds pertama di dunia

Pilihan prosumer super zoom terbaik dan termurah di 2008

Menjawab akan banyaknya permintaan pembaca akan adanya panduan memilih kamera digital prosumer berlensa panjang (super zoom), berikut saya coba susun sebuah artikel tentang kamera berlensa panjang yang terbaik (menurut saya pribadi tentunya). Mengingat banyaknya pilihan kamera yang ada, saya coba susun daftar ini dikelompokkan berdasarkan atas panjang lensanya. Sebagai pembanding, selain memberikan nominasi kamera super zoom terbaik, saya juga berikan informasi kamera yang paling murah di tiap kelompoknya. Berikut artikelnya, selamat membaca. Continue reading Pilihan prosumer super zoom terbaik dan termurah di 2008

Obsesi saya dalam memilih kamera saku

Banyak pertanyaan yang ditujukan oleh pembaca setia blog ini yang ditulis pada kolom komentar, umumnya seputar kamera saku apa yang terbaik untuk dipilih, atau seperti “pilih mana merk A atau B”. Kebanyakan pertanyaan itu amat melebar, tidak spesifik kepada keinginan si penanya. Meski saya sudah membuat halaman khusus seputar tips membeli kamera digital, namun tampaknya kebimbangan dalam memutuskan membeli kamera masih terbaca dari redaksi pertanyaan yang masuk di blog ini. Continue reading Obsesi saya dalam memilih kamera saku

Inikah akhir kejayaan lensa Nikon 18-200mm ?

Tamron 18-270 VC
Tamron 18-270mm VC

Selama ini lensa sapu-jagad yang amat favorit di kalangan fotografer adalah Nikkor AF-S 18-200mm VR yang bisa memberi kemampuan zoom 11x optikal plus stabilizer VR seharga 7 jutaan. Lensa ini seakan tanpa tandingan yang sepadan, karena Canon sampai saat ini tidak punya lensa dengan rentang yang sama seperti Nikon 18-200mm ini, sementara lensa alternatif lain seperti Sigma 18-200mm DC OS HSM harganya kini masih tinggi dan kalah cepat di tele maksimal 200mm. Continue reading Inikah akhir kejayaan lensa Nikon 18-200mm ?

Kamera tipis untuk si kantong tebal

Continue reading Kamera tipis untuk si kantong tebal

Optimalkan fitur manual pada kamera anda

P/A/S/M
P/A/S/M

Bisa jadi semenjak pertama seseorang membeli kamera digital, mode yang senantiasa dipakainya untuk memotret adalah mode AUTO. Alasan pertama karena mode ini memang menjadi mode yang paling mudah dipakai dan relatif bisa diandalkan pada berbagai macam situasi tanpa takut hasil fotonya akan mengecewakan. Alasan kedua mungkin karena kebetulan pada kamera digital itu hanya tersedia mode AUTO saja, sehingga ‘terpaksa’ tidak bisa berkreasi lebih jauh dengan mode manual. Memang pada umumnya kamera digital berjenis point-and-shoot dirancang amat simpel dan tidak dilengkapi dengan banyak fitur manual layaknya kamera prosumer. Namun bagi anda yang memiliki kamera dengan fitur manual, masihkah anda tetap memakai mode AUTO setiap saat? Continue reading Optimalkan fitur manual pada kamera anda