Kamera digital favorit saya di 2008

Masih ingat blog saya berjudul : Kamera digital favorit saya di 2007? Sangat menyenangkan saat mengetahui antusiasme pembaca yang begitu tinggi terhadap blog tersebut. Dengan hadirnya bermacam kamera baru di tahun 2008 ini, rasanya saya perlu menulis lanjutan blog terdahulu supaya dapat tetap update dan informatif bagi pembaca. Pada kesempatan kali ini, katagori kamera saku dan kamera wide saya lebur menjadi satu supaya lebih praktis. Selamat membaca… Continue reading Kamera digital favorit saya di 2008

Canon A650IS : hands-on preview

Artikel ini awalnya berjudul ‘Memilih Canon seri A dengan stabilizer’.

Namun entah kenapa, setelah saya coba baca-baca kembali artikel ini, isinya ternyata sudah hilang entah kemana. Bila saya coba untuk edit page, yang muncul hanya sebuah edit box kosong saja. Aneh memang, karena saya tidak pernah men ‘delete’ post ini, buktinya komentar yang ada pun masih utuh. Sialnya lagi, saya belum sempat membuat back-up artikel ini di komputer, karena kebiasaan saya mengetik blog langsung pada halaman wordpress. Continue reading Canon A650IS : hands-on preview

Gebrakan Sony di dunia DSLR

Siapa yang tak kenal Sony, produsen elektronik rakasasa dunia asal Jepang. Tapi dalam urusan fotografi, kiprah Sony baru sebatas pada consumer market seperti kamera saku, handycam dan selular. Sedangkan dalam dunia DSLR Sony awalnya hanya menjadi produsen sensor APS-C CCD yang dipakai oleh DSLR Nikon. Kini setelah membeli divisi kamera dari Konica Minolta, Sony tampaknya benar-benar serius dalam dunia fotografi DSLR dengan menggebrak pasar dengan produk-produk barunya yang sarat teknologi anyar. Lantas dengan cukup percaya diri Sony akhirnya terjun di dunia DSLR dengan meluncurkan produk seri Alpha pada tahun 2006 silam yang bernama A100 yang sayangnya kurang sukses dalam penjualan. Padahal A100 cukup sarat fitur terutama adanya sistem stabilizer pada bodi dengan mekanisme sensor shift sehingga penggunan stabilizer tidak tergantung pada jenis lensa yang terpasang. Continue reading Gebrakan Sony di dunia DSLR

Kamera dengan lensa 6x zoom optik

6 x zoomDi pasaran kini mulai banyak ditemui kamera dengan lensa 6x zoom optik. Lensa dengan zoom optikal sampai 6x ini menempati posisi ‘tanggung’ dalam kelas kamera zoom, mengingat umumnya kamera saku punya zoom 3x sementara prosumer/super zoom bermain di 10x hingga 18x zoom. Jangkauan kamera dengan lensa 6x zoom umumnya setara dengan 35-210mm eqiv., dimana pada posisi 35mm dianggap masih relatif cukup wide namun pada tele maksimum di 210mm sudah termasuk range medium-telephoto. Jangkauan seperti ini cocok bagi mereka yang memerlukan kemampuan zoom lebih jauh dari kamera biasa namun ingin tetap mempertahankan ukuran bodi kamera yang kompak. Continue reading Kamera dengan lensa 6x zoom optik

Image Stabilizer, perlu atau tidak?

Satu hal yang kini banyak dijumpai pada kamera digital generasi baru adalah fitur ‘Image stabilizer’. Fitur ini seolah menjadi tren yang harus ada pada kamera generasi baru. Namun masih banyak juga kamera di pasaran yang tidak dilengkapi fitur ini. Seberapa pentingkah fitur yang satu ini dalam fotografi?

Panasonic menamai fitur ini dengan istilah ‘Mega OIS’ dan dapat ditemui di seluruh jajaran kameranya. Sementara Canon melengkapi sebagian kamera keluaran terbarunya dengan Image Stabilizer/IS, Pentax dengan Anti Shake/AS, Nikon dengan Vibration Reduction/VR dan Sony dengan Super Steady Shot. Menyusul merk lain seperti Olympus, Kodak dan Fuji juga melengkapi kameranya dengan stabilizer. Mari kita kenali lebih jauh tentang fitur ini. Continue reading Image Stabilizer, perlu atau tidak?