Lumix baru dengan Power OIS : DMC-FZ35, DMC-ZR1 dan DMC-FP8

Hari ini Panasonic meluncurkan kamera Lumix baru sebagai andalannya untuk terus bersaing dengan merk lain. Jajaran kamera Lumix dikenal punya kualitas lensa Leica, spesifikasi tinggi dan inovasi yang menjadi trendsetter. Dalam mendesain kameranya, Lumix pun punya kekhasan dengan tiap produk yang punya ciri dan keunikan tersendiri. Seperti halnya tiga kamera yang hari ini diluncurkan, semuanya punya kekhasan yang ditujukan untuk segmentasi pasar yang berbeda. Ada kamera yang berjenis prosumer hybrid, ada kamera saku berlensa sangat wide 25mm dan ada kamera saku berlensa folded-optic. Panasonic menjanjikan kinerja Auto Focus yang lebih cepat di jajaran kamera terbarunya ini. Fitur lain yang jadi andalan Lumix di kamera barunya adalah Power OIS dengan kemampuan dua kali lebih handal dari Mega OIS dalam mengatasi handshake/getaran tangan yang membuat foto jadi blur. Continue reading Lumix baru dengan Power OIS : DMC-FZ35, DMC-ZR1 dan DMC-FP8

Duel seimbang kamera prosumer super zoom

Benar kan ramalan saya. Kamera prosumer ternyata belumlah tamat riwayatnya. Ditengah himpitan kamera DSLR murah, prosumer masih terus bertahan, bahkan akan semakin berkembang. Apalagi kini harga DSLR murah semakin menjauhi batas psikologis harga 5 juta, sehingga para pemain prosumer bisa mencuri celah harga 3 sampai 6 jutaan. Tentu saja ada keuntungan bagi mereka yang memilih kamera prosumer, diantaranya adalah harga yang dibayarkan sudah termasuk lensa. Belum lagi lensa yang dimiliki kamera prosumer telah berevolusi menjadi lensa super zoom, atau lensa sapu jagad, dengan rentang amat impresif dari ultra wide 24mm hingga ultra tele ditas 500mm, dengan kecepatan lensa yang relatif cepat. Continue reading Duel seimbang kamera prosumer super zoom

Adu cepat prosumer HD bersensor CMOS

Istilah HD kini jadi tren tersendiri di dunia kamera digital. HD yang merupakan singkatan High Definition, mengacu pada standar resolusi video (dan foto) yang berformat lebar sehingga bisa ditampilkan dengan pas di monitor LCD HD. Standar HD memiliki dua macam resolusi yaitu 1280 x 720 piksel dan 1920 x 1080 piksel, lebih tinggi dari resolusi yang diusung oleh format DVD yang biasa kita kenal. Dengan video berformat HD, kualitas dan ketajaman video yang dibuat oleh sebuah kamera digital bisa menyamai kualiatas dari camcorder. Sebagai konsekuensi, video HD memiliki data rate yang tinggi sehingga dapat membuat sekeping memori 2 GB penuh hanya dalam hitungan menit. Continue reading Adu cepat prosumer HD bersensor CMOS

Pilih-pilih Lumix di 2008

Panasonic kini semakin populer di kalangan pecinta fotografi berkat konsistensinya dalam meluncurkan kamera berkualitas dan sarat fitur yang diberi nama Lumix. Generasi terakhir kamera digital dari Panasonic ini telah memakai engine Venus IV yang diklaim lebih baik dalam hal mengatasi noise. Sebelumnya, Lumix memang dikenal cukup sensitif terhadap noise meski secara fair harus diakui kalau semua kamera saku tentu tidak lepas dari masalah serupa. Lumix tampaknya telah berhasil mendikte pasar kamera dengan menjadi trendsetter tersendiri, seperti katakanlah penerapan stabilizer pada semua jajaran kameranya, serta banyaknya pilihan kamera dengan lensa wideangle. Apalagi keputusan Panasonic yang menggandeng Leica sebagai produsen lensa kamera-kamera Lumix merupakan nilai plus tersendiri, mengingat reputasi Leica dalam membuat lensa berkualitas tinggi telah diakui dunia. Continue reading Pilih-pilih Lumix di 2008