Lumix TZ7 vs Canon SX200 IS, adu dua super-zoom mungil

sx200_tz7Pada awalnya menginginkan sebuah kamera saku yang bisa punya lensa super panjang mungkin terdengar seperti sebuah mimpi. Kamera saku yang berukuran mungil, pocketable dan bisa dioperasikan dengan satu tangan seakan sudah ditakdirkan untuk punya lensa yang biasa saja dengan rentang fokal standar sekitar 35-105mm atau 3x zoom optik. Untuk fokal lensa lebih dari itu kita perlu kamera yang ukurannya lebih besar, lensa lebih besar dan harga yang lebih mahal. Namun untunglah kini inovasi lensa dan terobosan desain kamera telah mengantarkan kamera saku kepada batas baru yang sebelumnya tidak mungkin, yaitu lensa berkemampuan zoom tinggi dalam ukuran yang mungil. Continue reading Lumix TZ7 vs Canon SX200 IS, adu dua super-zoom mungil

Advertisement

Lebih jauh dengan lensa tele

Apa yang anda bayangkan saat mendengar istilah lensa tele untuk kamera DSLR? Mungkin anda akan terbayang pada lensa besar dan berat seperti yang biasa dipakai para profesional. Sebenarnya apa bedanya lensa tele di kamera saku dan kamera DSLR? Mengapa kamera saku bisa punya lensa yang demikian panjang namun ukurannya kecil, sementara lensa tele untuk kamera DSLR punya rentang fokal yang tampak biasa saja namun ukurannya (dan harganya) luar biasa? Apa saja kiat-kiat memotret memakai lensa tele? Simak semuanya di tulisan kali ini. Continue reading Lebih jauh dengan lensa tele

Duel seimbang kamera prosumer super zoom

Benar kan ramalan saya. Kamera prosumer ternyata belumlah tamat riwayatnya. Ditengah himpitan kamera DSLR murah, prosumer masih terus bertahan, bahkan akan semakin berkembang. Apalagi kini harga DSLR murah semakin menjauhi batas psikologis harga 5 juta, sehingga para pemain prosumer bisa mencuri celah harga 3 sampai 6 jutaan. Tentu saja ada keuntungan bagi mereka yang memilih kamera prosumer, diantaranya adalah harga yang dibayarkan sudah termasuk lensa. Belum lagi lensa yang dimiliki kamera prosumer telah berevolusi menjadi lensa super zoom, atau lensa sapu jagad, dengan rentang amat impresif dari ultra wide 24mm hingga ultra tele ditas 500mm, dengan kecepatan lensa yang relatif cepat. Continue reading Duel seimbang kamera prosumer super zoom

Flashback : kamera saku lawas nan berkualitas

Bosan dengan banjirnya produk kamera baru yang desain dan speknya begitu-begitu saja? Ingin tahu kamera-kamera saku lawas yang menurut saya punya kualitas yang oke dan patut untuk dikenang? Kali ini saya sajikan daftar kamera saku lawas (buatan sekitar tahun 2004-2007) yang amat diperhitungkan pada masanya, dan mendapat pengakuan banyak kalangan akan kualitas ataupun inovasinya. Siapa tahu tulisan ini bisa menginspirasi anda, atau bolehlah untuk sekedar membantu anda bernostalgia. Atau bahkan siapa tahu anda tengah mencari kamera saku bekas dan ternyata salah satunya ada pada daftar kamera di artikel kali ini. Continue reading Flashback : kamera saku lawas nan berkualitas

Antara lensa Canon dan lensa Nikon

Saat akan membeli kamera DSLR, umumnya pilihan ditujukan kepada kemudahan dan ketersediaan pilihan lensa nantinya. Maka itu produsen DSLR papan atas seperti Canon dan Nikon tetap jadi favorit fotografer, karena jajaran lensa yang dimilikinya amat lengkap. Betul kalau Pentax, Olympus, Sony (Minolta) juga punya koleksi lensa yang lengkap, namun kadang-kadang pemiliki DSLR juga tergoda untuk membeli lensa alternatif seperti Sigma/Tamron/Tokina dan nyatanya lensa alternatif seperti ini tidak banyak menyediakan pilihan lensa dengan mounting selain versi Canon atau Nikon. Continue reading Antara lensa Canon dan lensa Nikon

Fokal lensa yang tidak umum : Saat yang tidak mungkin menjadi mungkin

Coba cek kamera anda, berapa panjang fokal lensa zoomnya? Kamera saku umumnya punya panjang fokal 35mm sampai 105mm, atau 3x optical zoom. Kalau anda beruntung punya kamera saku yang lensanya wide, panjang fokalnya akan bermula dari 28mm, dimana dengan 28mm ini sudah amat mencukupi untuk kebutuhan wide angle sehari-hari. Continue reading Fokal lensa yang tidak umum : Saat yang tidak mungkin menjadi mungkin