Maukah anda membayar lebih untuk fitur yang tidak anda butuhkan?

Sebagian besar mungkin akan menjawab : tidak mau. Untuk itulah kita dihadapkan pada banyak pilihan dalam mencari suatu produk digital yang saat ini jumlahnya semakin banyak. Itulah mengapa tiap produk punya penggolongan kelas, segmentasi pembeli, dan berujung pada perbedaan fitur dan spesifikasi. Makin banyak fitur, makin tinggi spesifikasi, tentu makin mahal harganya. Untuk menekan harga, produsen mengurangi spesifikasi dari sebuah produk (down spec) dan menghilangkan fitur tertentu lalu menjualnya sebagai varian baru yang lebih terjangkau. Continue reading Maukah anda membayar lebih untuk fitur yang tidak anda butuhkan?

Advertisement

Masih berminat pakai IM2 unlimited?

Bukan iklan bukan promosi. Saya cuma mau tanya, apakah diantara anda masih ada yang berminat untuk akses internet unlimited memakai IM2 (broom)? Kenapa, soalnya belakangan ini kan ramai dibicarakan soal keluh kesah pengguna Telkomsel Flash yang menurunkan ‘fair usage’ bulanan untuk akses unlimited-nya dan sulitnya mencari perdana XL unlimited. Nah, siapa lagi yang punya paket GSM unlimited kalau bukan Indosat? Continue reading Masih berminat pakai IM2 unlimited?

Saat teknologi dikendalikan oleh ekonomi (kapitalis)

Salah satu mimpi saya : teknologi digital untuk semua…. dapat dimaknai dengan impian saya bahwa semestinya setiap orang bisa menikmati teknologi digital yang amat menyenangkan dan memudahkan itu. Tapi simaklah kenyataannya, apakah teknologi digital yang dimanifestasikan dalam bentuk peranti digital sehari-hari (gadget) sudah menjadi hal yang dapat dinikmati semua orang? Apakah menjinjing laptop, memakai iPhone, memotret memakai DSLR, menikmati kinerja prosesor empat inti ataupun berselancar di dunia maya dengan kecepatan data HSDPA sudah menjadi keseharian kita? Saya tidak sedang membahas soal gaya hidup (yang disalah-artikan sebagai ajang gengsi) tapi saya menyoal akan ironi betapa ekonomi (kapitalis) telah membuat teknologi yang memudahkan justru menjadi sesuatu yang mewah yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang mampu saja. Continue reading Saat teknologi dikendalikan oleh ekonomi (kapitalis)