Lebih jauh dengan lensa tele

Apa yang anda bayangkan saat mendengar istilah lensa tele untuk kamera DSLR? Mungkin anda akan terbayang pada lensa besar dan berat seperti yang biasa dipakai para profesional. Sebenarnya apa bedanya lensa tele di kamera saku dan kamera DSLR? Mengapa kamera saku bisa punya lensa yang demikian panjang namun ukurannya kecil, sementara lensa tele untuk kamera DSLR punya rentang fokal yang tampak biasa saja namun ukurannya (dan harganya) luar biasa? Apa saja kiat-kiat memotret memakai lensa tele? Simak semuanya di tulisan kali ini. Continue reading Lebih jauh dengan lensa tele

Advertisement

Flashback : kamera saku lawas nan berkualitas

Bosan dengan banjirnya produk kamera baru yang desain dan speknya begitu-begitu saja? Ingin tahu kamera-kamera saku lawas yang menurut saya punya kualitas yang oke dan patut untuk dikenang? Kali ini saya sajikan daftar kamera saku lawas (buatan sekitar tahun 2004-2007) yang amat diperhitungkan pada masanya, dan mendapat pengakuan banyak kalangan akan kualitas ataupun inovasinya. Siapa tahu tulisan ini bisa menginspirasi anda, atau bolehlah untuk sekedar membantu anda bernostalgia. Atau bahkan siapa tahu anda tengah mencari kamera saku bekas dan ternyata salah satunya ada pada daftar kamera di artikel kali ini. Continue reading Flashback : kamera saku lawas nan berkualitas

Lensa cepat, untuk siapa?

Lensa prime 50mm f/1.4

Adakah diantara pembaca yang masih bingung saat mendengar tentang lensa cepat? Yang saya maksud dengan lensa cepat adalah lensa pada kamera (khususnya DSLR) yang mempunyai bukaan (diafragma) besar. Dengan bukaan yang besar, kamera bisa memasukkan cahaya lebih banyak, dan memungkinkan pemakaian shutter yang lebih cepat. Bagaimana dengan lensa pada kamera saku? Dengan ukuran sensor yang kecil, mendesain lensa cepat pada kamera saku jauh lebih mudah. Oleh karena itu sebagian besar kamera saku memakai lensa yang bukaannya besar, semisal f/2.8 hingga f/3.5 pada posisi panjang fokal terdekatnya (zoom-out atau posisi wide). Maka itu pembahasan lensa cepat (bukaan besar) kali ini lebih saya fokuskan pada lensa DSLR saja. Continue reading Lensa cepat, untuk siapa?

Antara lensa Canon dan lensa Nikon

Saat akan membeli kamera DSLR, umumnya pilihan ditujukan kepada kemudahan dan ketersediaan pilihan lensa nantinya. Maka itu produsen DSLR papan atas seperti Canon dan Nikon tetap jadi favorit fotografer, karena jajaran lensa yang dimilikinya amat lengkap. Betul kalau Pentax, Olympus, Sony (Minolta) juga punya koleksi lensa yang lengkap, namun kadang-kadang pemiliki DSLR juga tergoda untuk membeli lensa alternatif seperti Sigma/Tamron/Tokina dan nyatanya lensa alternatif seperti ini tidak banyak menyediakan pilihan lensa dengan mounting selain versi Canon atau Nikon. Continue reading Antara lensa Canon dan lensa Nikon

Fokal lensa yang tidak umum : Saat yang tidak mungkin menjadi mungkin

Coba cek kamera anda, berapa panjang fokal lensa zoomnya? Kamera saku umumnya punya panjang fokal 35mm sampai 105mm, atau 3x optical zoom. Kalau anda beruntung punya kamera saku yang lensanya wide, panjang fokalnya akan bermula dari 28mm, dimana dengan 28mm ini sudah amat mencukupi untuk kebutuhan wide angle sehari-hari. Continue reading Fokal lensa yang tidak umum : Saat yang tidak mungkin menjadi mungkin

Mini review : Lensa Nikkor AF-S 55-200mm DX VR

Kali ini saya sajikan review lensa tele-zoom dari Nikon yang populer baik karena harganya dan juga karena kualitas optiknya, yaitu Nikkor 55-200mm VR. Seakan menjadi kado di awal tahun 2009, saya dapat membeli lensa ini dengan harga spesial di toko camzone sebagai bentuk dukungan toko tersebut dalam memajukan blog ini.

 

Nikon D40 + AF-S 55-200VR
Nikon D40 + AF-S 55-200VR

 

Nama lengkap lensa ini cukup panjang : AF-S DX VR Zoom-NIKKOR 55-200mm f/4-5.6G IF-ED, jangan tertukar dengan lensa sejenis yang versi lama (non VR) yang harganya lumayan terpaut banyak. Saya menjadikan lensa ini sebagai pelengkap dari lensa kit 18-55mm yang selama setahun ini selalu setia menemani Nikon D40 saya. Dengan duet-maut ini (dobel lensa 18-55mm dan 55-200mm) saya bisa mendapat rentang populer 18-200mm (setara 28-300mm) tanpa harus memiliki lensa Nikon 18-200mm VR yang berat itu (baik dalam bobot dan harganya). Continue reading Mini review : Lensa Nikkor AF-S 55-200mm DX VR