Koneksi digital modern super cepat : USB type-C (USB 3.1)

videocables1Sejak era video digital HD menjadi populer, antarmuka kabel yang biasa dipakai juga mengalami beberapa penyesuaian. Paling populer kita kenal kabel HDMI, kemudian ada DVI, lalu juga DisplayPort dan terakhir USB tipe C. Kita kupas masing-masing yuk..

HDMI

HDMI (High Definition Multimedia Interface) punya beberapa variasi bentuk seperti Mini dan Micro HDMI. Kelebihan kabel ini adalah mampu menyalurkan sinyal video dan audio, sehingga menjadi port wajib yang mesti ada di TV modern, lalu perangkat lain seperti kamera, proyektor, laptop serta PC/mini PC.

HDMI-1-500x301

HDMI mengadopsi TMDS (Transition-minimized differential signaling) yang memiliki total empat protokol saluran komunikasi; satu saluran untuk setiap warna RGB (merah, hijau dan biru) dan satu saluran untuk sinkronisasi jam. Versi asli ‘1.0’ kompatibel dengan kecepatan transmisi hingga 4,95 Gbps dan hingga 1080 piksel. Berikut ‘versi 1.2’ yang ditujukan untuk PC dan versi ‘1.3’ berikutnya kompatibel sampai dengan Full HD. Versi ‘1.4’ berikutnya membawa kompatibilitas dengan 4K (30 Hz / 24 Hz), dan akhirnya ‘versi 2.0’ tercapai yang membawa serta peningkatan kecepatan dan fungsi transmisi untuk memungkinkan kompatibilitas dengan 4K (60 Hz) dan juga dukungan untuk Rasio aspek 21: 9 ditemukan pada ponsel cerdas. Kabel juga dibagi dengan persyaratan perangkat keras; Kabel ‘standar’ untuk kabel 1080i, ‘kecepatan tinggi’ untuk kabel 1080p, dan ‘premium’ hingga 4K (60Hz). Meski kecepatan data sudah meningkat jauh sejak era HDMI awal, tapi untuk bisa mendukung laju data video 8K di masa depan, kabel HDMI tampaknya bakal kesulitan juga. Continue reading Koneksi digital modern super cepat : USB type-C (USB 3.1)

Advertisements

Video 4K tebar ancaman untuk masa depan fotografi?

Apa itu video 4K? Gampangnya video 4K adalah video dengan resolusi sangat tinggi yang mampu merekam video resolusi 4x lebih detil dari video HD biasa, atau disebut juga dengan Ultra HD (UHD). Dalam hitungan piksel, maka bidang gambar dari video ini adalah 3840×2160 piksel (setara dengan foto 8 MP) yang melebar dengan aspek rasio 16:9. Beberapa kamera baru seperti Panasonic Lumix GH4, handycam Sony  FCR-AX1, JVC GY-HMQ10 dan baru-baru ini ponsel Samsung Galaxy S5 sudah bisa merekam video UHD. Video 4K itu punya data rate yang sangat tinggi, sehingga dalam waktu singkat bisa jadi kartu memori yang kita pasang langsung terisi penuh. Itupun dengan catatan kartu memori yang dipakai harus yang punya kecepatan baca tulis sangat tinggi, misal kartu SD berlogo UHS-1. Untuk melihat hasil videonya dengan optimal diperlukan TV yang juga memenuhi standar 4K, itupun diperlukan kabel HDMI generasi kedua yang mampu menampung bandwidth hingga 18 Gbps, video 3840×2160 piksel 60 fps tidak terkompres, 32 kanal audio dan dengan bentuk konektor yang sama dengan HDMI biasa. Continue reading Video 4K tebar ancaman untuk masa depan fotografi?

Perbedaan antara Canon EOS 650D, 600D dan 60D

Tulisan ini hendak menjelaskan kepada anda (atau malah membuat anda semakin bingung) bedanya antara Canon EOS 650D, 600D dan 60D. Saat tulisan ini dibuat, EOS 650D adalah kamera terbaru dari Canon yang mengisi kelas pemula tapi fiturnya sudah terlalu canggih untuk pemula. Sedangkan EOS 600D adalah kamera generasi sebelumnya (buatan 2011), yang saat ini penjualannya sedang laris manis karena dijual di kisaran 6 jutaan. Di lain pihak ada ‘super Rebel’ EOS 60D (buatan 2010), kamera kelas menengah yang harganya ‘cuma’ 7 jutaan tapi fiturnya sudah lengkap termasuk kemampuan memotret hingga 1/8000 detik. Ketiganya punya kesamaan yang mudah dikenali : layar LCD yang bisa dilipat dan diputar.

Continue reading Perbedaan antara Canon EOS 650D, 600D dan 60D

Tentang fitur video pada kamera DSLR

Coba simak fitur apa yang ditonjolkan saat kamera-kamera DSLR baru bermunculan? Bukan lagi fitur tentang foto (karena teknologi fotografi digital sudah sangat baik) tapi fitur video lah yang digembar-gemborkan. Hal ini memang agak terkesan dipaksakan karena mayoritas orang membeli DSLR untuk memotret, bukan untuk merekam video. Peningkatan fitur video di DSLR akan membuat harga kamera tersebut jadi tinggi, padahal belum tentu semua orang akan memakai fitur video itu. Continue reading Tentang fitur video pada kamera DSLR

Review singkat kamera DSLR Nikon D3100

Inilah review singkat dari saya untuk kamera DSLR Nikon paling populer di kelas pemula, yaitu D3100 yang awalnya diperkenalkan bulan Agustus 2010 lalu. Produk yang kini sudah berada di harga terbaiknya ini (sekitar 5,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm VR) merupakan penyempurna produk DSLR pemula sebelumnya sejak era D40, D60 hingga D3000.  Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba sebentar kamera ini dan ada baiknya saya buatkan sebuah review singkat untuk berbagi kepada anda. Continue reading Review singkat kamera DSLR Nikon D3100

Prediksi kamera digital 2011 ala Thom Hogan

Bagi anda yang memakai DSLR Nikon tentu sudah tak asing lagi dengan dua sosok Nikonian sekelas Thom Hogan maupun Ken Rockwell. Keduanya adalah fotografer serius yang tulisan dan fotonya dengan mudah dijumpai di internet. Khusus untuk Hogan, dia juga rajin membuat analisis, prediksi dan wish list yang sepertinya tidak dianggap sebagai angin lalu oleh Nikon. Kali ini dia membuat prediksi tren kamera digital di tahun 2011 yang bisa saja berguna buat menambah wawasan kita. Continue reading Prediksi kamera digital 2011 ala Thom Hogan